Bab 1

28 4 3
                                        

Membuka matanya, Lu Yi terkejut mendapati dirinya berdiri ditengah kerumunan ramai. Bangunan-bangunan yang menjulang tinggi, papan iklan besar Dan orang-orang yang berlalu lalang, ini.. tampak sangat nyata!

Bukankah tadi dia berada di lokasi syuting Hengdian Dan bukan di tengah kota?
Hal terakhir yang ia ingat adalah lampu sorot panas membakar kulit, kamera menyorot wajahnya, dan sutradara berteriak 'Cut' sebelum pandangannya tiba-tiba menggelap.

Lu Yi mengerjap, mencoba mencerna situasi. Bau aspal basah, teriakan klakson, bahkan angin yang menerpa wajahnya, semuanya terasa sungguhan. Dia meraba saku celananya, ponsel yang ia keluarkan bukan lagi ponsel model kuno yang telah ketinggalan jaman, melainkan model terbaru yang sudah lama ia inginkan.

Membuka kamera, ia membeku.
Orang yang dilihatnya di layar memang mirip dirinya, tapi juga bukan dirinya.
Wajah itu memiliki bentuk yang sama, tetapi kulitnya lebih putih, mulus, dan terawat tanpa noda, tanpa bekas lelah syuting di bawah terik matahari.
Bahkan sorot matanya berbeda, Lebih teduh Dan terlihat polos.

Belum sempat pikirannya terlepas dari lamunan, sebuah suara memanggil dari belakang memanggil namanya.
"Shu Yi!"

Langkahnya terhenti. Suara itu terdengar begitu yakin, seolah pemiliknya benar-benar mengenalnya. Namun, nama itu... nama yang baru semalam ia baca di novel. Seketika kilasan cerita memenuhi benaknya.

Shu Yi. Karakter tak penting yang nyaris tak mendapat panggung dalam kisah utama. Seorang anak angkat keluarga Shu yang manja Dan penuh pikiran jahat pada sudaranya sendiri walaupun begitu ia adalah anak kesayangan orang tua angkatnya namun naas ia meninggal di dalam cerita karena penyakit misterius yang tak pernah dijelaskan penulisnya.

Orang yang memanggilnya itu berdiri menjulang tinggi semampai, mungkin sekitar 190 cm. Wajahnya rupawan, nyaris sempurna, seperti tokoh CEO dingin yang sering muncul di novel-novel favoritnya. Namun, ekspresinya datar, seolah tak ada emosi.

Tanpa peringatan, ia menarik kerah baju Shu Yi. Baru saat itu Shu Yi tersadar dirinya berdiri di tengah jalan, dan sebuah mobil melintas nyaris menabraknya. Rupanya lampu lalu lintas sudah lama berubah hijau, tapi pikirannya masih melayang.

Lelaki itu mendengus, nadanya dingin menusuk.
"Apa kau ingin mati?" tatapannya tajam. "Kembalilah ke rumah. Jangan membuat Ibu and Ayah panik mencarimu, dan jangan jadi anak manja." kata lelaki jangkung itu lagi.

Dengan gerakan cepat tanpa celah Lelaki 190cm yang bisa kita sebut Shu Wei, mencengkram tangan Lu Yi yang kini menjadi Shu Yi Dan menarik dengan paksa menuju Mobil Dan mendorong kasar Shu Yi

Mobil hitam itu segera melaju meninggalkan jalan raya yang ramai. Dari balik kaca jendela, gedung-gedung tinggi dan papan iklan perlahan berganti menjadi deretan pepohonan dan kawasan perumahan elite. Shu Yi menatap pemandangan itu dengan kepala yang masih dipenuhi kekacauan.
Ini bukan mimpi.
Ia benar-benar telah masuk ke dalam novel.

Jantungnya berdetak semakin cepat.
Semalam, sebelum tidur, ia membaca sebuah novel romance berjudul 'love,love,love' . Novel itu berkisah tentang seorang perempuan tangguh Dan seorang pria menjalin kasih Asmara yang sangat klise. Wanita tangguh bekerja di perusahaan besar bertemu protagonist pria pemilik perusahaan yang terkenal dingin Dan tak kudah didekati.

Sedangkan Shu Yi...
Shu Yi hanyalah karakter sampingan.
Seorang anak angkat yang dimanjakan orang tua angkatnya sejak kecil. Ia iri kepada saudara-saudaranya yang merupakan anak kandung, sering mencari masalah, dan pada akhirnya meninggal karena penyakit misterius yang bahkan tidak dijelaskan penyebabnya oleh penulis.
Yang lebih buruk lagi...
Kematian Shu Yi terjadi hanya beberapa bulan setelah tokoh utama kembali.
Shu Yi menelan ludah.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 18 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

The Supporting Character Must SurviveStories to obsess over. Discover now