AWAL DARI SEGALANYA

28 7 4
                                        

"Tak ada luka yang benar-benar sembuh dari kehilangan. Terlebih saat perpisahan datang begitu kejamOrang yang begitu berarti di hidup gua kini tergeletak tak bernyawa. Hidup nya berakhir tepat di depan mata kepala gua sendiri."
-DAFFIAN AGRAISH-

*___________*

Holaa gayss selamat datang di

cerita pertama aku, semogaa sukaa yaww.

*
*
*
*
*
*
Sebelum membaca, jangan lupa tinggalkan jejak vote serta komen nya, follow juga jan lupa, biar tidak ketinggalan update tan selanjutnya.😘🫰

c
------

"Jangan berani-berani kau sentuh Daffi, anakku!" seru seorang wanita paruh baya dengan suara parau.

Ia terkulai lemas di lantai yang dingin, sekujur tubuh nya di penuhi oleh luka-luka, dan darah segar terus mengalir dari pelipisnya. Meski kondisinya mengenaskan, matanya tetap memancarkan keteguhan — cinta dan keberanian seorang ibu yang rela mempertaruhkan nyawa demi melindungi anak yang begitu ia sayangi.


“Dasya, Dasya... aku benar-benar tak habis pikir dengan keadaanmu sekarang. Kau masih saja memikirkan anak lemah, tak berguna, dan penyakitan seperti dia?” cibir pria bertopeng. Wajahnya tak terlihat jelas—entahlah siapa sebenarnya manusia bejat itu. Namun, tampaknya Dasya mengenali sosok yang kini menyerangnya dengan keji.

Wanita tak berdaya itu adalah Dasya Mairana, ibu dari Daffian Agraish. Mendengar anaknya dihina begitu keji, hatinya menolak diam. Tapi tubuhnya sudah tak bisa bergerak. Ia hanya mampu menatap tajam ke arah pria bertopeng itu—tatapan penuh luka dan amarah. Seluruh tubuhnya mati rasa, hasil dari siksaan brutal yang diterimanya. Pria bejat itu telah memukulinya tanpa henti, hingga ia tergeletak lemah di lantai yang dingin seperti sekarang.

Sadar sedang ditatap, pria itu membalas dengan tatapan begitu puas—tatapan seorang pemenang.

“Tak usah menatapku seperti itu. Sekuat apa pun kau berusaha melawan, ajalmu tetap datang hari ini. Dan tepat saat anak kesayanganmu pulang sekolah, aku akan hancurkan mentalnya... perlahan. Sampai dia mati dalam kehancuran, tanpa aku perlu mengotori tanganku,” ucapnya dengan dingin di sertai mimik wajah yang begitu datar

“Kau... kau memang seperti iblis, Tuan!” teriak Dasya lemah, tapi penuh kebencian.

“YA, SAYA MEMANG IBLIS! Iblis yang akan mencabut nyawamu, Dasya!” sahutnya sambil menyeringai mengerikan, seperti setan yang menikmati penderitaan korbannya.

Setelah berteriak dia malah terbatuk keras. Darah segar kembali mengalir dari sudut bibirnya, tapi ia tetap memaksakan diri untuk membuka mata. Nafasnya tersengal, tubuhnya terasa remuk. Namun pria bertopeng itu belum berhenti bicara.

Dengan langkah pelan namun pasti, pria itu berjongkok di hadapan Dasya. Wajahnya hanya beberapa senti dari wajah wanita malang itu. Meski tersembunyi di balik topeng hitam, suaranya cukup untuk menyalakan kembali luka lama yang selama ini berusaha Dasya kubur.

“Kau tahu, ini semua salahmu sendiri, Dasya...” ucap pria itu tenang, dingin seperti es.

Dasya menatapnya, matanya bergetar.

“Saya sudah beri kau waktu. Kesempatan. Saya bahkan sabar menunggu hingga anak itu masuk SMP, kelas 7. Bahkan saya sudah menuruti perintah mu untuk tidak macem² kepada nya bukan? kau menyuruh ku untuk sabar, namun kali ini kesabaran saya telah habis. Karna sampai detik ini anak itu masih hidup!” Pria itu menepuk-nepuk pipi Dasya dengan jijik. “Kau malah terus melindunginya, dan bahkan kau akan menyembunyikan nya dari ku. Anak itu... Daffian... dia seharusnya sudah mati sejak lama!”

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 09, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

DAFFIAN AGRAISHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang