Aku sudah ratusan kali, ah bukan.. Tak terhitung jumlah nya aku melihat kematian sampai aku tidak bisa menghitung nya lagi.
Aku tidak tahu apa yang terjadi.
"Ah permisi, sekarang.. tahun berapa ya?"
Tanya ku dengan ragu pada seorang wanita tua yang kebetulan sedang melihat ke arah ku.
Lekas, wanita itu menjawab dengan senyum ramah
"Wah, seorang gadis yang cantik jelita. Sekarang tahun 1957 tanggal 5 November."
Aku terkejut saat mendengar tahun berapa saat ini, lalu membiarkan wanita tua itu untuk pergi menyelesaikan urusan nya yang lain.
Pikiran aneh terlintas di pikiran ku seperti,
"bukan nya sekarang seharusnya masih tahun 1876 ya? Sebentar, seingat ku.. Aku tidak pernah yang nama nya mengalami kematian."
Namun aku menyangkal nya dengan
"Ah, tidak mungkin. Bagaimana bisa manusia tidak pernah mengalami kematian sama sekali? Pasti aku hanya berhalusinasi karena kelelahan."
Lalu setelah itu, aku berniat untuk berjalan di sekitaran kota bernama Berlin.
Seperti nya ini adalah ibu kota negara jerman.
Ah, iya. Aku belum sempat mengenalkan diri ku kepada kalian semua ya? aku adalah Amara, ingat itu baik baik ya.
Seperti nya kalian lumayan familiar dengan nama seperti itu, ya? Benar, Amara artinya adalah abadi. Sampai sekarang aku tidak tahu mengapa aku di berikan nama seperti itu oleh orang tuaku.
tapi...
Kira kira orang tua ku yang memberikan ku nama itu pergi ke mana, ya? Aku sangat merindukan waktu yang ku habiskan bersama mereka.
Saat sedang asik berjalan sambil melamun di sekitar jalan utama di kota Berlin, aku menemukan nama jalan yang sudah ku lewati itu.
Friedrichstraße
Nama yang cukup sulit saat hendak ingin menyebut nya. Tapi memang jalan ini bisa di bilang terkenal karena merupakan jalan pusat kota yang di penuhi oleh toko, restauran dan sejarah. Penyebab nya yaitu karena di masa lalu pernah terbelah oleh tembok kota Berlin.
Beberapa saat kemudian, orang orang yang berada di jalan itu seketika menatap ku dengan heran...?
Aku langsung bergegas bertanya pada lelaki di depan ku yang sedang sibuk bermain ponsel.
"wajah nya kok ganteng, ya? padahal ga terlalu keliatan, ekhem. Postur tubuh nya juga gagah banget cuy?! Sabar, tahan.. jangan malu maluin."
Pikir ku sambil memerhatikan rupa lelaki itu.
Kemudian,
"hei, maaf menganggu mu... boleh kah aku menanyakan sesuatu pada mu?"
Tanya ku dengan mata penuh harap, berharap dia ingin menjawab pertanyaan ku.
Kemudian lelaki itu langsung menengok ke arah ku setelah mendengar kan ku berbicara sambil mengangguk dengan pelan
Di saat itu juga aku terpaku, detak jantung ku berdetak terlalu kencang saat melihat muka tampan nya dengan jelas.. Struktur muka nya yang sempurna, mata nya berwarna biru menatap ku dengan penasaran juga bibir nya yang membuat muka nya tambah mempesona dan rambut coklat nya telah melengkapi keindahan tersebut.
YOU ARE READING
Reality
Mystery / Thrillermenceritakan seorang gadis yang tersesat di sebuah kota negara Jerman.
