1. One

1.2K 91 14
                                        

Suasana malam kala itu di tempat karaoke tampak cukup ramai dan penuh kebisingan, terutama di salah satu ruangan tempat Sakura dan dua orang temannya tengah asik bernyanyi untuk melepas penat dan mencari hiburan. Ya, Haruno Sakura, gadis remaja cantik berusia 19 belas tahun itu memang cenderung memiliki pergaulan yang cukup hedon di usianya. Selain itu memiliki dua sahabat bernama Ino dan Tenten adalah anugerah terindag bagi Sakura, mereka bertiga sudah menjalin pertemanan sejak kecil dan sudah saling mengerti satu sama lain. Selain itu, ketiganya memang memiliki sisi liarnya masing-masing sehingga membuat mereka selalu cocok satu sama lain.

"Izinkan aakuuuu, untuk terakhir kalinyaa semalam saja bersamamu, mengenang asmara kita.." 🎶 Sakura bernyanyi dengan sepenuh hati seolah ia adalah seorang finalis Konoha Idol.

Tenten kini berperan sebagai backing vokal dan mengikuti nyanyian sesuai lirik yang dia hafal. Sementara Tenten duduk santai sambil menikmati satu gelas bir di tangannya.

Lagu pun berakhir, Sakura dan Ino bertos ria saat melihat skor mereka yang tinggi terpampang di layar LCD besar. Mengambil jeda sebelum kembali melanjutkan konsernya, Sakura ikut meneguk bir miliknya.

"Sepertinya lagu ini sedang mewakili perasaanmu, kau menyanyikannya dengan sepenuh hati." Ino menyindir Sakura, ia sudah hafal betul dengan sifat sahabatnya itu.

"Ino benar, selain itu aku juga mencium aroma kegalauan yang terselubung sejak tadi. Katakan ada masalah apa kau dengan pacarmu?" Tenten menambahkan.

Mendengar dua sahabatnya berbicara begitu, Sakura pun menghela nafas, "Aku dan Gaara baru saja putus." Ucapnya dengan nada datar.

"Kenapa? Kukira kalian tampak cocok." Ujar Ino.

"Dia selingkuh, ini sudah yang kedua kalinya dia melakukan kesalahan semacam itu dan aku tidak bisa memberinya toleransi lebih dari ini." Jawab Sakura, kemudian ia meneguk habis birnya hingga tak bersisa.

"OMG!! Selingkuh? Oh Tuhan, jauhkanlah Sakuraku dari pria rendahan seperti itu.." Seperti biasa, Tenten mulai mendramatisir keadaan.

Ino merangkul Sakura lalu mengusap bahu sahabatnya itu dengan lembut, seraya memberi kekuatan dan dukungan. "Sakura, aku tahu kau galau, kau boleh bersedih dan minum sampai mabuk, tapi besok kau tidak boleh mengingat pria brengsek itu lagi."

Tenten pun mengangguk setuju, "Masih banyak ikan di laut sayang. Lagi pula, di kampus kita banyak sekali stock pria tampan!"

Sakura pun tertawa lemah, "Yah, mungkin untuk saat ini aku mau sendiri dulu."

"Nikmati saja, ini bukan pertama kalinya kau disakiti kan? Semua akan berproses dan kau akan bertumbuh semakin kuat ke depannya." Ucap Ino.

"Terima kasih, kalian selalu ada disaat aku sedang terpuruk seperti ini." Sakura berkata tulus.

"Baiklah! Sudah kuputuskan! Malam ini kita akan mabuk sampai pagi! Hahahaha!!" Tenten menggila dan mulai mengajak kedua sahabatnya bersulang.

Malam itu pun mereka lewati dengan bersenang-senang, tertawa bersama dan melupakan sejenak luka dan lara yang menyesakkan dada.

🌸🌸🌸

"Aku pulang..."

Sakura membuka pintu apartemennya, dengan susah payah ia terus melangkah sambil tergopoh-gopoh menyusuri lorong dan menuju kamar mandi.

"Astaga Sakura? Kau mabuk lagi ya?" Suara Mebuki—ibu Sakura terdengar di depan pintu kamar mandi yang sudah tertutup.

"Iya bu. Maaf, aku minum terlalu banyak..." Suara Sakura terdengar seperti zombie.

Satu AtapStories to obsess over. Discover now