Kenko,piche dan fajar sangat menyukai musik, hingga suatu ketika mereka akhirnya membuat band bersama, penasaran sama ceritanya langsung baca aja ya...
"bosen banget ya hari ini,main gitar terus juga bosen mau bikin lagu juga ga ada ide" gumam kenko dengan lesuh
"KENKO MAIN YUKK" teriak fajar di depan ruman kenko" Jar , jangan keras keras lah panggil nya." nasehat dari piche "Biarin aja" bantah fajar
"Eh ada kak piche sama kak fajar nyari siapa nyari Abang kenko ya" tanya Shakira adek kenko"Iya, Shakira abang kenko nya ada" tanya balik piche"Ada, di dalam aku panggilin dulu ya" jawab Shakira "Siaap kita akan menunggu " sambung fajar
Setelah mereka menunggu beberapa menit akhirnya kenko pun keluar rumah dan mendekati fajar dan piche Yang sudah menunggu di teras rumah nya
"Kenapa, jar ,Che tumben Main kerumah" tanya kenko dengan bingung "Main lah yuk kita, bosen aku dirumah" jawab fajar "Dari tadi si fajar ini ngajakin aku ke idolcity Ken" ucap piche dengan kesal
Idol city adalah kota tempat nongkrong anak muda ,dan bisa dibilang kota musik karena di sana banyak sekali penampilan musik.
"Ngapain lah jar kesana perjalanan nya aja sendiri ke sana 1 jam lebih loh,trus juga kita mau naik apa kesananya" ucap kenko "Urusan kesana mah gampang, naik mobil papah gw aja"ucap fajar dengan santai "
Masalah nya ni ya jar kau kemarin aja ngajakin kita, tuh mobil masuk ke parit nanti kau mau ajak masuk kemana lagi"celotehan kenko dengan gerutu
"Ya berarti Jangan aku lagi lah yang bawa mobil nya" ucap fajar
" Terus siapa yang mau bawa mobil nya" tanya kenko "Tuh temen di sebelah mu"ucap fajar sambil memandang piche Lalu kenko pun menatap ke arah piche
"Jangan saya lah yang bawa mobil nya" jawab piche "
Gausah gitu lah Che kemarin aku lihat kau bawa mobil ya"ucap fajar "Itu - "belum selesai piche bicara, fajar langsung memberi kunci mobil itu ke piche ,dan lari mengandeng tangan kenko ke dalam mobil "Yuk ken" ajak fajar "Yasudah lah saya Luluh"ucap piche dengan pasrah
Akhirnya mereka sampai ke idol city
"Wih indah kali ya disini rame pula,udah lama lah aku gak kesini "ucap fajar dengan gembira "
Iya, jadi kangen pas aku jadi barista di sinim"titah kenko "Rame ya disini."ucap piche
"Kemana enaknya kita nih" tanya kenko. "Ke cafe mesa aja yuk" ajak fajar ."Ayuk lah , udah lama juga ga ketemu mesa" sambung piche."Ngikut lah" ucap kenko
Mereka pun menuju cafe mesa
" dimana ya cafe nya, lupa aku" tanya fajar ."Di sana ga sih"jawab piche."Bukan Che ,itu mah orang jualan bakso" ucap fajar ."perasaan dulu cafenya di sana"ucap piche
"Oii sini"panggil kenko."Che Ayuk"ajak fajar sambil rangkul tangan piche
"Di sini cafenya? seingat saya di sebelah sana deh cafenya"ucap piche."Sejak kapan pikiran si piche ini bisa ingat." ledek fajar "Eh tapi cafe nya berubah ya."ucap fajar "Iya, ya dan anehnya kenko tetap ingat."ucap Piche.
"Iyalah Che, orang ini kan tempat kerja lama nya."ledek fajar ke kenko "Oh iya Ken kau gak kangen kah kerja disini."tanya fajar "Kangen sebenarnya, karena tempat memberikan banyak kenangan untuk aku."ucap kenko "Kenangan sama siapa tuh Ken."tanya fajar dengan iseng"Udah ah Ayuk masuk ke cafenya." ucap kenko
"Selamat datang."ucap mesa"Eh mesa, gimana kabarnya." tanya piche "Eh bang piche, bang kenko, ih kangen kali aku sama Kelen loh."ucap mesa dengan gembira
"Sama aku, kau gak kangen mes"tanya fajar " Gak lah ,Ngapain juga aku kangen sama kau orang tiap kumpul keluarga pasti ketemu kau pun."Jawab mesa
"Oh ,iya kalian kan sepupu ya."sambung piche"Sangking lamanya kita gak ketemu sampe lupa aku sepupu nya fajar bang piche."ucap mesa
"Udah di bilang si piche itu emang otaknya susah mengingat mes"ledek fajar
"dari tadi kamu selalu ngeledek saya ya." ucap Piche dengan kesal "tenang Che, jangan emosi."ucap kenko sambil mengelus punggung piche
"udah jangan pada ribut, nih mesa bikinin kopi terbaru di cafe mesa."ucap mesa sambil menyediakan kopi di meja"Wih mantap nih."ucap fajar "Gimana rasanya."tanya mesa dengan penasaran
"Enak banget ini mah mes."pujian dari piche"Wih emang kopi buatan mesa selalu enak."sambung fajar
"Tapi menurut ku nih ya mes kopinya itu seperti ada yang kurang gitu mungkin bubuk kopi kurang kau haluskn ya"kritik kenko ke kopi buatan mesa. "hmm iya kah,boleh gw coba icip kopinya"tanya mesa "Boleh"Jawab kenko sambil menyodorkan kopinya "Oh iya ternyata, makasih yang bang Ken udah kasih tau."ucap mesa dengan sangat terbantu "Sama sama mesa."jawab kenko dengan senang hati
"Perasaanku ini rasanya sama aja kayak kopi biasa"ucap Piche "Menurut ku juga iya sih,tapi kan mereka barista pasti mereka yang lebih tau gimana rasanya sih."ucap fajar "Iya sih" jawab Piche
***
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mesa sandykala syahira
( Pemilik cafe di idolcity dan barista pencinta kopi ) Motto: tetap hidup demi kopi
Disclaimer : cerita ini fiksi karangan Author,tolong jadi pembaca yang bijaksana yaa ,jangan bawa cerita ini ke dunia asli ya. Thank youuu 😘
Gimana ceritanya seru gak? Kalo mau cerita ini lanjut Sampai panjang jangan lupa vote ya