CHAPTER 1 || Sendok Emas ||

5 2 0
                                        

SMA Rosalia adalah salah satu dari 5 sekolah terbaik di kota ini, Sekolah yang berisi banyak murid-murid berbakat. Tentunya di sekolah ini ada seorang primadona sekolah.. Seorang murid perempuan yang terkenal karna nilai akademis dan prestasi nya yang sangat baik serta kecantikan nya.. Membuat ia menjadi kebanggaan sekolah dan dikenal sebagai...

================================
Evie Hayley
================================

Seorang anak dari keluarga terpandang.

"Pagi Evie" Ucap seorang anak yang duduk di sebelah Evie

"Pagi juga" Sahut Evie dengan lembut dan senyum kecil nya, Ia duduk di sebelah anak itu.

Evie melihat sekitarnya lalu kembali menatap anak di sebelahnya.

"Kau melihat Arynn?" Tanya Evie

"beberapa saat lalu dia masuk lalu keluar karna seseorang menunggunya di toilet.." Jawab anak itu

"Toilet..." Gumam Evie

Di saat yang sama ponsel Evie berdering, Ia mendapat sebuah pesan berupa foto seseorang.

Raut wajah Evie berubah dan tanpa mengatakan apapun ia pergi keluar kelas dengan tergesa-gesa.

Setelah beberapa saat Evie sampai di depan pintu toilet.

Pintu itu terkunci dari dalam dan terdengar suara pukulan yang samar-samar.

Evie langsung mendobrak pintu itu dengan kakinya dan ia mendapati sahabatnya Arynn terluka cukup parah dan kedua orang pembully di samping nya.

Tangan Evie mengepal ia menahan amarahnya dan memapah Arynn hendak membawanya pergi.

Namun kedua pembully itu menghalangi jalan Evie.

"Kau cukup pendiam ya Evie~" Ucap salah satu pembully Arynn

"Jangan menghalangi jalanku jika kalian masih ingin memiliki tangan dan kaki." tatapan Evie tajam menunjukkan rasa benci yang terpendam

"Coba saja lakukan~" dengan nada menantang kedua orang itu pergi meninggalkan Evie dan Arynn dengan tertawa puas

Setelah mereka pergi, Evie memapah Arynn yang sudah lemas itu ke uks.

"Mereka sudah sangat kelewatan.. Sampai kapan lagi kau tetap akan diam?..." Tanya Evie dengan raut wajah khawatir, ia dengan hati-hati mengobati luka Arynn

"Sampai lulus... Lagipula kepala sekolah pun tutup mulut..." Jawab Arynn dengan senyum pahitnya

"Aku bisa membuat mereka semua bersujud minta maaf padamu, Kenapa kau hanya diam dan menerima semuanya..." Evie mengusap matanya tak ingin menangis di depan Arynn

"Evie... Aku dan kau itu berbeda.. Aku menghargai semua yang kau lakukan untukku selama ini.. Aku tak ingin merepotkan mu lebih jauh lagi..."

Arynn menggenggam tangan Evie mengurangi rasa khawatirnya.

"Kau tak membandingkan penderitaan mu di sekolah dengan di rumahmu kan Arynn?" Ucap Evie yang perlahan tenang

"Setidaknya di rumah aku bisa membaca buku dengan tenang saat malam~ " Arynn tersenyum kecil

================================

Waktu pun berlalu hingga tibalah saatnya para murid untuk pulang

===============================

"Ayolah! Biar ku antar kau pulang, itu tak merepotkan ku sama sekali!" Evie terus membujuk Arynn untuk pulang bersamanya

"Tidak usah, Ibumu pasti khawatir jika kau pulang terlambat." Arynn mendorong Evie ke depan pintu mobilnya

"Tapi kau kan terluka, Kau butuh istirahat yang cukup berjalan sejauh itu pasti melelahkan!" Evie terus bersikeras

"Biasanya juga seperti ini kan? Aku baik-baik saja jangan khawatir, Evie~"

"Berjanjilah padaku jika kau terkena masalah kau harus segera menghubungi ku" Evie menyerah berdebat dengan Arynn lalu hendak masuk ke dalam mobilnya

"Baiklah, Jika aku mengingkari nya aku membolehkan mu mengantar ku pulang besok~"

Evie menutup pintu mobilnya sementara Arynn terus melambaikan tangan sampai mobil Evie berjalan pergi.

"Padahal kita sudah bersama selama 8 Tahun.. Kau tak pernah meminta bantuan padaku saat kesulitan bahkan untuk hal kecil... Mengapa kau selalu berpikir bisa melakukan semuanya sendiri? Kau bahkan memendam semua penderitaan mu sendiri... Kenapa kau begitu polos.. Arynn?" Gumam Evie dengan raut wajah sedih seraya melihat ke luar jendela mobilnya yang terus melaju.

Di sisi lain Arynn sedang berjalan pulang dan menatap ke arah langit, ia teringat kenangannya bersama Evie membuatnya tersenyum kecil.

"Kau itu sendok emas sementara aku hanyalah sebuah batu yang tak dihargai... Kita itu berbeda Evie..."

================================
Terima kasih sudah membaca
maaf jika ada kesalahan
Vote nya dong kak~
================================

Lima Kesempatan Histórias para pegar e não largar. Descubra agora