Lelaki dengan tinggi 170 sedang duduk di kosannya, tidak santai, karena fokusnya hanya pada laptop. Ia menggoreskan noda hitam, dan warna di laptop itu dengan riang.
Namun...
“SEPULUH HALAMAN LAGI?! GILA GUA MATI BENERAN NIH!”
Narei—nama panggung, sih. Nama asli: Nael Rainiere. Tapi siapa juga yang punya waktu buat nyebut nama sepanjang KRL jurusan akhir?—menghantam meja dengan kepala. Lembaran sketsa berserakan, notes naskah kebakar emosi, dan stylus menggantung nyaris jatuh ke lantai.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Dia ngelirik jam dinding. 02.38 pagi. Deadline: 07.00. Progress: 60% chaos, 30% air mata, 10% “mau nyerah tapi gak bisa.”
“Apa susahnya sih buat si Noir jatuh cinta ama ome—ARGH!”
Narei merobek-robek draft scene ke-47, di mana sang alpha ganteng, Jevan Noir Asterion, harusnya udah nyium pipi tokoh utama. Tapi dia malah… ngeluarin pedang.
Bukan metafora. Beneran pedang. Di kepala Narei, si Noir tuh udah gak bisa dikontrol. Karakter ciptaan sendiri tapi kelakuan kayak bos mafia.
“Lo maunya apa sih, Nooooir?!”
Narei meracau sambil drama baring di lantai, selimut ngelilit kayak sushi gagal. Lalu dengan suara berat penuh penyesalan, dia ngomong:
“Gini aja deh, Tuhan, semesta, siapa pun yang denger..."
"Kalo emang gua gak bisa nulis omega yang pas, gua aja deh yang jadi omega. GUA MASUK AJA KE CERITA INI!!"
…
Gelap.
Detik berikutnya, dia bangun. Kepala sakit, punggung nyut-nyutan. Bau parfum mahal. Dingin. Dan yang paling gila?
Dia duduk di ranjang empuk, dikelilingi tirai emas dan pelayan-pelayan ganteng berpakaian era kerajaan.
Salah satu dari mereka nyengir:
"Selamat pagi, Tuan Muda Omega. Duke Noir sedang menunggu Anda."
Narei teriak.
Karena di cermin, dia gak pake hoodie lusuh. Tapi jubah sutra tipis transparan yang menggantung pasrah di bahu.
Dan di lehernya... ada kalung omega yang dia gambar sendiri dari awal episode manhwa nya keluar.
“OH SIAL… GUA MASUK CERITA GUA SENDIRI??!”
"Bentar bentar, kalo di liat suasananya ini... Kayanya baru awal chapters"
"Tuan muda duk---"
"Ihhhh diem dulu engga!!! Aku lagi pusing kenapa aku bisa disini!!" Teriaknya membuat pelayanan laki laki itu tersentak
Narei membuka jendela di kamar itu, ia melihat hamparan rumput hijau yang bercahaya, dengan kicawan burung yang berisik seolah mengejek nya.
Narei terjatuh duduk di lantai, air matanya jatuh secepat jantungnya berderak sekarang.
"Kenapa gua di sini? Kenapa? Tubuh asil gua? Apa gua udah mati, ini cuma rekayasa neraka dari tuhan?" Gumam nya membuat beberapa pelayanan itu kebingungan
Belum selesai berantem dengan pikiran nya, Narei mendengar suara langkah kaki yang begitu tegas. Dis juga, bisa mencium bau yang padahal jaraknya jauh, namun tercium bau amarah, bau terong busuk yang dibayangkan saja sudah ingin muntah.
Saat lelaki gagah, dengan tinggi kira kira 185 dan badan penuh dengan otot dan urat yang terlihat begitu jelas. Menampakan dirinya, semua pelayanan berdiri tegak.
"Mana omega itu?" Tanya lelaki itu
"Sialan sialan!!!! Dia.. Dia..."
"Jevan Noir Asterion,si Tru Alpha sikopat yang dia gambar sendiri"
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
TBC
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Mampir yaa gais!!! Ini cerita baru masih hangat, di ambil dulu garansi nya..