Pagi yang cerah, udara sejuk menyeruak masuk di indra penciuman, kicauan burung yang merdu, sangat menenangkan hati. Hari ini adalah hari yang akan menguras energi sama seperti hari-hari sebelumnya. Aldean Abimantara melangkahkan kakinya masuk menuju perusahaan tempatnya bekerja saat ini, yaitu PT. Perusahaan Sinar Utama.
Ia menyapa beberapa teman yang berpapasan dengannya, aldean adalah orang yang cukup ramah kepada temannya namun sebaliknya ia akan bersikap cuek kepada orang yang tak dikenalnya.
"EYYYY, PAGI BRO." Sapa seorang lelaki dengan suaranya yang nyaring, glen. Glen adalah salah satu teman dekat aldean, ia adalah orang yang paling tengil dan nyebelin diantara teman-teman dekatnya.
"buset dah, ngagetin lu." Ucap aldean setimpal.
"elahh lebay lu, gitu doang. Btw, udah sarapan belum? gas lah sarapan." Tanya glen, karna memang pagi ini ia belum sempat sarapan.
"belum, yang lain mana? biar bareng sekalian." Kata aldean, karna sedari tadi ia tak melihat batang hidung teman dekatnya yang lain.
"dah pada di sana jir, mereka lagi nungguin kita juga disana."
Mereka berdua pun pergi menuju warung si mbok, warung yang selalu mereka datangi. Apalagi pada saat jam makan siang, karna warung si mbok merupakan warung dengan makanan enak terdekat dengan perusahaan tempat aldean bekerja saat ini.
__________________________________________________
"oy bang, sorry telat gua." Sapa aldean pada kedua teman dekatnya yang sudah menunggu kehadirannya sedari tadi.
"santai lah al, glen mana?" Tanya ricky, lelaki dengan tinggi 180 cm. Ricky adalah orang yang paling dewasa didalam pertemanan mereka, jika ada sesuatu ataupun ingin meminta nasehat, hubungi saja bang ricky.
"lah, tadi dibelakang gua." Aldean sibuk mencari-cari keberadaan glen, ia terus menelisik area sekitar warung mbok dengan indra penglihatannya.
"WOY DEAN ANJINGGG!!!" Terdengar suara seorang lelaki dari kejauhan.
"lah, nama lu al." Ujar agung, seperti halnya ricky, ia adalah orang yang cukup dewasa, selain sikapnya yang dewasa umurnya juga dewasa. Agung adalah yang tertua di dalam pertemanan mereka.
Dari kejauhan terlihat seorang lelaki berlari sembari terus mengoceh menuju warung si mbok, membuat mereka bertiga kebingungan "siapa dia?" .
"WOY DEAN ANJINGG!!"
"LU KEBANGETAN LU SAMA GUA!"
"AWAS LU DEAN!"
"WOY!!"
beberapa ocehan yang keluar dari bibir lelaki itu membuat agung dan ricky menatap aldean yang sedang bingung, ia tak bisa melihat dengan jelas wajah lelaki itu, karna jarak yang lumayan jauh, namun suaranya bisa terdengar meski dari kejauhan.
"WOY DEAN SINI LU!" glen datang dengan wajah sepet dan kening yang penuh keringat, ia langsung menoyor keras kepala aldean berkali-kali tanpa ampun.
"ARGHH WOY WOY GLEN ANJING APAAN, SAKIT BEGO!" Respon aldean.
Glen menghentikan aksinya dan membebaskan aldean meski amarahnya belum ia keluarkan sepenuhnya. Aldean mengusap kepalanya dengan wajah kebingungan. Bagaimana tidak, glen tiba-tiba datang dengan amarah layaknya ibu kos yang belum menerima uang pembayaran.
"lu ngapa sih glen? gua ada salah apa?" Tanya aldean meminta kejelasan atas apa yang telah glen perbuat tadi.
"YA MIKIR LAH!" Jawab Glen dengan ketus.
"heh ada apaan, coba jelasin pelan-pelan glen." Ujar agung, jika ia sudah turun tangan maka semuanya akan terselesaikan dengan aman.
"aldean ni bang, udah tau kakinya panjang amat kaya paku bumi jalannya kaga bisa pelan, gua ditinggal jauh dibelakang monyet." Jelas glen dengan tatapan mengintimidasi ke arah aldean.
"salah sendiri pendek." Celetuk aldean dengan sedikit tawa yang mengejek.
"gua tinggi, lu aja yang ketinggian." Balas glen, lagi.
Ricky dan agung hanya bisa pasrah dan tertawa saat melihat tingkah mereka berdua. Benar yang dikatakan glen tadi, kaki aldean memanglah sangat panjang bak paku bumi. Tingginya yang mencapai 184 cm membuatnya dijuluki sebagai tiang berjalan. Sementara glen, ia merupakan orang yang paling pendek diantara teman dekatnya, 179 cm. Sebaliknya, aldean merupakan yang paling tinggi diantara teman dekatnya.
"udah udah, sarapan dulu bentar lagi ada meeting kan sama client." Ajak ricky yang sudah kelaparan sedari tadi menunggu kedatangan dua orang itu.
"minggir lu!" Glen sengaja menyenggol tubuh aldean sebelum ia melewatinya kemudian duduk di antara ricky dan agung.
"bocah." Respon aldean.
Setelah mengisi perut dengan berbagai makanan yang ada di warung mbok, mereka pun kembali ke kantor mereka karna akan ada meeting penting hari ini.
"bang, meeting kali ini bakal lama ga?" Tanya aldean pada agung yang berjalan disampingnya.
"mungkin, kenapa al?" Agung balik bertanya pada aldean.
"client kali ini penting al, jadi kemungkinan bakal makan waktu lama, tenang aja lu presentasi gak sendirian kok, bakal ada anggota bagian promosi yang lain juga nanti." Sambung agung, ia tau hal yang dimaksud aldean itu apa.
Jika waktu meeting memakan waktu yang lama maka semakin lama juga nantinya aldean akan presentasi menjelaskan banyak hal kepada client mereka. Kebetulan, aldean adalah bagian promosi di perusahaan tempatnya bekerja.
YOU ARE READING
kita yang berbeda
Teen Fiction"aku cuma mau punya hubungan lebih sama kamu, kejora." "maksudnya?" Siapa sangka akibat ketidak sengajaan yang hampir membuat aldean terjatuh di salah satu cafe favorit kalangan remaja dapat mempertemukannya dengan perempuan manis yang sesuai deng...
