PROLOG

346 37 7
                                        

New York.

Malam.

"Miss Chiquita! There's a phone call for you!"dari arah dapur apartemen mewah bernuansa hitam putih, seorang wanita paruhbaya gendut berpakaian maid berkulit pucat, tampak berjalan tergopoh menuju sebuah pintu hitam mengkilap ruang tengah sambil membawa ponsel mahal di tangannya.

Cklek!

Dengan cepat pintu kamar itu terbuka, menunjukkan seorang gadis cantik dengan wajah bantalnya, rambut sedikit berantakan dan piyama merah mudanya."Who?"

"Your older brother..."maid itu tersenyum gembira sambil menunjukkan layar ponselnya.

Sepasang mata gadis itu membola, dia tersenyum cerah kemudian segera meraih ponsel tersebut dan membawanya ke dalam kamar.

"Oppa! Why did you just contact me?!"rengekan yang di sertai teriakan bergema di kamar Chiquita. Sambil cemberut gadis itu duduk dengan paksa di atas tempat tidurnya.

"Adik, jangan menggunakan bahasa Inggris, kau tahu Oppa tidak sepintar itu."suara sedikit berat namun lugu segera terdengar dari seberangsana.

Sambil memegang ponselnya di antara telinga, Chiquita memutar matanya malas."Arraso. Um....kapan kau akan kemari untuk mengunjungiku lagi?"

"Oppa tidak tahu,karena Oppa sedang sibuk mempersiapkan ujian untuk anak-anak di sekolah."

"Haruto Oppa, menjadi guru itu melelahkan, seharusnya kau berhenti dan tinggal bersamaku disini."keluh Chiquita sambil menurunkan bahunya.

Di balik telepon Haruto terkekeh,"Memang melelahkan, tapi Oppa sangat menyukai pekerjaan ini. Dan ya...ada beberapa hal yang ingin Oppa katakan padamu."

Chiquita mengernyit."Ya. Katakan..."

"Kau tahu Miyeon kan?"

"Ye, bukankah dia kekasihmu, Oppa?"Chiquita menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ya, dan besok malam orang tua Miyeon mengundangku untuk makan malam bersama."tutur Haruto dengan gembira.

"Apa?"Chiquita tampak terkejut, seolah tidak percaya dengan apa yang Haruto katakan."Apa kau serius Oppa? Bukankah kedua orang tua Miyeon Unnie tidak pernah merestui hubungan kalian berdua?"

"Ye kau benar, tapi entah ada keajaiban dari mana kedua orang tua Miyeon mengundangku secara pribadi untuk makan malam bersama,hari ini. Kau tahu, aku sangat bahagia Chiquita! Karena akhirnya mereka mau bertemu denganku. Jadi aku akan menggunakan kesempatan ini untuk melamar Miyeon."jelas Haruto tampak bahagia.

"Ah, aku turut berbahagia untukmu kalau begitu, Oppa."Chiquita memaksakan senyumnya, entah kenapa saat mendengar penjelasan Kakak sepupunya itu, dia seolah merasa ada hal yang tidak baik akan terjadi. Namun disisilain dia juga berharap itu hanya dugaannya saja.

'Semoga semuanya baik-baik saja'

******

Malam berikutnya,seperti biasa sepulang sekolah,Chiquita akan mengikuti kegiatan pelatihan Taekwondo bersama beberapa teman Thailandnya yang kebetulan sama-sama bersekolah disana.

Taklama, di tengah latihan tiba-tiba ponselnya yang terletak di dalam tas di tepi arena berlatih, berbunyi nyaring.

Drrttt!

Drrttt!

Secara alami Chiquita meminta ijin untuk mengakhiri latihan dan menerima panggilan teleponnya terlebih dahulu.

Duduk di tepi, dia merogoh ponselnya, melihat nama Kakak sepupunya tertera di layar, dia langsung tersenyum senang, dan mulai menekan tombol jawab.

"Oppa...kau"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 20, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

DRIPWhere stories live. Discover now