Hidup itu sebenarnya indah, asal dijalani dengan ikhlas dan perut kenyang. Setuju? Zayyan Arlanza sih setuju banget. Prinsip hidupnya simpel, "Masalah boleh datang, tapi jangan sampai ganggu jam makan. Makan dulu aja, urusan masalah nanti aja."
Hari ini Zayyan janjian dengan temannya, nongkrong di perpustakaan umum, tempat yang nyaman untuk bersantai dan baca buku gratis.
Tempat yang katanya sunyi, tapi sayangnya tidak bagi Zayyan. Temannya sangat berisik disampingnya, walaupun tidak mengganggu pengunjung lain.
Temannya bisa dibilang gabungan antara novel freak dan aktor sinetron dadakan. Sekarang saja dia lagi baca novel sambil tertawa geli sendiri, terus tiba-tiba mewek, eh, balik ketawa lagi.
Zayyan cuma bisa melirik sekilas, geleng-geleng kepala. "Lagi live action sendiri dia," gumamnya dalam hati.
Tapi ya, begitulah. Zayyan udah imun. Temannya memang begitu sejak zaman dinosaurus masih ngambek.
"Na, gue kepikiran sesuatu deh" Zayyan mengajak temannya berbicara.
"Apaan? tumben otak lo, lo pakai. Biasanya cuma makan, makan dan makan," balas Nael melihat ke arah Zayyan.
"Gue serius, gue kepikiran sama novel yang gue pinjam sama lo kemarin. Yang anjing banget adeknya, masa abang sendiri dibunuh kan babi."
"Heh, mulutnya, istighfar Zay. Namanya juga novel, fiksi lagi, ya suka suka authornya."
"Iya sih, tapi transmigrasi beneran ada nggak sih? gue mau transmigrasi ke dalam novel itu, pengen ubah alurnya sumpah."
"Dih, ada-ada aja lu. Jangan kebanyakan halu deh."
"Hehe, bercanda. Pulang yok, mau hujan deh kayaknya."
Zayyan dan Nael keluar dari perpustakaan lalu pulang ke rumah masing-masing.
Saat diperjalanan pulang Zayyan dicegat oleh sekelompok preman. Nael? mereka beda arah. Zayyan panik. Gimana gak panik, dia sendiri sedangkan lawannya ada lima orang. 'duh mati ini gua' batin Zayyan.
"Ada apa bang" ucap Zayyan berani, sebenarnya jantungnya mau copot itu.
"Serahin uang lo sini"
"Gak ada bang, lagi bokek gue"
"Bangsat, bercanda lu sama gue?" preman itu tampak murka dengan ucapan Zayyan.
"Pukul nih bocah, sampai mati kalau bisa" ucap preman itu lagi.
Zayyan yang mendengarkan itu tiba-tiba nge-blang, panik, dan panas dingin badannya. Ia memutar otak, bagaimana cara untuk kabur dari preman-preman biadap ini.
Zayyan teriak sambil melihat dan menunjuk ke arah langit, "Anjir ada sapi terbang." Preman yang penasaran juga mengikuti arah pandangnya. Melihat ada celah Zayyan langsung kabur menjauhi preman itu.
"Huh, gua kira bakalan mati hari ini. Untung premannya juga bego, mana ada sapi terbang, huft," Zayyan sibuk mengatur nafasnya yang tersenggal karena berlari terlalu jauh. Ia tidak memperhatikan dimana dirinya berdiri sekarang. Tanpa diduga dari arah belakang ada sebuah truk yang melaju ke arahnya.
Brakkk...
Tubuh Zayyan terbang seperti efek slow-motion Suho dan Seojun ketabrak di drama True Beauty, lalu menghantam aspal dengan dentuman yang bikin jantung siapa pun ikut kaget. Darah mengalir deras, membasahi hampir seluruh tubuhnya.
Matanya terbuka setengah, napasnya tersengal. Angin seolah berhenti berhembus. Waktu melambat. Suara latar musik sedih entah dari mana mulai terdengar di kepalanya.
Zayyan menatap ke langit-langit yang penuh debu, lalu tersenyum lirih.
"Jadi begini rasanya... mati tragis," ucapnya penuh penghayatan.
Hening sesaat. Lalu dia menambahkan, lebih pelan tapi tetap dramatis,
"Eh... beneran mati gue... Astaga."
...
tbc
VOCÊ ESTÁ LENDO
WHY ME? [ZAYYAN XODIAC] - REVISI TOTAL
FanficSiapa sangka ia akan bertransmigrasi ke dalam sebuah novel? Ya, Zayyan mengalami itu. #1 - zayyan || 7 Mei 2025 #20 - brothership || 26 September 2025 #1 - nonbaku || 7 Desember 2025 #5 - friends || 31 Desember 2025
![WHY ME? [ZAYYAN XODIAC] - REVISI TOTAL](https://img.wattpad.com/cover/393762538-64-k360524.jpg)