cherry blossom 1
🌸
ruang himpunan sore itu cukup sepi, karena hanya ada mereka berdua. sunwoo yang sibuk mengetik proposal dan hyunjae di sebelahnya. baru aja mereka selesai rapat untuk bahas proker himpunan selama satu periode kedepan. sisa-sisa rapat barusan seperti sticky note, pulpen, gelas plastik dan bungkus makanan masih berserakan di meja.
hyunjae berbaring di sebelah sunwoo yang sibuk dengan laptopnya.
"nu," panggilnya.
"apa?" sunwoo masih setia dengan posisinya.
"kalau misal ada event yang diganti tanggalnya gimana?"
akhirnya sunwoo angkat kepala dan natap hyunjae, "ya nanti kita rapat lagi buat bahas reschedule nya,"
"coba liat kalender dulu nu."
"kenapa ga liat sendiri aja sih?" sunwoo ngedumel, tapi tetap dilakuin. sementara yang nyuruh cuma bisa nyengir.
sunwoo buka kalender di laptopnya. "event apa yang mau diganti tanggalnya?"
"di kalender ada tanggalnya, kan?" hyunjae malah balik bertanya. pertanyaan yang sama sekali ga nyambung dengan apa yang sedang mereka bahas.
sunwoo miringin kepalanya bingung, "ya ada lah?"
"di kalender ada tanggalnya, tapi kamu ga ada tandingannya! slebew!"
tatapan aneh dan ingin mukul hyunjae dilayangkan sunwoo, "idih!"
hyunjae terbahak-bahak liat respon sunwoo.
"hyung, coba ambilin lem di tasku." kata sunwoo.
kali ini giliran hyunjae yang bingung, "buat apa?"
"buat nempelin nama hyung di hati aku." jawab sunwoo lempeng. asli, mata sunwoo bukannya natap hyunjae tapi malah terpaku ke layar laptop dan jari-jarinya fokus ngetik.
iyalah, soalnya dia ga berani liat muka hyunjae, malu!
sementara hyunjae udah nyengir lagi, kali ini lebih lebar.
"widih kim sunwoo! makin jago aja nih!" kata hyunjae sambil nyenggol tangan sunwoo main main.
"apaan sih jangan nyenggol nyenggol nanti salah ketik nih!"
hyunjae ketawa. dia selalu suka tiap liat balasan sunwoo sehabis dia isengin.
tapi yang ga hyunjae tau, sunwoo diam diam suka dengan semua itu.
***
malam itu hujan turun rintik-rintik waktu mereka selesai rapat rutin. yang lan sudah pulang duluan, takut hujan semakin deras kata mereka. sementara sunwoo dan hyunjae masih setia di ruang sekre, membereskan sisa rapat dan spanduk.
"wah, masih hujan ya," ucap sunwoo sambil melihat ke luar.
hyunjae jadi ikut melihat ke luar, "ga bawa payung?"
"ga bawa, tapi ga apa apa juga sih, kan ga deres."
"pulang bareng aja mau? aku siap jadi ojek payung buat sunwoo seorang." kata hyunjae sambil naik turunin alisnya.
sunwoo nahan senyum dan mukul pelan bahu hyunjae, "mau dibayar berapa nih?"
"dibayar pake kebersamaan kita aja, hihiy!"
"ih alay banget sumpah ew!"
lagi lagi hyunjae ketawa dengan respon yang sunwoo berikan. setelah semuanya beres mereka jalan ke parkiran. sunwoo dan hyunjae sudah sering pulang bersama jika malam menjelang seperti ini. hyunjae akan mengantar sunwoo pulang karena dia tidak bawa motor. tentu saja sunwoo tidak menolak.
perjalanan ke kos sunwoo selalu berisik. ada saja bahan untuk dibicarakan. lampu merah yang lama sekali, rekomendasi jajanan di pinggir jalan, tugas kuliah yang ga ada habisnya, bahkan kucing yang menurut hyunjae jelek yang selalu nongkrong di depan gang kosan sunwoo.
sunwoo hanya mendengarkan semua celotehan hyunjae, sesekali menimpali ucapan katin nya itu. terbahak bahak ketika hyunjae melontarkan candaan lucu. dia hanya ingin menikmati momen kebersamaan mereka.
sampai suatu malam, ketika hyunjae mengantar sunwoo kembali ke kosannya. sunwoo ga langsung masuk ke dalam, berdiri dia seperti ada yang menahannya.
"hyung," katanya pelan, hampir seperti bisikan.
"hm? ada yang mau diomongin?"
sunwoo ragu-ragu, "kalau aku bilang.. eum.."
hyunjae masih nunggu sunwoo buat lanjutin perkataannya.
"aku suka.."
"suka?"
'kayaknya ga usah deh', "aku suka susu cokelat."
hyunjae naikin satu alisnya, "oke..? apa kita lagi memasuki segmen satu hari satu fakta baru sunwoo?"
sunwoo ketawa, tawa yang dipaksakan. "IYA! ahahahaha!"
"cocok ya, sama sama manis soalnya."
"udah pulang sana!"
sunwoo rasa dia ga harus mengungkapkan apa yang dia rasakan.
***
satu periode berlalu. susah senang berhasil mereka lalui sebagai satu tim. saat ini gedung aula sudah mulai kosong. menyisakan tumpukan kertas, hiasan bunga, dan sisa nasi kotak yang belum diambil saat acara penutupan kepengurusan. di pinggir panggung, tinggal sunwoo dan hyunjae, menatap kursi-kursi kosong.
"ga kerasa ya.. udah closingan aja kita." kata sunwoo sambil peluk lututnya.
hyunjae berdehem, "besok-besok ga ada tuh begadang buat standby di venue, nyari sponsor, ribet sama vendor panggung," dia nengok ke sunwoo, "trus juga ga bisa anterin kamu pulang."
sunwoo ketawa pelan, "loh, kadang kan hyung juga suka nyamper ke kelas buat ngajakin pulang bareng?"
"iya sih, tapi semester depan kan aku udah mulai magang."
"oh iya ya.." sunwoo nunduk, sedikit kecewa dengan realita yang ga bisa dihindari, "trus aku nebeng siapa ya?"
"emang anak kelas ga ada yang sekos sama kamu?"
sunwoo ngegeleng, "di kosan ku banyakan kating. itu juga beda jurusan, jadi ga deket banget."
"tapi ada yang searah kan pulangnya?"
"ada, si jihoon sama junkyu."
"yah itu mah nanti kamu jadi nyamuk,"
sunwoo ketawa, "maka dari itu! yang lebih parah bisa bisa aku dikira pacaran bertiga sama mereka, dih ogah."
hyunjae ikutan ketawa. dia dongakin kepala, liat langit-langit ruangan. "aku bakalan kangen bercanda sama kamu, nu."
"iya lah, kan aku emang ngangenin?"
"diliat-liat makin jago aja nih,"
"bisanya ke hyung doang sih."
tatapan hyunjae beralih ke sunwoo, "lah, kenapa bisa gitu?"
sunwoo gedikkin bahu, "mungkin karena hyung enak diisengin."
"heh!"
sunwoo berdiri, julurin lidah ke hyunjae dan kabur. hyunjae buru-buru ngejar sunwoo yang tertawa lepas.
dia ga mau jadiin hari terakhir ini untuk bersedih. sunwoo bahagia kok, meskipun hanya dianggap sebatas teman saja.
karena definisi kita tidak selalu aku dan kamu saling cinta.
‒ cherry blossom 1, selesai. 🌸
YOU ARE READING
cherry blossom in april • milsun
Fanfiction》a mini project to celebrate kim sunwoo's birthday 《 ; cherry blossom in april .- unexpectedly, cherry blossom blooms in april. so does my love for you -. another milsun short stories collection lee hyunjae x kim sunwoo of tbz © ttalgigum | 2025
