"Kalau Rere besar nanti Rere mau banggain ayah,gimana Rere yang selalu bangga dengan ayah."ucap anak kecil yang sedang bergandengan dengan ayahnya,anak kecil yang selalu bangga kepada superhero tanpa sayap itu.Bagi Rere ayahnya itu seperti pahlawan super yang selalu ada buat Renata. Ayahnya menatap haru kepada anak gadis kesayangannya,yang kini memakai dress selutut berwarna pink dengan hiasan pita-pita. Lalu ayahnya pun mengusap kepala anak gadisnya itu.
"Re." panggil ayahnya. Rere pun menatap penuh ke ayahnya karena namanya di panggil oleh sang ayah.
"Ayah selalu bangga dengan Rere,waktu Rere pertama kali jalan ayah ibu senang banget,ayah bangga banget dengan Rere akhirnya Rere bisa jalan,ayah tau Rere sudah sekuat tenaga Rere waktu itu supaya Rere bisa lancer jalannya. Liat sekarang Rere udah jalan dengan lancarkan?" Tanya ayahnya,mendengar itu Rere menggangguk kepala sebagai tanda iya,ia juga terpukau ternyata ayahnya sudah bangga dengan dia dari dulu saat pertama kali dirinya bisa jalan.
Tahun demi tahun,hari demi hari sudah Renata laluin,permasalahan muncul seiring waktu demi waktu. Kini ia telah menginjak umur 21 tahun,dirinya merantau karena adanya pekerjaan di daerah lain,tidak mudah bagi Renata untuk hidup sehari-hari tanpa orang tuanya.
Biasanya di saat dia memiliki masalah ia akan menceritakan langsung kepada orang tuanya,tapi bagaimanakah ia bercerita langsung disaat jarak yang memisahkan mereka. Untungnya zaman sekarang sudah ada teknologi,ia langsung menghubungi orang tuanya.
"Ayah ibu Rere capek banget,pengen pulang kerumah Rere capek disini...." Keluh kesah Renata saat sudah berhasil menghubungi orang tuanya,ia benar-benar lelah dengaan segala hal sekarang.
"Adek,ayah yakin Rere bisa lewatin semua,ayah ibu selalu mendo'akan adek disini.Kalau Rere mau nangis nangis aja jangan ditahan,terkadang nangis itu perlu biar terasa ringan masalahnya,ayah bakal dengerin apapun cerita adek,ayah ibu bakal selalu ada buat adek." Ucap ayahnya secara lembut di telponan itu,sebenarnya ia tidak tega melihat anaknya itu menangis dengan tersedu-sedu,ia ingin langsung memeluk anak gadisnya itu,tapi jarak mereka terlalu jauh.Di malam itu Renata hempaskan semua masalahnya kepada ayah dan ibunya,ia ceritakan segalanya dengan berharap permasalahan yang ia lalui akan terasa ringan.
Bagi Renata ayahnya itu bukan hanya sosok yang baik buat dirinya dan ibunya,ayahnya itu lebih dari itu. Ayahnya selalu memperhatikan keluarganya,dan multitalenta bisa melakukan apa saja. Ayahnya itu bagaikan pahlawan. Tanpa sayap,ia akan selalu bangga sampai kapanpun terhadap ayahnya,ayahnya juga tempat cerita terbaik bagi Renata,ia tidak akan sanggup melewati hari jika tanpa dukungan sang ayah dan ibu. Terimakasih ayah kamulah superhero tanpa sayap itu.
~Tamat~
YOU ARE READING
Ia Si Superhero Tanpa Sayap
Short StoryHaloww guys,ini ni cerita pendek yang aku tulis,maaf mungkin ada kesalahan typo atau penulisan dalam cerita tersebut 🙌🙌🙌.
