PROLOG

50 7 7
                                        

    

     Apakah aku bisa selamat?
    
     Bagaimana aku bisa kembali...
 
     Siapa yang mau menolong...

Kata kata itu yang mampu aku lontarkan kuat kuat dari intuisi di dalam diriku. Sepertinya tidak ada
yang mendengarkan teriakan intui
Siku yang sudah dari tadi menggema
Untuk dimintai secercah harapan bahwa ada malaikat yang siap membantu siapa saja termasuk
diriku.

Kucoba untuk menggerakkan
seluruh anggota tubuh ini agar bisa berdiri menggapai jalan keluar dari
masalah mengerikan yang Tuhan
ujikan padaku.

Alih alih tubuh ini berfungsi
kembali, otot dan tulang yang hampir rapuh menolak untuk bekerja secara paksa, mereka lelah dengan semua guncangan dahsyat yang baru saja tubuhku alami.
 
Lalu apa yang harus kulakukan?
Di sini hanya aku sendiri,
tidak ada yang lain selain
diriku tetapi ada seekor
burung yang hinggap di
ranting pohon dan posisinya tidak
jauh dari lokasi tempat aku berada.

Suara kicauan nya membuat
atmosfer sekitar yang sebelumnya di penuhi dengan misteri sekarang jauh lebih altruistik untuk di rasakan.

Namun tiba tiba suasana di
sekitar membuat bulu kuduk berdiri secara spontan di ikuti dengan hawa dingin yang menyapu seluruh tempat ini.

Daun para pohon juga melambai
lambai mereka seperti ingin memberi peringatan pada ku tetapi aku tidak
tahu apa yang dimaksud mahluk flora tersebut.

Kicauan burung pun mulai
terdengar berisik di telinga, akhirnya burung itu terbang ke angkasa sembari berkicauan tak teratur itu membuat telinga ku menolak untuk mendengarkan nya.

Kupaksakan kaki ini untuk bergerak
karena perasaan tidak nyaman ini
mulai memenuhi raga, kaki memang
bergerak sesaat kemudian tapi aku
ini bodoh tidak memikirkan tempat
apa yang sedang kutadah dan ya aku
terpelosok cukup dalam ke jurang karena memang sedari awal tubuh
Ini sudah masuk ke jalan kematian.

Mencoba untuk tetap tenang dalam
kondisi mencekam ini, tapi nyatanya
rasa takut perlahan menyeruak ke
permukaan hingga akhirnya aku
baru menyadari ada sesuatu yang
janggal di sana.

Dinding jurang yang tak begitu
condong ke bawah dan itu sebagai
tadahan ku untuk tidak terpelosok
lebih ke dalam lagi.

Saat sedang
memeriksa bahwa semuanya aman
dan tidak di pastikan terjatuh lagi
aku melihat hal mengerikan di sana.

itu adalah hal yang paling
menakutkan dari segala kejadian
yang sudah ku alami.Dan itu yang
membuatku hilang dari pencarian
tim SAR Gunung L**** masa itu.

🕳️🕳️🕳️🕳️
terima kasih sudah membaca
mohon maaf jika ada banyak
kesalahan nya karena saya masih
Pemulaa.

JOGO WETON Des histoires addictives. Découvrez maintenant