02. Keturunan Argala

4.3K 276 107
                                        

"Aku selalu disini, jika kamu butuh pelukanku" - Aleta
__________________________________

Aleta kini sedang sedang menonton televisi di ruang keluarga, sambil menyemil cemilan yang berada di toples, ia sedang menunggu sang suami pulang dari tempat kerjanya.

Si kecil Sio tentunya sudah tertidur pulas di kamarnya, setelah selesai belajar bersama Aleta, anak laki-laki itu langsung beranjak ke kasurnya karena sudah sangat mengantuk.

tak lama suara mobil terdengar dari ruang keluarga, Aleta sudah yakin Argala telah sampai didepan rumah, ia pun beranjak dari sofa menuju pintu utama untuk menyambut suaminya.

Aleta mengembangkan senyumnya saat Argala keluar dari dalam mobil. Melihat sang istri yang berada di ambang pintu Argala pun langsung menghampirinya.

"Kak," panggil Aleta lalu menciumi punggung tangan Argala, setelahnya ia mengambil alih tas laptop yang dibawa Argala.

"Kamu langsung bersih-bersih ya, kak, nanti aku siapin baju," kata Aleta dengan penuh perhatian.

Argala tersenyum lalu ia mengangguk, "iya sayang," jawab Argala sambil mengelus rambut istrinya.

"Kamu pasti capek banget ya, kak? suara kamu kok lemes?" Aleta menoleh kearah Argala, wajahnya yang sebelumnya lemas langsung menjadi sumringah.

Argala pun menggeleng pelan, "capeknya udah hilang, soalnya udah ketemu kamu," Argala tersenyum menggoda sambil merangkul sang istri di sampingnya.

Aleta menghela nafas pelan, "Bisa aja kamu, kak, udah ah kamu masuk kamar mandi sana." Aleta mendorong tubuh Argala pelan menyuruhnya untuk segera pergi ke kamar mandi.

Argala terkekeh, sambil mengikuti langkah Aleta menuju kamar mandi, "siap nyonya," ucapnya lalu Argala masuk dan menghilang dari balik pintu kamar mandi.

Aleta menggeleng pelan, lalu ia pun segera menyiapkan pakaian untuk di kenakan suaminya setelah mandi.

Selesai dengan tugasnya, Aleta kembali duduk di depan televisi dan melanjutkan drama yang belum selesai ia tonton.

Aleta kembali membuka toples cemilannya, dengan khusyuk dia memperhatikan alur cerita drama hingga tanpa ia sadari Argala sudah duduk manis di sampingnya sambil sebelah tangannya menjulur lurus di belakang kepala Aleta.

"seru banget, ya, ceritanya?" Tanya Argala memperhatikan sang istri yang tatapannya tidak berpaling dari arah televisi.

Aleta mengangguk, "iya seru banget, ngeselin cowonya," jawab Aleta dengan matanya ya g masih fokus menatap televisi.

"Oh, iya kak." Aleta menoleh kearah Argala, "kamu udah makan belum?" Tanya Aleta.

"Sudah sayang," jawab Argala lembut.

"Kamu makan malam sama siapa?" tanya Aleta dengan raut wajah mengintrogasi.

"Tadi ada pertemuan klien, jadi aku sekalian makan malam," jawab Argala.

Aleta mengerutkan keningnya mantap mata Argala,"Beneran?"

Argala mengangguk sekali lagi, untuk meyakinkan sang istri, "iya sayang, aku makan sana klien."

"Bekal yang aku bawain tadi di makan engga?" Tanyanya lagi membahas bekal makan siang.

Argala mengangguk, "dimakan sayang, kan tadi tepak bekelnya tadi aku bawa pulang," Argala sekali lagi menjawab dengan santai supaya meyakinkan Aleta bahwa ia berkata apa adanya.

"Hm... yaudah kalo gitu, awas aja kamu ga makan bekelnya, aku kick kamu," ucap Aleta menatap tajam sang suami.

Argala terkekeh mendengarnya, "mana berani aku buang makanan spesial buatan kamu, sayang lah."

Argala2 : young papaقصص لتهوسّ بها. اكتشف الآن