Awal

47.6K 2.5K 39
                                        

Happy reading

Raka Setya Permana, seorang remaja berusia 18 tahun yang baru lulus SMA, dan sekarang ia sedang membuka kado-kado dari para penggemarnya di sekolah, jangan salah Raka ini salah satu cowok populer di sekolah bukan karna kepintarannya namun karna visual dan bakatnya dalam bola basket.

Raka mengambil bungkusan kado yang paling kecil di antara semua kado "apaan nih isinya, kecil-kecil berat" gumam Raka lalu membuka bungkusan kado yang bergambar bunga mawar itu, begitu dibuka ternyata isinya sebuah novel.

"serius nih gue dikasih ginian?" ucap Raka membulak balik novel tersebut, covernya sederhana hanya berlatar biru dan siluet sepasang pria dan wanita membelakangi, Raka ingin menyimpannya namun entah mengapa dia penasaran dengan isi cerita novel ini padahal selama ini dirinya tak pernah penasaran dengan yang namanya novel.

"gue coba baca deh" ucap Raka merebahkan tubuhnya di atas kasur dan mulai membaca novel, menghiraukan sisa kado yang belum ia buka.

Sepanjang malam Raka membaca novel itu hingga ia melewatkan waktu tidurnya, novel ini memang lumayan tebal sehingga butuh waktu untuk membacanya sampai akhir.

"uh anjir puas banget gue si bangsat akhirnya di bun bun juga" ucap Raka saat membaca bagian akhir novel tersebut dengan ending sang antagonis di habisi oleh protagonis.

"lagian aneh nih tokoh satu ngerecokin mulu adiknya, kalau iri, iri apaan coba keluarganya lebih perhatian sama dia bahkan dimanja sama bokapnya kok bisa ada tokoh se idiot ini" gurutu Raka yang masih tak habis pikir dengan salah satu tokoh novel yang ia baca.

Raka melemparkan novelnya lalu melihat jam yang dipajang di dinding kamarnya "udah pagi ternyata" gumamnya saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 6 lagi "bodo ah gue ngantuk mau tidur" ucapnya lalu memejamkan matanya untuk menuju alam mimpi.

*****

Sementara itu di dimensi lain terdapat seorang remaja terkapar di gang kumuh dengan keadaan yang tak bisa dibilang baik, kaos yang dikenakan remaja itu robek dibeberapa bagian serta darah kering dan debu menambah kesan menyedihkan, dan jangan lupakan wajahnya yang dihiasi banyak memar bahkan mata kirinya sedikit bengkak.

Jika dilihat sekilas mungkin orang-orang akan mengira remaja itu sudah tak bernyawa lantaran keadaannya yang mengenaskan tapi nyatanya mata yang terpejam itu mulai bergerak menandakan sebentar lagi akan terbuka, dan benar tak butuh waktu lama mata itu perlahan terbuka hingga netra coklat gelapnya terlihat.

Mata itu memindai sekelilingnya, terasa asing "gue dimana?" gumamnya saat melihat pemandangan yang dirinya lihat sekarang berbeda dengan terakhir dirinya lihat sebelum tidur.

Jika kalian berpikir remaja itu adalah Raka maka jawabannya adalah benar, namun hanya jiwanya sementara itu raganya orang lain.

Raka berusaha bangkit namun dirinya lansung meringis saat merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya "ah anjir kok badan gue sakit-sakit begini" ucapnya, alhasil dia memilih rebahan saja di tempat kotor ini, menjijikkan memang namun apa boleh buat?.

Raka terdiam melamun sembari menatap langit malam di atasnya "gak mungkin kan gue dibuang" gumamnya yang masih belum mengerti akan situasinya saat ini.

Merasa tak nyaman Raka kembali berusaha mendudukkan dirinya, setelah berhasil dia menyandarkan punggungnya pada dinding berlumut di sampingnya, rasanya untuk berdiri saja dirinya tak mampu, sebenarnya apa yang terjadi pada tubuhnya? kenapa terasa remuk seperti telah menjadi samsak tinju seseorang.

Kembali melamun mencerna situasi yang terjadi sampai tiba-tiba kepalanya berdenging membuat Raka meringis lalu mencengkram kepalanya, ia bahkan menarik-narik rambutnya berharap rasa sakitnya sedikit mereda namun hal itu terasa sia-sia.

Bersamaan dengan rasa sakit yang Raka rasakan ingatan-ingatan asing mengalir begitu saja menerobos masuk ke dalam kepalanya. Setelah beberapa saat Raka terdiam dengan pandangan kosong saat sakit di kepalanya telah mereda juga dirinya yang sudah memahami situasi.

"sial, bener-bener sial" ucapnya frustasi.

Kenapa Raka frustasi? karna entah bagaimana dia memasuki raga salah satu tokoh novel yang ia maki dan yang lebih parahnya sekarang sudah memasuki bab-bab akhir yang dimana tokoh ini sedang melarikan diri dari para tokoh novel lain yang sedang memburunya.

Bersambung.....

Akhir novelStories to obsess over. Discover now