...
"Nini~"panggil lelaki kecil yang berusia sebelas tahun yang mempunyai poni itu pada wanita cantik yang sepertinya berumur dua belas tahun yang duduk berayun di bawah pohon.
"Nini lihatlah apa gambaran bintang ku cantik?"tanya pria kecil itu menunjukkan gambaran bintang yang baru saja dia gambar.
Wanita yang berpipi mandu itu hanya menatap sekilas gambaran Lim dan setelah itu menatap langit biru yang begitu cerah.
Lim yang tidak mendapatkan pujian atau senyuman dari teman kecilnya itu pun cemberut dan menundukkan kepalanya melihat hasil gambarnya.
Lim kembali mendudukkan dirinya di atas rumput dan meletakkan kertas putih hasil gambaran nya tadi keatas meja belajar kecil yang dia bawa tadi.
"Rubyy~lihatlah apa awan yang ku gambar cantik?"tanya anak lelaki yang baru saja datang menghampiri Jennie.
Jennie tampak tersenyum bahagia melihat hasil gambaran laki laki yang sebaya dengannya itu.
"Woaahhh gambaran mu sangat keren Tae,aku menyukainya bolehkah gambaran mu ini untukku?"tanya Jennie dengan gembiranya.
"Boleh Ruby,aku senang karena kau menyukainya karena aku tau kau sangat menyukai langit"kata anak laki laki itu yang kini ikut tersenyum bahagia melihat Jennie yang juga tampak bahagia melihat hasil gambaran nya.
Sedangkan Lim yang melihat Jennie yang begitu bahagia dengan gambaran Tae hanya bisa menundukkan kepalanya melihat hasil gambaran bintang nya.
Dengan mata yang berkaca kaca Lim mulai melipat kertas putih itu menjadi bentuk pesawat terbang dan setelah itu Lim melipat meja belajarnya lalu merapihkan alat tulis dan cat nya dan setelah selesai Lim pun mulai menerbangkan pesawat terbang yang terbuat dari kertas hasil gambaran nya tadi dan tanpa melihat pesawat kertasnya mendarat dimana pun Lim hanya pergi berlari menuju rumahnya.
Jennie yang melihat Lim berjalan dengan cepat hanya diam dan setelah itu pandangan nya jatuh pada pesawat terbang yang terbuat dari kertas itu mendarat tepat di dekat tepi danau.
"Tae,tolong pegang ini sebentar aku ingin mengambil itu"kata Jennie memberikan gambaran Tae tadi dan setelah itu Jennie berjalan menuju pesawat kertas yang hampir saja mendarat di air itu.
Setelah mendapatkan pesawat kertas itu,Jennie dapat melihat ada gambar bintang yang digambar oleh Lim tadi.
Jennie pun menyimpan pesawat kertas itu dan kembali berjalan mendekati Taehyung yang memperhatikan nya sedari tadi.
"Ruby apa yang kau ambil tadi?"tanya Tae sedikit penasaran.
"Ini,aku mengambil pesawat kertas ini"kata Jennie memberitahu Tae dan Tae pun mengangguk.
"Loh dimana Lim?"tanya Tae yang kini mencari keberadaan Lim.
"Sepertinya dia sudah pulang Tae,lebih baik kita juga pulang karena hari sudah mulai sore"kata Jennie dan Tae pun mengangguk.
"Ruby kemari lah naik sepeda denganku agar kita cepat sampai kerumah"kata Tae.
Jennie pun mengangguk dan mulai naik di jok belakang sepeda milik Tae.
"Sudah?"tanya Tae
"Ne sudah Tae"kata Jennie yang kini memegang pinggang Tae berpegangan.
Di komplek perumahan elit Tae melihat kearah rumah Lim dan dapat Lim lihat bahwa temannya itu baru saja turun dari sepedanya.
"Hai Lim mengapa kau pulang tidak bilang bilang?"tanya Tae yang memberhentikan sebentar sepedanya di depan rumah Lim.
Jennie melihat kearah Lim yang kini hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Tae.
"Heii Lim apa kau mendengar ku?"tanya Tae.
Namun Lim hanya diam dan mengambil meja belajar kecilnya dan juga tas kecil yang berisi alat tulisnya lalu setelah itu menjatuhkan sepeda nya begitu saja dan mulai masuk kedalam rumahnya.
Tae yang melihat hal itu mengerutkan keningnya melihat tingkah Lim yang seperti marah padanya.
"Ada apa dengannya"gumam Tae
Tae pun kembali menjalan kan sepedanya menuju rumah jennie yang tidak jauh dari rumah Lim .
"Kita sudah sampai Ruby"kata Tae
Jennie pun turun dengan perlahan dan mengambil tas kecil yang berisi kamera mini punya nya.
"Terimakasih Tae"kata Jennie dengan tersenyum manis.
"Sama sama,kalau begitu aku pulang dulu yah bye bye"kata Tae yang kini mulai mengayuh sepedanya menuju rumahnya.
Jennie memperhatikan Tae yang mulai masuk kedalam rumahnya yang berjarak sepuluh rumah dari rumah Jennie.
Sedangkan rumah Jennie dan juga Lim hanya berjarak dua rumah saja.
Jennie menatap sebentar rumah Lim dan setelah itu masuk kedalam rumahnya.
.....
"Lim ada apa nak~mengapa wajah anak mommy ini cemberut seperti ini hmm?"tanya Tiffany pada anak laki lakinya itu yang tampak sedih dan cemberut.
"Hiks hikss mommy Nini tidak suka dengan gambaran Lim"kata Lim dengan sendu dan juga air mata yang mulai mengalir membasahi pipi tembem nya.
"Shttt kasihannya anak mommy ini...mengapa Nini tidak menyukainya hmm? Apa yang Lim gambar sampai Nini nya Lim tidak suka?"tanya Tiffany dengan memeluk tubuh anaknya dan sesekali mengelus punggung anaknya dengan lembut.
"Hiks tadi sore saat Lim menunjukkan gambaran Lim yang bergambar bintang, Nini seperti tidak menyukainya dan saat Lim menanyakan apa gambaran Lim cantik namun Nini hanya diam saja ,tapi saat oppa Tae menunjukkan gambar nya pada Nini,Lim melihat Nini sangat suka dan mengatakan kalau gambaran Hyung Tae sangat cantik dan keren hikss hikss mengapa Nini sangat jahat dengan Lim mom?"jelas Lim dengan menangis mengingat gambaran nya yang tidak digubris oleh wanita kecil pujaannya itu.
"Saayang~ Nini tidak jahat nak..mungkin saja Nini lagi tidak mood saja"kata Tiffany menenangkan anaknya yang masih terisak.
Diumur Lim yang masih berusia sebelas tahun,Lim sangat manja dan mempunyai hati yang begitu lembut dan saat melihat atau mendengar sesuatu yang menyakitkan pasti air matanya akan menetes bisa dibilang kalau Lim itu adalah anak mommy Tiffany satu satunya yang cengeng dan juga manja.
"Lim tidak ingin berteman lagi dengan Nini dan juga Hyung Tae "kata Lim yang terdengar dari nada suaranya bahwa Lim masih merasa emosi atau mungkin cemburu.
"Shhtt iyaa iyaa naak"kata Tiffany memeluk anaknya menenangkan.
"Mom uhukk uhukk minum"kata Lim yang terbaik karena menangis.
Tiffany pun memberikan satu gelas air putih dan Lim pun meneguk habis air putih yang diberikan oleh mommy nya.
"Sudah menangisnya?"tanya Tiffany dengan lembut dan Lim mengangguk.
"Baiklah sekarang waktunya anak mommy yang tampan ini makan malam"kata Tiffany.
Lim pun turun dari kasurnya dan menggenggam tangan mama nya berjalan beriringan menuju meja makan untuk makan malam.
