Di sebuah planet yang jauh dari bumi bernama planet Century, terjadi sebuah pertempuran hebat antara 2 kaum, yaitu bangsa Trony dan bangsa Begrus yang tengah memperebutkan sebuah batu kristal berwarna hijau bernama Sparks, batu itu memiliki kekuatan untuk mengubah nasib suatu planet tergantung kepada pemegang batu tersebut. Bangsa Trony menginginkan batu tersebut untuk kelangsungan hidup planet Century, tetapi bangsa Begrus ingin menggunakan batu tersebut untuk menghancurkan suatu planet yang dia inginkan dan planet yang ingin dihancurkan adalah Bumi. Pemimpin bangsa Trony bernama Heisen berusaha membujuk pemimpin bangsa Begrus bernama Juro untuk menghentikan pertempuran yang tidak ada gunanya itu.
Heisen: “Juro, hentikan pertempuran yang hanya akan memperburuk keadaan planet kita, bukankah kita berjanji untuk menjaga planet kita bersama? Mengapa sekarang kau menjadi seperti ini Juro? Apa yang terjadi padamu?”
Juro: “Aku hanya ingin mencari tempat tinggal baru untuk kaum kita Heisen, dengan cara memusnahkan suatu kehidupan yang ada pada planet yang aku inginkan, dan aku melihat planet yang bernama bumi cocok untuk kita tempati, karena sumber matahari dan tanah disana sangatlah sesuai dengan apa yang aku inginkan.”
Heisen: “Juro, jangan bercanda kau! Bukankah di bumi ada banyak sekali kehidupan? Kita memiliki aturan dari para pendahulu untuk jangan pernah mengganggu suatu planet apabila terdapat suatu kehidupan di dalamnya, dan sekarang kau ingin mengingkari aturan tersebut hanya untuk ambisi gila kau itu?”
Juro: “Aku tidak peduli dengan aturan sampah seperti itu, lagipula yang aku lakukan demi planet Century, jadi aku akan tetap melakukan pemusnahan massal di bumi.”
Tidak menemukan jalan keluar yang sesuai, kedua bangsa tersebut melanjutkan pertempuran hingga pada akhirnya Heisen terpojok dan tertusuk pedang milik Juro dibagian dada, di saat-saat sisa hidup nya, Heisen memutuskan untuk mengurung Juro di sebuah goa tempat planetnya, Heisen mengorbankan dirinya dan para prajurit setianya untuk mengurung Juro serta pasukannya menggunakan kekuatan tubuh mereka dan berhasil, Juro dan para pasukannya terkurung untuk selamanya, Juro akan terbebas apabila batu Sparks memancarkan aura nya dan mengarah ke planet asalnya atau serpihan batu Sparks juga bisa membebaskannya. Sementara itu, batu Sparks berada di dalam pesawat milik armada Heisen yang terombang-ambing diluar angkasa hingga kemudian sampailah di Bumi.
Di bumi, seorang mahasiswa bernama Klausev buru-buru berangkat menuju kampusnya menggunakan sepeda motor karena dia bangun kesiangan, Klausev pun mulai mengemudikan motornya dengan sangat cepat hingga hampir menabrak seorang ibu tua yang hendak menyeberang, beruntung Klausev bisa menghindarinya. Sesampainya di kampus Klausev mendapat info kalau dosen yang mengajar hari itu akan terlambat dikarenakan ada suatu urusan mendadak, Klausev kemudian menghampiri 2 teman baiknya bernama Egan dan Julian, mereka bertiga sudah berteman sejak SMA sehingga hubungan pertemanan mereka sangatlah erat. Klausev menawarkan kepada mereka untuk bermain dirumahnya sepulang ngampus karena orang tuanya sedang pergi keluar kota untuk urusan kerjaan, sehingga hanya Klausev yang tinggal sendirian saat ini dirumahnya, Egan dan Julian pun setuju untuk main ke tempat Klausev sepulang ngampus, dosen pun telah datang dan memulai pelajaran selama 2 jam.
Jam kemudian sudah menunjukkan pukul 12.50 yang artinya sudah waktunya untung pulang, Klausev langsung melesat dengan motornya untuk beberes rumah karena kedua temannya akan datang sesuai dengan janji yang tadi dibuat, Egan dan Julian pun berangkat menuju rumah Klausev dimana ketika berada dijalan mereka baru tahu kalau arah jalan menuju rumah melewati sebuah tempat pertambangan yang sudah terbengkalai sejak lama. Sesampainya dirumah Klausev, mereka langsung disambut oleh Klausev dan segera masuk ke dalam rumahnya, sembari menonton tv yang menayangkan kartun Masha and The Bear, mereka memulai obrolan agar suasana tidak sunyi.
Julian: “Sev, lu bakal berapa lama tinggal sendirian kek gini dah, ga kesepian apa lu tinggal sendirian mulu?”
Klausev: “Hmm, gua juga gatau sih berapa lama, ya mau gimana lagi coba? Ortu gua sibuk semua ya demi bisa beliin gua barang ini itu atau keinginan yang gua mau, tapi emang disisi lain gua pengen mereka tuh ada waktu buat gua.”
Egan: “Gelo, enak bener lu apa-apa diturutin gitu, gua mah suruh nabung buat beli apa-apa, gapapa Sev kan ada kita, lu suruh nginep pun kita mah gas aja hehee.”
Julian: “Gas aje gimane? Iya lu mah diizinin, lah gua mah kaga, disuruh balik buat jagain warung, adek gua susah bener diminta tolong lagian.”
Klausev: “Udah gapapa lah Jul, masih bocil gitu emang lagi gila nya main, ntar juga pas SMP dia mau tuh jagain warung.”
Julian: “Ya semoga deh Sev, cepat lah dia itu naik ke SMP, gas lah maen uno daripada bosen nih.”
Klausev & Egan: “Gas!”
Merekapun mulai bermain kartu uno hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.30, Julian kemudian memutuskan untuk pulang karena dia harus menjaga warung, sementara itu Egan memilih untuk menginap karena dia sudah izin kepada kedua orangtuanya, Julian pun berpamitan dan mulai mengendarai motor nya. Disaat Julian sedang mengendarai motor, perhatiannya tiba-tiba teralihkan pada sebuah sinar berwarna hijau yang berasal dari tempat pertambangan terbengkalai dijalan arah pulang dari rumah Klausev, Egan pun memakirkan motornya dan kemudian hendak menghampiri sinar hijau tersebut, namun tiba-tiba Egan melihat sosok seperti hologram manusia besar di tempat sinar itu muncul, Egan yang ketakutan pun segera lari ke arah motornya dan segera ngebut meninggalkan tempat itu, ternyata sosok hologram manusia tadi yang dijumpai Egan berasal dari sebuah pesawat luar angkasa yang tidak lain dan tidak bukan adalah Heisen yang ternyata sudah tiba di bumi dengan membawa batu bernama Sparks.
DU LIEST GERADE
SPARKS
ActionApa jadinya ketika 3 anak yang kehidupannya hanya makan - kuliah - main - tidur, tiba' menjadi harapan umat manusia untuk menyelamatkan bumi dari ancaman makhluk asing? Simak baik-baik ceritanya dan selamat membaca.
