"Pindah dunia pun, hidupku tetap sengsara..."
Takdir yang sengsara tidak ada bedanya, keduanya sama-sama menyakitkan.
Lebih tepatnya, kesengsaraan hidup karena kekangan dari makhluk-makhluk mitos yang ada di dunia itu.
Entah kenapa, semua Bangsa in...
Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.
Gerbang yang menjulang tinggi dan begitu lebar, mampu membuat gadis itu ternganga. Clarissa Caroline, anak tunggal yang di rawat ibu tunggal juga.
Kata ibunya, ayahnya pergi begitu saja dengan wanita lain, dan hanya karena alasan itu dia jadi membenci ayahnya dan berharap tidak akan 'pernah' bertemu dengan sang ayah.
Ting... Tong...
Dia menekan bel yang berada persis di samping, pikirannya mulai kemana-mana, "Mama bilang, kosnya sederhana, tapi apanya yang sederhana?"
"Dari semua macam kos-kosan yang pernah aku dengar, kenapa kos ini terlihat mewah dan misterius? Jadi takut," monolognya yang belum berhenti, mungkin untuk menghilangkan rasa takut, dia jadi ingin terus berbicara.
Gadis itu bukan kaget karena kemewahan atau apapun, kagetnya karena, perkataan mamanya tidak seperti apa yang dia lihat sekarang. Lagi pula dia dari keluarga kaya, jadi kalau melihat seperti ini, biasa saja.
"By the way, kenapa pintu sebesar ini belum terbuka?"
"Hello," sapa seseorang secara tiba-tiba.
Tentu saja Clarissa kaget, sampai memegang dan mengusap-usap dadanya. Dia dengan ekspresi kesal mendekat kepada orang itu, seorang lelaki, cukup tampan.
"My name is Dean, i'm your husband, in the future." Lelaki yang terlihat lucu dan menggemaskan itu, memperkenalkan dirinya dalam bahasa inggris. Tapi, alay banget, 'i'm your husband, in the future' reaksi yang bisa Clarissa keluarkan 'uek', tapi mana mungkin di depan orangnya langsung.
"Maaf, aku tidak bisa menggunakan bahasa asing, bisakah engkau memakai bahasa negara yang sekarang sedang kita injaki?" Dia berani berbohong soal ini, nanti kalau gadis itu balas, gombalannya makin-makin.
"Oh baiklah, aku kira kamu tahu bahasa inggris, jadi tadi aku memperkenalkan diriku, yang bernama-"
"Dean, kan? Kamu pasti penjaga di sini, sekarang aku minta tolong bawain kopernya yah, aku mau masuk dan istirahat," selanya begitu saja, dia tidak peduli bagaimana reaksi lelaki itu.
Kebetulan tadi, setelah kedatangan Dean, pintu gerbang langsung terbuka lebar, jadi gadis itu mengira kalau Dean adalah penjaga.
Dengan langkah sedang dia sedikit berlari menggukanan...
Ankle Boots
Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.