1. hari terakhir

69 3 0
                                        

Kau tau kan istilah hari2 sial?.. inilah yg di alami oleh wanita manis satu ini.
"Yak Kim taehyung! Ayah sudah bilang kau harusnya tinggal di asrama kau tau bukan? Ayah tidak punya uang untuk melanjutkan biaya sekolah mu ini!."
  "T-ttapi ay-aah aku han-
"Kau berani membantahku?!HAH!"
ya si wanita manis bernama taehyung  kini mengalami hari sial, mau tidak mau dia jadi pelampiasan marah sang ayah, dalam sekian menit tubuh taehyung susah penuh memar dan darah.
"A-yyah hiks a-aku m-mo-hon lepaskh i inii sakithhh"
"Menagislah aku sangat suka suaramu Baek!! Truslahh, truslah memohon kepadaku seolah2 aku ini tuhanmu"
Taehyung hanya mampu menangis dan menangis ayahnya menjadi seperti ini semenjak kepergian ibunya
  "BRUKKKK"
"BERHENTI DI SITU KIM CHAENGYEOL"
Tae refleks menoleh ke arah sumber suara yg sangat di kenalnya itu,ia ketakutan melihat pamanya berdiri di  pintu sembari memegang pistol yg meghadap ke arah ayahnya
"Hiks p-paman yongii"
Yoongi memberi isyarat agar taehyung mendekat,
Tae pun langsung berlari ke pelukan yoongi
"Sssttt tenanglah,,aku di sini slalu di sini di sampingmu" ucap yoongi sembari mengelus anak rambut Tae yg sudah menipis,
"P-paman hiks t-tad
"DORRR"
Seperti slowmo taehyung tidak percaya apa yg ada di depan matanya saat ini, kemudian dia merasa sakit bagian dada, dan nafas nya tak beraturan
"P-pa-man a apa y-ang k-au lak-uk-an  hhhh"
" Astaga taee taehyung, TAEHYUNG!!!"
"Haishh shiball" yoongi mengusap wajah nya kasar lantas ia mengambil handpone nya untuk menghubungi seseorang.
"Hei bajingan datanglah ke alamat ini aku butuh bantuan mu!"
"Pip" telepon pun mati sepihak
"Hahh, maafkan paman Tae dia berniat melukaimu aku tidak bisa melihatmu terluka maaff"
Ia terus menggenggam tangan taehyung yang hanya terlihat tulang itu.
Wiuu wiuuu wiuuu
Mobil ambulan pun sampai ke lokasi taehyung berada.
"Angkat tanganmu!!!"
Dengan segera yoongi pun mengangkat tangan
"Tiarap!!"
Memulai tiarap yoongi hanya memerhatikan taehyung tanpa menghiraukan belasan polisi yang sedang menodongkan pistol ke arahnya.
"Semua aman bawa pasien cedera segera ke ambulan"
"Baik pakk!"
"Trimakasih" ia menoleh ke arah sumber suara
"Haha seorang yoongi berterimakasih?"
"Shiball"
"Kau pergi saja menyusul ambulan aku akan membereskan tkp serahkan saja semua padaku!"
"Ok"
 

Sekarang taehyung sudah di dalam ruang rawat setelah sampai RS, dan di tangani, taehyung harus menjalani rawat inap karna luka di tubuhnya yg sangat parah.
Sudah 3 jam taehyung tak sadarkan diri, dokter kata jika taehyung tak sadar selama 5 jam maka di nyatakan koma
Yonggi berusaha mengalihkan pikiran negatifnya selain ia takut taehyung koma, ia juga takut taehyung akan membencinya setelah sadar nanti.
"Eunghh"
Deg.
"Tae , taehyung!! "
Dengan sigap yoongi langsung memencet tombol dokter yg sudah di sediakan
Ckelkkk
"Dokk dok taehyung mengeluarkan suara dokk!!! Bagaimana ini?!!"
"Tenang, tenang pak yoongi saya akan memeriksa nya sebentar"
"Selamat pak yoongi taehyung berhasil dari deteksi koma, mohon di jaga istirahat dan pola makan nya ya pak, tapi untuk saat ini belum si perbolehkan pulang ya pak!"
"Hah syukurlah, baik2 dok "
"Baik saya permisi dulu pak"

"Tae" lirih yoongi
Tae menoleh ke arah sumber suara trsebut, yoongi pun menghampirinya,
"Ekhem, Tae a-apa kau mem-mbenciku?"
"Untuk apa aku membenci paman?"
"Aku haus" ucap Tae lagi
"I- ini minumlahh."
"Paman"
"Ya" rupanya taehyung ingin menyampaikan sesuatu bgitulah pikir yoongi.
"Apa aku akan di buang?"
"Hei apa maksudmu Tae!"
"Hm aku hanya berpikir seperti apa kelanjutan hidupku saat aku tidak punya kluarga"
Yonggi hanya diam mengamati taehyung yang mulai menangis,
"Maaf"
Seketika taehyung diam dan menoleh ke arah pamanya tersebut.
"Apa yg kau bicarakan paman? Ini bukan salahmu aku tau dia akan melukaiku bukan? Makannya paman menembak ayahku" ucapnya sedikit lesu,
"Kau akan jadi anaku mulai sekarang panggil aku ayah bukan paman mengerti?!"
Setelah mengatakan itu yoongi langsung keluar ruangan, meninggalkan taehyung sendiri dalam keadaan bingung dan emosi.

kang juStories to obsess over. Discover now