"Encore... Encore... Encore"
Teriakan para Ohisama menggema di seluruh arena, memenuhi setiap sudut dengan antusiasme yang tak terbendung. Lampu panggung berpendar lembut, menyinari gadis-gadis yang berdiri di tengah panggung dengan senyum penuh kebahagiaan.
Di antara mereka, Fujishima Kaho berdiri dengan jantung berdegup kencang. Matanya menelusuri wajah rekan-rekannya yang juga tersenyum lelah, tetapi penuh kepuasan. Rasanya seperti mimpi berada di sini, menyanyikan lagu terakhir mereka untuk para penggemar yang selalu mendukung. Saat ia melangkah maju ke arah panggung...
Tiba-tiba semua nya menghilang
"Eughh... Mimpi ya... " Ucap Fujishima Kaho yang baru bangun dari tidur,
sambil menguap ia berkata "mimpi itu lagi... "
Jam menujukan pukul 7:20 pagi, seperti biasa ia memulai aktivitas nya dengan membuat kopi
Sambil membawa cangkir kopinya, ia berjalan ke arah meja kerja, sambil menatap ke arah jendela ia bergumam "Sudah kuduga, dunia yang kulihat saat ini terasa berbeda dari hari itu. Langit biru yang dulu selalu menyambutku setiap pagi kini terasa lebih luas... atau mungkin aku yang kini berdiri sendirian, sementara mereka masih berjalan bersama?"
Sebuah ruangan kecil dengan dinding putih bersih, meja sederhana, dan foto-foto lama terpajang di rak. Suara jam berdetak pelan, beriringan dengan hembusan angin yang masuk melalui jendela. Sambil menyesap kopinya pelan, ia memandangi foto yang dipegangnya, sebuah gambar dirinya bersama beberapa teman dalam balutan seragam biru muda, tertawa di belakang panggung.
Sambil menyentuh permukaan foto dengan lembut Fujishima Kaho menghela napasnya dengan pelan. "Sudah berapa bulan sejak hari itu ya? 4 bulan kah?"
Perasaan dan kenangan mendebarkan saat berdiri di atas panggung, sampai sekarang pun masih terasa. Ia memandangi langit dari jendela kamar apartemennya. Langit yang sama seperti dulu, tetapi rasanya sudah berbeda.
Dulu... semuanya terasa lebih sederhana
7 tahun sebelumnya di sebuah aula latihan di Tokyo
---
Di mana 12 gadis muda berdiri dalam barisan, menunggu instruksi pertama mereka sebagai bagian dari generasi ke-4 Hinatazaka46. Aula yang luas itu dipenuhi keheningan yang sarat akan kegugupan dan antisipasi.
Salah satu staf melangkah maju, membawa daftar nama dan berbicara dengan nada formal.
"Mulai hari ini, kalian resmi menjadi bagian dari Hinatazaka46. Tapi ingat, ini baru awal dari perjalanan kalian."
Ruangan itu kini dipenuhi perasaan campur aduk ada yang penuh semangat, ada yang canggung, dan ada yang masih berusaha memahami kenyataan bahwa mereka kini adalah idol.
Yamashita Haruka mencengkeram lengan bajunya dengan gugup, melirik ke arah gadis di sebelahnya, Shogenji Yoko, yang tampak berusaha menahan senyumnya.
"Kita benar-benar berhasil masuk, ya?" bisik Yoko, suaranya setengah tertawa.
Haruka mengangguk pelan. "Iya... kamu benar"
Di sudut lain ruangan, Kishi Honoka berdiri dengan ekspresi tenang, tetapi dari cara tangannya mengepal, jelas ada kegelisahan dalam dirinya. Ia memandang ke depan, mendengarkan setiap kata dari staf, tetapi pikirannya dipenuhi pertanyaan.
"Apakah aku benar-benar pantas ada di sini?"
Saat atmosfer yang tegang mulai menyelimuti mereka, pintu aula terbuka. Seorang member senior, Sasaki Kumi, Sasaki Mirei dan Kato Shiho Ketiganya tersenyum hangat, memberikan aura kepercayaan diri yang berbeda.
"Kalian pasti tegang, ya? Jangan khawatir, kami semua pernah ada di posisi kalian. Kalian tidak perlu langsung sempurna yang penting, nikmati prosesnya." Ucap Sasaki Kumi dengan senyum hangat nya.
"Baik.... Mohon bantuan nya" Ucap seluruh member generasi ke-4 sambil membungkuk memberi hormat
Mereka mulai saling mengenal satu sama lain. Latihan pertama mereka dimulai, penuh dengan canda tawa, tetapi juga kelelahan dan rasa frustrasi.
Namun, tidak ada yang tahu bahwa di antara mereka, ada yang akan memilih jalan berbeda. Ada yang akan bertahan dan bersinar lebih terang, ada yang akan tertinggal, dan ada yang akan pergi lebih cepat dari yang lain.
---
Kembali ke masa sekarang, Kaho masih menatap langit biru dari jendelanya. Ia tersenyum kecil, lalu bergumam pelan.
"Kita semua meninggalkan jejak di langit ini, kan?"
YOU ARE READING
Masa Muda dan langit biru
FanfictionKetika 12 gadis muda diterima sebagai generasi ke-4 Hinatazaka46, mereka tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk bersinar, tetapi juga harus menghadapi realita di balik dunia idol yang mereka impikan. Dari latihan yang melelahkan, kritik dari senio...
