"Kau seharusnya tidak berada di sini."
Jisung menelan ludah. Napasnya berat, jantungnya berdebar kencang seperti ingin keluar dari dadanya.
Di depannya, Jaemin bersandar santai di meja bar, satu tangan memegang kaleng Diet Pepsi yang sudah setengah kosong. Tatapan matanya dingin, tapi bibirnya melengkung dalam senyum kecil—senyum yang tidak seharusnya membuat Jisung merinding, tapi justru membuat tengkuknya meremang.
Dia tidak seharusnya ada di sini.
Di ruangan ini. Di pesta ini. Di dunianya.
Tapi seperti biasa… dia tetap datang.
"Aku hanya ingin—"
"Ingin apa?" Jaemin memotong, suaranya rendah dan malas. Tapi sorot matanya tajam, menusuk. Seolah membaca setiap keraguan dalam pikiran Jisung.
Jisung menggigit bibirnya. Dia hanya ingin tahu… kenapa Jaemin selalu seperti ini?
Menariknya masuk hanya untuk mendorongnya pergi. Selalu dekat, tapi terasa jauh. Dingin, tapi panas di saat bersamaan.
Jaemin menyandarkan tubuhnya ke depan, mendekat dengan perlahan—terlalu lambat, terlalu disengaja. Sampai Jisung bisa mencium aroma khasnya: parfum mahal, asap rokok, dan sesuatu yang lebih gelap. Sesuatu yang berbahaya.
"Kau tahu," gumam Jaemin pelan.
Jisung nyaris tidak sadar ketika jari-jarinya yang dingin mengangkat dagunya, memaksa mereka bertatapan.
Jaemin tersenyum. Senyum yang sama seperti malam itu.
"Aku selalu bilang, minum Diet Pepsi itu berbahaya."
"Kenapa?" bisik Jisung, hampir tanpa suara.
Jaemin tidak menjawab. Tapi dia bergerak lebih dekat—lebih dekat lagi. Detik berikutnya, bibirnya sudah menyentuh bibir kaleng Diet Pepsi di tangannya, hanya berjarak beberapa milimeter dari bibir Jisung.
Dunia terasa sunyi.
Napas Jaemin terasa hangat di kulitnya saat dia berbisik:
"Karena rasanya manis, menggoda… tapi beracun kalau terlalu banyak."
Dan sebelum Jisung sempat bereaksi, Jaemin menyentuh bibir kaleng itu dengan bibirnya sendiri—tegukan kecil, santai, tapi cukup untuk membuat Jisung terpaku di tempatnya.
Jaemin menatapnya, bibirnya masih sedikit basah oleh soda yang baru diminumnya. Dia menjilatnya perlahan, lalu tersenyum miring.
"Dan kau, Jisung… sudah kecanduan."
Cast:
Jaemin (22 tahun)
- The Dangerous Obsession.
- Jurusan Bisnis.
- Dominan, manipulatif, penuh misteri, tapi adiktif.
- Penguasa kampus yang ditakuti dan dihormati.
- Punya sisi gelap yang hanya diketahui oleh inner circle-nya (Jeno, Mark, Sungchan).
- Tidak percaya cinta, tapi memperlakukan Jisung seperti properti yang harus dia miliki .
Jisung (20 tahun)
- The Curious Prey.
- Jurusan Psikologi.
- Polos, penasaran, tapi semakin dalam semakin kehilangan kendali.
- Si bungsu di antara semuanya, sering dianggap "terlalu polos" untuk dunia Jaemin.
- Satu-satunya orang yang bisa melihat sisi lembut Jaemin.
Jeno (22 tahun)
- The Flirty Danger.
- Jurusan Teknik Mesin.
- Sahabat terdekat Jaemin, orang yang paling tahu betapa gelapnya dia.
- Sering menggoda Renjun hanya untuk melihat reaksinya.
- Terlihat santai, tapi punya sisi berbahaya seperti Jaemin .
- Tidak pernah serius dalam hubungan.
Renjun (22 tahun)
- The Fiery Lover.
- Jurusan Desain Grafis.
- Galak, gampang marah tapi pengecualian terhadap Jisung, tidak suka dikendalikan.
- Sahabat Jisung yang sangat menentang Jisung dekat dengan Jaemin.
- Satu-satunya orang yang bisa membuat Jeno serius.
Mark (23 tahun)
- The Calm Protector.
- Jurusan Sastra Inggris
- Sahabat Jaemin, tapi sering merasa dirinya satu-satunya orang waras dalam grup.
- Selalu jadi penengah di antara semua kekacauan yang terjadi
Haechan (22 tahun)
- The Chaotic Tease
- Jurusan Seni Musik
- Sahabat Jisung yang paling sering bikin keributan
- Suka mengganggu Mark karena tahu dia terlalu serius.
- Sering membuat masalah, tapi diam-diam sangat peduli pada sahabatnya
Sungchan (21 tahun)
- The Shameless Playboy
- Jurusan Hukum
- Sahabat Jaemin yang paling sering bikin onar.
- Selalu percaya diri, suka menggoda, tidak pernah terlihat serius
- Tidak suka ikut drama, tapi selalu tahu apa yang terjadi di sekitar.
Chenle (21 tahun)
- The Rich, Reckless Genius .
- Jurusan Ekonomi.
- Sahabat Jisung, Renjun, dan Haechan.
- Tidak suka kalah, bahkan dalam urusan perasaan.
- Suka taruhan dan permainan, tapi takut jika harus berhenti bermain.
Lanjut?
See you
Salam hangat dari Semenya Jisung
- Ria
YOU ARE READING
Diet Pepsi 🔞
FanfictionPark Jisung tidak pernah tertarik dengan kehidupan liar, pesta, atau permainan berbahaya. Sebagai si bungsu dari keluarga baik-baik, hidupnya selalu teratur dan sederhana sampai dia bertemu Na Jaemin. Anak tunggal dari keluarga kaya, dingin, beranda...
