✨

28.7K 846 45
                                        

                                              ~~~MINE~~~

Kaki jenjangnya melangkah gontai menyusuri sebuah lorong yang cukup gelap sore itu karena tertutup oleh gedung-gedung tinggi disekitarnya. Santa Pongsapak, kepala pemuda itu menoleh ke kanan ke kiri memastikan jika tidak ada seorangpun yang mengawasinya. Setelah memastikan semuanya aman, Santa langsung berjalan dengan sisa tenaga yang ia punya. Sebenarnya Santa tidak enak badan sejak tadi pagi, tapi ada urusan yang sangat penting yang harus ia lakukan saat ini juga sebelum dirinya berangkat ke Jepang nanti malam.

Seseorang yang akan ia temui sudah menunggu sembari bersandar di motornya yang terparkir diujung lorong. Terlihat kepulan asap begitu batang candu yang terselip diantara jari telunjuk dan jari tengahnya itu ia lepaskan dari sesapan bibirnya.

"Phi merokok lagi?"

Pertanyaan itu mampu membuat Sky menoleh, iya Wong Sky, siapa yang tidak mengenal putra pengusaha terkaya di Thailand yang memiliki paras tampan itu? Semua orang pasti mengenalnya, pemuda tanpa celah yang selalu dijaga ketat oleh Ayahnya dan satu-satunya pewaris kekayaan keluarganya.

Dirinya tersenyum, batang candu disela-sela jarinya itu ia buang ketanah, dirinya berdiri dan memijak putungnya hingga api diujung batang candu itu padam. Sky tergerak untuk mendekat kearah Santa yang berdiri tak jauh darinya.

"Hanya untuk menghilangkan stres."

"Kenapa kamu ingin bertemu denganku disini? Kita bisa bertemu di cafe atau aku bisa menghampirimu dirumah." tanya Sky.

Santa tersenyum, sebelum menjawab ia mencari tempat untuk bersandar, dan ia bersandar ditembok lorong. Sungguh, hanya untuk berdiri beberapa saat saja rasanya Santa tidak terlalu kuat, fisiknya benar-benar lelah, selain karena kesehariannya yang memang cukup melelahkan, tapi pikirannya juga tak kalah berisik dan benar-benar membuatnya lelah.

"Kita akhiri saja hubungan kita, Phi."katanya lirih.

"Hah? Apa? Kamu sadar apa yang sedang kau katakan?"

Sky mendekat kearah Santa, ia menatap yang lebih muda dengan lekat, tangannya terulur untuk menyentuh dahi Santa.

"Kamu sakit ya makanya jadi ngelantur? Mau kerumah sakit?"

Santa menghela nafas, ia cekal tangan Sky supaya tak menyentuh dahinya lagi. Ia tatap Sky sedikit mendongak.

"Phi, aku tidak melantur, aku sadar. Aku benar-benar ingin hubungan kita berakhir sampai disini saja."

Sky melayangkan tatapan tak percaya, "Santa, kamu ada masalah? Aku tidak mau hubungan kita berakhir, aku sada salah sama kamu? Kalau ada aku minta maaf."

Santa menarik sudut bibirnya, ia genggam kedua tangan Sky, menatap yang lebih tinggi dengan tatapan yang sulit dijelaskan.

"Tidak ada masalah apapun, semuanya baik-baik saja. Hanya saja setelah ku pikir-pikir hubungan kita memang sudah ditakdirkan untuk putus ditengah jalan. Ayah Phi tidak merestui hubungan kita, bukan hanya beliau, tapi seluruh anggota keluarga Phi. Aku tidak bisa hadir ditengah-tengah keluarga Phi yang jelas-jelas tidak menyukaiku sedari awal."

"Tapi kamu sudah berjanji untuk menikah bersamaku setelah luluskan?"

"Iya, tapi aku terpaksa mengingkari janjiku, Phi boleh minta apapun kepadaku sebagai tebusan karena aku mengingkari janjiku sendiri."

Sungguh, sangat menyakitkan bagi Santa untuk mengatakan ini semua. Tapi dirinya memang harus mengatakannya sekarang.

"Kalau begitu aku minta hubungan kita tetap seperti sebelumnya, bisa?"

𝐌𝐈𝐍𝐄 || 𝐏𝐄𝐑𝐓𝐇𝐒𝐀𝐍𝐓𝐀 ||Stories to obsess over. Discover now