1

4.3K 138 6
                                        


Hai manteman apa kabar?
Udah lama juga ya ngga bikin cerita😌

Selamat Membaca semoga suka😚







Beribu langkah yang telah kita ambil untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik, banyak hal-hal tidak terduga yang telah terjadi.

Menjadi independent women adalah impian banyak wanita, namun tidak banyak orang ketahui bahwa menjadi wanita mandiri adalah hal paling melelahkan, dan menguras energi.

Menduduki kursi kebesarannya sebagai pemilik perusahaan terbesar ke 3 di asia adalah bukan hal mudah, banyak yang harus di korbankan untuk mendapatkannya

Engfa Waraha wanita 29 tahun itu berhasil mewujudkan impiannya, Sejak sekolah menengah pertama engfa selalu bermimpi ingin seperti ayahnya, yang mempunyai kantor dan ruangan kerja sendiri.

Tok tok tok

Ketukan pintu terdengar dari luar ruangan engfa, tanpa mengalihkan pandanganya dari tumpukan berkas, engfa mempersilahkan sekertaris nya masuk

"Masuk"

"Ada apa?" Tanya engfa

"Nona, tuan muda Jeff sudah ada di ruang tunggu tamu" ucap sekertaris engfa

Engfa yang mendengar ucapan sekertaris nya pun langsung melihat sekertaris nya dengan mata tajamnya, "Suruh dia masuk" ucapnya langsung di angguki sang sekertaris

"Baik nona saya permisi".

←→

"Jadi—ada apa kamu datang ke kantor saya?"tanya engfa pada laki-laki muda di hadapannya

"Huh?— phi dengar aku adik kamu, masa aku harus ada apa-apa dulu baru bisa menemui kamu" ucap Jeff terdengar sedikit sebal

"Pulang saya sibuk"

"Loh loh phi benter dulu dong" Jeff segera bangkit dari duduknya ia langsung menghampirinya engfa yang sudah kembali sibuk dengan berkas-berkasnya

"Jeff dengar— kalau kamu ke sini hanya karena di suruh Daddy, lebih baik kamu pulang, Phi sibuk "ucap engfa kali ini dia lebih tegas

Jeff yang mendengar ucapan engfa pun langsung terduduk lemas. Jeff dan Engfa adalah dua saudara yang memang tidak pernah dekat sedari mereka kecil pun, sebenarnya bukan kali pertama engfa mengusir dirinya dari kantor, namun ntah rasanya kali ini begitu menyedihkan di usir oleh engfa

Jeff menatap kakanya sendu, dulu saat kecil Jeff sangat ingin dekat dengan engfa, bahkan hanya untuk bermain bersama pun Jeff tak mampu mengajak engfa. Dan saat sudah sama-sama dewasa pun Jeff masih tak mampu untuk mengajak atau menjadikan engfa tempat pulangnya saat ia merasa tak aman di dalam rumah orangtuanya.

Engfa menghela nafasnya dengan kasar, mata tajamnya melihat ke arah adiknya yang sedang memejamkan mata, "Jeff" hanya dengan memanggil si pemilik nama langsung membuka matanya dengan cepat

"Bilang pada Daddy phi akan pulang akhir bulan ini, dan tidak ada bantahan lagi. So sekarang kamu boleh pulang" Jeff hanya bisa mengangguk lemas mendengar ucapan engfa

Dengan langkah gontai laki-laki jangkung itu mulai melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan engfa.

Seiring berjalannya waktu engfa masih disibukkan dengan berkas-berkasnya membosankan itu, yang sayangnya itu adalah tanggungjawab engfa

With You Forever Where stories live. Discover now