⚠️FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️
•••
Perceraian adalah hal yang tabu bagi keluarga Theodore, dan Joana tahu itu. Namun, pernikahannya dengan Mathias Theodore-pria dengan sisi dominan yang selalu mengatur hidup joana.
Setelah berbulan-bulan mencari cara...
Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.
Mathias Hubbert Theodore adalah pria tenang, rasional, dan tegas. Dengan penampilan rapi dan kepribadian terorganisir, ia sering kali sulit dipahami. Pernikahannya dengan Joana tampak seperti rutinitas dengan emosi yang selalu memuncak, dan ia selalu menjaga jarak emosional dari orang lain. Cinta pertamanya, Helena, adalah satu-satunya wanita yang pernah benar-benar ia cintai. Meskipun terlihat tak peduli, Mathias menyembunyikan konflik batin dan perasaan terjebak dalam ekspektasi keluarganya.
Joana Brielle Callista
Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.
Joana Brielle Callista adalah wanita cerdas, anggun, dan penuh ambisi, yang selalu menjaga citra keluarganya. Meskipun kuat dan keras kepala, ia merasa terkurung dalam pernikahannya dengan Mathias. Joana berani mengambil risiko besar untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, meskipun sering kali merasa terikat oleh ekspektasi orang lain.
****
Prolog
"Terkadang, jalan menuju kebebasan adalah dengan menghancurkan ilusi yang diciptakan oleh cinta."
***
"Kau tahu? Hanya wanita gila yang mau membawa kembali cinta pertama suaminya ke dalam rumah tangganya sendiri," ujar Selena dengan nada tajam.
Matanya menyipit, menatap Joana dengan tatapan tak percaya. "Apa kau sudah benar-benar kehilangan akal?"
Joana, yang duduk santai di kursi dengan punggung tegak sempurna, hanya tersenyum tipis. Ia mengibaskan rambut coklatnya dengan angkuh, seolah komentar Selena hanyalah angin lalu.
"Gila? Aku menyebutnya cerdas," balas Joana dengan nada dingin, pandangannya penuh percaya diri.
"Pernikahan ini terlalu datar, terlalu membosankan. Dan Mathias? Dia bukan tipeku. Dia memang sempurna, tapi hanya di atas kertas. Sebagai suami? Nol besar." Sambungnya lagi.
"Bukan tipemu?" Selena mencondongkan tubuh ke depan, alisnya terangkat tinggi. "Kalau begitu, kenapa kau menikah dengannya?"
"Karena aku harus, Selena. Keluarga. Nama besar. Warisan. Semua alasan yang lebih penting daripada perasaan. Dan aku mengambil keputusan yang tepat. Aku tahu apa yang aku lakukan."
"Tepat?" Selena menggeleng, hampir tidak percaya. "Dan sekarang kau ingin melepaskan semua itu dengan membawa Helena kembali? Kau sadar ini rencana paling egois yang pernah kudengar?"
Joana mengangkat dagunya, sorot matanya tajam seperti pisau. "Mungkin. Tapi aku tidak akan membiarkan hidupku diatur oleh pria brengsek itu. Helena adalah jawabannya. Dia cinta pertama Mathias, satu-satunya wanita yang pernah benar-benar ia inginkan. Kalau dia kembali, Mathias akan melepaskanku tanpa banyak drama."
Selena mendesah panjang, menatap Joana seperti melihat bom yang siap meledak. "Dan kau pikir Helena mau kembali? Bagaimana kalau dia tidak mencintai Mathias lagi?"
"Semua orang punya harga, Selena. Jika dia mencintainya sekali, aku bisa membuat dia mencintainya lagi. Kau tahu aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan." Joana menyeringai, penuh keyakinan.
"Kau benar-benar tidak tahu takut," gumam Selena sambil memijit pelipisnya. "Jadi, apa yang kau mau dariku sekarang?"
Joana bersandar ke kursinya, menatap Selena dengan penuh tuntutan. "Bantu aku menemukannya. Aku tahu kau punya koneksi. Gunakan mereka. Cari tahu di mana dia tinggal, apa yang dia lakukan. Dan saat aku bertemu dengannya, aku akan mengurus sisanya."
"Joana," Selena berkata pelan, mencoba menahan frustrasi, "ini berbahaya. Apa kau sadar apa yang kau pertaruhkan di sini?"
"Satu-satunya hal yang aku pertaruhkan adalah kebebasanku. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun, termasuk Mathias, menahanku lebih lama lagi."