Hai! Namaku zia! tentunya ini hanya nama tokoh utamanya bukan penulis nya, namun cerita ini nyata atau hal yg pernah di rasakan dang penulis.
Di suatu hari ayahku pergi bekerja di luar negri, saat kembali ayah malah membawa wanita lain yaitu selingkuhannya
Aku memiliki adik laki laki yg masih berusia 2 bulan, disaat itu usiaku 3 tahun, adikku bernama ziel
Ya... Ingatan ku saat itu samar
Ayah dan ibuku cekcok sementara adikku menangis
Saat itu ayah ibuku memperebutkan ku yg berujung aku ikut dengan ayah, namun selama seminggu aku diantar kan pulang pada ibu karna aku selalu menangis
Sejak saat itu ayah tidak peduli lagi padaku hingga usiaku 5 tahun dan adikku 2 tahun, akupun bersekolah TK
Guruku tau bahwa Keluargaku tidak baik baik saja, guruku juga pernah bertanya kepada ku :
Guru : Zia... Apa kau yakin ayah dan ibumu akan kembali bersatu?
Dengan bodohnya aku menjawab
"Ya.. tentu! Mungkin satu tahun lagi"
(Tersenyum ceria)
Setelah satu tahun berlalu... Guru itu bertanya kembali saat Aku Hampir lulus.
Guru : Zia... Kapan ayah dan ibumu akan bersatu?
Dengan bodoh nya aku menjawab lagi
"Satu tahun lagi Bu..."
Guru : tapi ini sudah satu tahun
Disaat itulah aku terdiam dan berkata pada diriku sendiri "apa ayah ibu tidak akan bersatu?" (Gumam)
Setelah usiaku enam tahun, aku bersekolah di luar kota, tentunya suasananya berbeda, ibuku berjualan kopi dan es di suatu wisata
adikku ziel tinggal dirumah kakek dan nenek, Ziel tak pernah melihat wajah ayah secara langsung, meski begitu dia menganggap ayah sudah tiada
Ya... Inilah kisah awal kehidupan ku
Sejak usia enam tahun aku membantu ibu berjualan, hidupku berbeda dengan anak lain, dimana aku dan ibu sering di usir dari kontrakan, tidur di warung terbuka milik ibu, dan berusaha bertahan hidup berdua disana
Meski begitu.. aku termasuk anak yg ceria... Meski di sekolah aku sering di bully karna aku orang tak mampu... Bukan hanya dengan perkataan, Bahkan pukulan... Tak ada yg peduli sih, satu kelas tak menemaniku, mereka hanya melihatku, selain temanku, kakak kelasku juga mem bully ku dan meminta uang sanguku, aku juga tk pernah mengatakannya pada ibu
Sejak kelas satu SD hingga kelas 5 hal yg sama selalu terjadi, dirumah.. aku juga tk bergaul dengan anak perempuan karna semuanya laki laki
Oleh karena itu saat kelas enam SD sifatku berubah, tak ada yg berani mem bully ku, teman teman perempuanku takut padaku, dan teman laki laki ku bermain bersama ku bisa di bilang aku menjadi tomboy
Sekian dulu cerita nya... Ini tidak menarik sih... Aku hanya bercerita tentang diriku sendiri, jika ingin tau kelanjutannya... Baca yg berikutnya saja.. terimakasih sudah membaca :)
