Enjoy!
Seorang siswi berlarian di koridor sekolah, di belakangnya ada seorang guru yang mengejar dengan membawa penggaris.
"Kim Winter, berhenti atau saya panggil orang tua kamu?!" Ancam nya dengan berteriak.
Siswi yang di panggil Winter itu hanya terkekeh pelan dan mengencangkan laju nya hingga tak melihat jika di depannya ada siswi lain yang melintas.
Bruk!
"Ah!"
Siswi yang winter tabrak itu terjatuh bersama buku-buku yang di bawanya, Winter panik dan segera membantu siswi itu untuk bangun.
"Astaga sorry, saya gak sengaja sumpah! Sini saya bantu," ucap nya dengan sedikit rasa bersalah.
Siswi itu mendongak, membuat Winter terdiam sejenak. Dirinya terpaku melihat siswi di depannya yang ternyata sangat cantik, di tambah mole di bawah bibir nya.
"Gak usah! Nyusahin aja sih, kalo di koridor jangan lari-lari. Aduh pantat gue..." Ringis nya pelan, lalu meninggalkan Winter begitu saja.
Winter terdiam sambil terus memperhatikan punggung si cantik yang kian menjauh dari pandangannya, hingga tak sadar jika guru yang mengejarnya sudah berada di belakang.
"Nah ketangkap kamu!"
"Aduh pak!"
"Ayo ikut saya!"
Winter dengan terpaksa berjalan mengikuti guru laki-laki tersebut
"Kamu gak ada niatan pindah sekolah gitu? Biar beban saya berkurang satu," celetuk si guru.
Winter menoleh, "Tadi nya gitu pak, saya juga bosen di kejar bapak terus setiap hari. Tapi kayaknya saya gak jadi pindah deh, soalnya tadi saya ketemu cewek cantik."
Si guru memutar bola matanya dengan malas, sedangkan Winter sudah tersenyum manis saat melihat siswi cantik yang ia tabrak tadi berada di ruang bk.
"Hai bidadari cantik, kita ketemu lagi!"
Siswi itu menghela nafas kesal, agaknya mulai besok hidupnya tidak akan tenang.
Skip
Winter memusatkan pandangannya pada siswi yang ia tabrak tadi, entah kenapa ia jadi senang melihat gadis itu.
"Oi kenapa senyum-senyum sendiri? Kayak orang gila aja," ucap Ryujin, salah satu teman Winter.
"Ah nggak, lagi kepikiran yang lucu aja jadi pengen senyum terus."
Kedua temen winter tak peduli lagi saat Winter terus tersenyum, karena mungkin pada dasarnya otak teman nya ini sudah kena.
"Cabut yok! Bentar lagi juga pulang," ajak Yujin.
"Ayo deh, bosen juga gue di sini."
Winter setuju dan mengikuti kedua teman nya pergi, sebelum itu ia kembali melirik ke arah si siswi tadi, besok ia harus tau nama siswi itu.
•••
Agaknya dewi fortuna sedang berpihak pada Winter saat ini, entah kenapa beberapa hari ini ia jadi sering bertemu dengan siswi cantik itu, namun saat bertemu Winter selalu lupa menanyakan nama siswi tersebut.
"Pulpy orange," gumam Winter yang sibuk mengambil minuman favoritnya, setelah dapat winter berdiri.
Namun...
