Surakarta, 2017
"Ma, aku mohon izinkan aku bertemu sama Arthur," pinta Lava dengan air mata yang terus berjatuhan membasahi pipinya.
"Engga bisa!" balas Astrid dengan mata yang menatap tajam Lava.
"Ma, izinkanlah Lava bertemu dengan Arthur," Anton berusaha membujuk istrinya agar putrinya di izinkan menemui sang pujaan hati untuk terakhir kalinya.
"Papa ini gimana sih, kan Lava udah bertunangan dengan Aksa."
Lava memegang tangan dan bersimpuh di hadapan Astrid, "Tapi aku ga cinta sama Aksa ma, aku cintanya sama Arthur dan hanya Arthur seorang yang punya tempat di hati Lava."
"Mama heran banget sama kamu. Ngapain kamu mau sama anak itu? Udah cacat fisik, miskin harta pula." Kata Astrid dengan nada merendahkan.
"MAA!!" Anton membentak istrinya.
Drtt drtt
Lava segera mengeluarkan handphonenya miliknya dan tertera nama Bian di layar, kemudian ia langsung mengangkatnya.
"Hal-"
"Va, lo bisa kesini sekarang?" dari seberang sana terdengar suara parau.
"Kenapa Bi? Arthur baik-baik aja kan? tanya Lava dengan nada yang khawatir.
***
Haii!! ini pertama kali aku nulis di wattpad. Jika ada salah ejaan atau salah penggunaan kosakata, boleh kok di kritik dan jangan lupa beri sarannya juga ya.
Terima kasih..
YOU ARE READING
ARTHUR
RandomSeharusnya dari awal aku sadar, bahwa aku dan kamu tidak akan bisa menjadi kita. -Arthur
