01

7.6K 485 11
                                        

Suara berisik itu memenuhi kepala serta berbagai macam kenangan asing membuat seorang wanita berambut langit malam itu pun langsung bangkit dari tempat tidurnya. Nafasnya mendadak menjadi naik turun dengan keringat membasahi tubuhnya.

Rasa denyut di kepalanya membuatnya meringis dan menjambak rambut cantik yang ia miliki.

"AKGHHHH!!!!"

Kini ia berteriak ketika rasa sakit di kepalanya semakin menjadi-jadi, suara teriakannya berhasil menarik perhatian para pelayan yang tengah beristirahat dan buru-buru berlari masuk ke dalam kamar.

"NYONYA!!!"

Suara para pelayanan yang begitu khawatir tidak bisa menghilangkan rasa sakit di kepalanya. Satu persatu potongan ingatan masuk ke dalam kepalanya.

Kilasan ingatan seseorang wanita berambut hitam tengah duduk berhadapan dengan layar komputer dengan tangisan yang ia buat. Di layar komputer itu pun terpampang sebuah gambar sebuah karakter yang terlihat sedang meraung sedih sambil memeluk tubuh seorang gadis yang sudah bersimbah darah.

"Nyonya!!"

Deg!

Wanita itu pun membuka matanya dengan lebar, dunia seakan berhenti ketika dirinya telah mengingat kembali ingatan masa lalu dirinya yang ternyata dulunya seorang pekerja kantoran di negara Korea Selatan.

Berhentinya jeritan wanita itu membuat para pelayan memanggil orang yang mereka layanin.

"Nyonya?" tanya salah satu dayangnya di sampingnya. Dayang itu berambut coklat dengan bintik-bintik di wajahnya, matanya berwarna hijau emerald.

"Oliv..." Gadis itu memanggil nama dayangnya dengan raut wajah terkejut. Bola mata emas yang ia miliki kini turun untuk menatap kedua telapak tangannya.

"Sungguh...."

"Nyonya, anda baik-baik saja?." Oliv bertanya dan memberikan segelas air minum yang dibawakan oleh pelayan lainnya.

Gadis itu mengangguk dengan kikuk, ia menerima gelas minuman tersebut dan meneguknya hingga habis.

"Aku baik-baik saja sekarang." ucapnya dengan senyuman dibibirnya.

"Sungguh? Apa perlu saya panggilkan Dokter?" Oliv bertanya sekali lagi, ia juga membantu Nyonya-nya untuk kembali bersandar di kasur.

"Sunguh, tidak apa-apa. Aku minta maaf karena sudah membuat keributan." ucap wanita itu sekali lagi dan akhirnya mereka tidak bisa melakukan apapun lagi setelah ini.

Mereka segera membubarkan diri dan memastikan 'Nyonya' mereka istirahat dengan baik hari ini.

Pintu tertutup dengan rapat dan saat itu juga gadis itu kembali duduk dengan kedua tanga kembali menjambak rambut yang ia miliki.

"Yang benar aja... AKU MASUK KE DALAM DUNIA MANHWA." ia menjerit di dekapan bantal yang ia peluk untuk merendam suaranya agar tidak menarik perhatian orang lagi.

"Ini beneran..." ia masih tidak menyangkanya, karena sesuatu yang mustahil terjadi pada dirinya sendiri.

"Ya Tuhan... SIAPA YANG AKAN PERCAYA KALAU AKU SEKARANG JADI ISTRINYA REGIS FLOYEN DARI MANHWA 'Father i don't want to married'." Dia mengatakannya dengan penuh berapi-api.

Ia bangkit dari kasur dan berjalan menuju ke arah cermin. Mata emas miliknya menatap penuh kagum bagaimana penampilannya yang sangat mempesona. Rambut gelap yang cantik beserta bola mata emas yang begitu mencolok. Bentukan wajah yang tirus namun juga mendapatkan beberapa lemak di kedua pipinya.

"Tapi, aku bukan Amelia. Aku adalah putri kerajaan Embercrest." ucapnya lagi sambil menyentuh wajahnya. Ia berbalik dan berjalan menuju meja rias, menarik laci meja tersebut dan mengeluarkan satu buah buku kulit dengan tali yang melilitinya.

"Aku harus mencatat semuanya agar aku tidak melupakan apa yang akan terjadi di masa depan." Wanita itu pun menulis semuanya dengan rapi, namun sayang sekali ia tidak bisa mengingat pasti kapan itu akan terjadi.

"Ini luar biasa, aku bahkan tidak menyangka akan mengalami sesuatu yant luar biasa seperti ini." Dia tersenyum riang dengan wajah yang memerah akibat bersemangat.

[Name] Embercrest. Seorang putri kerajaan dari negara seberang yang memiliki keahlian berpedang serta bisa mengeluarkan aura yang menyelimuti pedangnya. Ia juga bisa disebut sebagai swordmaster. Hanya saja tidak ada yang mengenalnya karena Raja Embercrest menyembunyikan fakta tersebut.

Alasan ia bisa menikah dengan seorang Duke dari keluarga Floyen dikarenakan sebagai bukti perdamaian antar kedua negara. [Name] sangat terkejut ketika mengetahui hal ini, tentang Duke Floyen merupakan seorang duda yang memiliki putri tunggal yang bernama Juvelia.

Pernikahan mereka hanya sebatas kontrak dan tidak dirayakan, namun kabar posisi Duchess sudah diisi oleh [Name] kini sudah tersebar keseluruh Kekaisaran.

"Ini menyebalkan, kenapa aku harus menerima ini semua. Akan lebih baik aku menjadi dayang atau kesatria di keluarga ini. Aku jadi tidak enak kepada mediang Amelia." Gadis itu mendesah kecewa, tangannya mengusap poin yang menutupi jidatnya ke belakang.

"Tunggu, selama ini aku belum pernah bertemu dengan Juvelia. Berapa umur anak itu sekarang?" Ia bertanya dengan panik.

Sebelum ingatan itu muncul ia merupakan seorang Nyonya keluarga Duke yang acuh tak acuh dengan keluarganya. Hubungan mereka sangat asing bahkan mereka bertemu hanya sekali dan itu saat membahas surat kontrak pernikahan mereka.

"BAGAIMANA CARANYA AKU BISA DENGAN JUVELIA KALAU SEPERTI INI!!!!"

Wanita itu sungguh prustasi, ia menangis dalam diam karena merasa menyesal karena tidak membangun hubungan persahabatan dengan Regis. Seharusnya hubungan rekan kerja cukup untuk ini semua, namun ada alasan mengapa hubungan mereka sudah hancur sebelum memulainya.

Karena, Regis di kenal pria yang sangat mencintai mediang istrinya sehingga ia enggan berhubungan dengan wanita lain. Apalagi seseorang wanita yang telah mengambil posisi Duchess yang seharusnya hanya bisa dimiliki oleh Amelia seorang dan wanita itu adalah wanita yang diinginkan Kaisar untuk menikah dengan Regis.

Tentu saja Regis enggan memiliki hubungan dengan wanita yang dianggap sebagai mata-mata Kaisar.

[Name] kembali menghela nafas panjang. "Aku tidak mengharapkan hubungan asmara dengan Regis karena aku sangat mengetahui betapa besarnya cinta pria itu untuk Amelia. Tapi setidaknya aku ingin melindungi mereka dari kaisar brengsek itu.

"Ya Tuhan, kejadian ini semua membuatku ingin muntah." Tangan wanita itu segera menutup mulutnya sebelum isi dalam perutnya keluar. Wajahnya seketika menjadi lebih pucat.

"Aku harus istirahat sebelum memperbaiki hubungan yang berantakan ini."

TO BE CONTINUED

Yani : helo~ Yani kembali lagi dengan book baru-!! Yeyyy kini book Regis bisa kalian baca-!!! Mwehehehe, silahkan dinikmati😙😙

Untuk cerita nya ngikutin alur manhwa, dan tentu saja untuk kisah Regis dan [Name] bakalan slow burn, pakek bangett mengingat Regis itu susah luluh.

Jadii semoga kalian sukaa dengan cerita Yani yang satu ini yaa-!! Makasiii-!!!

Jangan lupa vote + komen nya!! Love you all!! 💞💞💞💞

See next chapter!!!

𝖊𝖒𝖇𝖊𝖗𝖈𝖗𝖊𝖘𝖙 𝖕𝖗𝖎𝖓𝖈𝖊𝖘𝖘 [ʀᴇɢɪs x ʀᴇᴀᴅᴇʀ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang