π–Šπ–’π–‡π–Šπ–—π–ˆπ–—π–Šπ–˜π–™ π–•π–—π–Žπ–“π–ˆπ–Šπ–˜π–˜ [ʀᴇɒΙͺs x ʀᴇᴀᴅᴇʀ]

π–Šπ–’π–‡π–Šπ–—π–ˆπ–—π–Šπ–˜π–™ π–•π–—π–Žπ–“π–ˆπ–Šπ–˜π–˜ [ʀᴇɒΙͺs x ʀᴇᴀᴅᴇʀ]

  • WpView
    Reads 163,228
  • WpVote
    Votes 22,265
  • WpPart
    Parts 77
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 25, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana jika seseorang yang lahir menjadi seorang putri kerajaan dari negara tawanan mendapatkan kembali ingatannya setelah 32 tahun semenjak dia lahir? Ingatan tentang dirinya yang merupakan seorang manusia biasa yang tinggal disebuah ibu kota. Seorang wanita yang membaca sebuah manhwa dan dia kini dilahirkan kembali menjadi karakter yang tidak pernah ada di dalam cerita itu. Rasa sakit itu muncul pada saat tengah malam, dirinya menjerit kesakitan sehingga membangunkan para pekerja di kediaman Floyen. Floyen? Itu adalah nama keluarga Duke, yang dimana kepala keluarga Duke Floyen sekarang adalah Regis. "Nyonya!" Salah satu pelayan setia bersamanya datang dengan terburu-buru ketika mendengar suara jeritan milik Nyonya Duchess Floyen. Sudah tiga tahun lamanya dirinya menikah dengan Regis. Menikahi seorang Duda anak satu, tepatnya memiliki seorang putri yang bernama Juvelian. Pernikahan kontrak yang diinginkan oleh kaisar demi bisa menahan Regis agar bisa patuh, ibaratnya memasangkan mata-mata di kediaman Floyen. Selama tiga tahun pernikahan mereka [Name] tidak pernah memunculkan kehadiranya di hadapan Regis karena adanya perasaan ingin hidup damai, itu ketika ingatan masa lalu tidak muncul pada saat itu. *** "Juvelian, kenapa kamu memanggilku Ibu?" [Name] yang tengah minum teh beraama Juvelian bertanya. Juvelian menatap wanita yang menjadi lawan bicaranya. "Itu karena Ibu adalah istrinya Ayah, itu juga sudah ditetapkan dengan hukum kekaisaran." Jawaban yang tidak terduga. [Name] memang menyukai anak ini, tidak, sejak awal dia memang sudah menyukai anak ini. Hanya masalah komunikasi antar keluarga yang menjadi permasalahan. Maka dari itu [Name] akan menyelesaikanya dan melepaskan belenggu Regis. "Tolong kerja sama dengan saya, Tuan Duke!" *** START : 11 JANUARI 2025 FIN : 26 Desember 2025
All Rights Reserved
#49
regis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END)
  • The  Replacement Lady (End)
  • Please Divorce Me Villain, I'll Raise the Child Alone

short story. seorang anak tak pernah meminta kepada orangtua nya untuk dilahirkan, pun sama hal nya seperti orangtua yang tak ingin anaknya terlahir menjadi manusia yang cacat. namanya, Longshen, putra bungsu dari tiga bersaudara yang terlahir tidak sekuat kedua kakak laki-lakinya. cacat, tidak memiliki emosi, dan selalu disebut sebagai aib dari keluarga. _________ bagi Yuan wudi, terlahir sempurna adalah sebuah malapetaka. malapetaka yang siap untuk meledak kapan saja dan dimana saja. diagungkan, dipuja-puja, disanjung, dianggap sebagai sebuah aset yang berharga, ternyata tak semembahagia-kan yang sempat dia duga. justru... ini semua cenderung menyebalkan. __________ "Meskipun aku tidak menginginkan kesempurnaan ini, bukan berarti aku harus disandingkan dengan orang cacat seperti dia!" itu adalah kalimat pertama yang Longshen dengar saat kakinya menginjak istana megah yang selama ini orang-orang idamkan. namun tak seperti mereka, pemuda itu justru lebih merindukan kamar tidurnya daripada harus terjebak bersama pria yang tampaknya, memiliki tabiat dan kebiasaan marah-marah. "Aku juga tidak mau jika harus menikah dengan orang pemarah seperti kau, wahai pangeran." balasan itu bukan hanya mengejutkan Yuan wudi, melainkan seluruh anggota dua keluarga yang saat ini tengah menyaksikan pertengkaran keduanya. "Meskipun kau tidak meminta maaf, tapi aku sudah memutuskan untuk memaafkan ucapan mu barusan. Selain karena aku sudah kebal dengan kata-kata penuh hinaan itu, kebetulan aku juga sudah mengantuk. Jadi, bisa berikan jawabanmu sekarang juga? Cukup dengan berkata, ya atau tidak." "Tidak."

More details
WpActionLinkContent Guidelines