Taehyung ketahuan selingkuh

1K 65 12
                                        




"Jung kamu lagi dimana?" Tanya jisoo melalui saluran telepon.

"Eoh aku?"

"Humm,aku sedang di perjalanan menuju pulang" sahut jungkook saat sedang mengemudi mobil.

"Jung,aku mau bertemu kamu,kamu ada waktu kan?" Tanya jisoo dengan nada sedih.

"Tentu saja,aku punya banyak waktu" ucap jungkook sekilas melirik arloji tangan nya.

"Baiklah kalau begitu aku akan ke rumah mu sekarang"

"Hm,aku tunggu" dan panggilan pun berakhir.





Satu jam kemudian




"Kringgg...kringgg..." bel pun berbunyi.

Jungkook yang saat itu sedang berada di dalam apartemen nya kini menuju pintu.

"Kliikkk..." (pintu pun di buka).

"Eoh???!!!!"

Seketika jungkook terperanjat kaget saat jisoo tiba tiba memeluk nya.

"Ji...jiss..soo..." nafas jungkook tersenggal serta gugup.ia kaku tak tau harus bagaimana.

"Jung...." Jisoo menangis saat memeluk jungkook,pelukan yang begitu erat.

Jungkook sangat gugup tidak tau harus bereaksi.ia hanya membiarkan jisoo memeluknya sesekali menepuk nepuk pelan punggung jisoo.

Tidak lama kemudian,jisoo melepas pelukan nya,lalu mengusap air mata nya sendiri.

"Maaf..." ucapnya kemudian.

"Hm..." jungkook mengangguk canggung.

"Silahkan masuk" ucap jungkook lalu menutup pintu.

Kini jisoo masuk ke dalam apartemen jungkook dan mencari sofa untuk duduk.

Tidak lama kemudian,jungkook datang membawakan segelas air minum dan ikut duduk di sebelah jisoo.

"Apa yang terjadi?" Tanya jungkook dengan nada tenang.

Jisoo masih diam tidak tau harus memulai percakapan dari mana.

"Apa karena taehyung?" Jungkook melirik jisoo dengan insting nya.

"Apa taehyung bertemu dengan mantan nya lagi?" Jungkook menyoroti wajah jisoo yang masih diam membisu.

Tidak terasa kini air mata jisoo kembali jatuh.

"Kamu benar jung,taehyung bertemu dengan mantan nya,dia membohongi ku,dia bilang pergi luar kota tapi ternyata dia bertemu dengan jenie"

Jungkook hanya mengangguk mendengar penuturan jisoo.karena setiap kali jisoo mendatangi nya tak lain dan tak bukan hanya tentang perselingkuhan taehyung.

"Memang nya kamu tau dari mana?"

"Kamu melihat nya sendiri?"

"Dari Rose...dia lah yang memberitahu ku"

Kini percakapan mulai hening,jisoo menyeduh air minum yang sudah di siapkan jungkook.

"Jung...apa yang harus aku lakukan?"

"Jujur,,,aku tidak tahan jika harus seperti ini terus menerus"

"Tolong beri saran,agar aku bisa memahami nya"

Yang di lakukan jungkook saat ini hanya lah memandangi wajah cantik jisoo.

"Putus" ucap jungkook singkat.

"Putus?" Jisoo tertegun sesaat.

"Ya,putus saja dari nya maka semua selesai" ucap jungkook menyeduh minuman milik nya.

"Tapi...???" Jisoo merasa keberatan.

"Tapi kenapa,,tapi karena kamu masih mencintai nya?" Tatap jungkook tidak suka.

Jisoo terdiam.

"Ya sudah,kalau kamu masih ingin seperti ini terus menerus silahkan lanjutkan saja hubungan kalian"

"Lagi pula dari awal aku sudah mengingatkan mu bukan?,kalau taehyung tidak benar benar putus dari jenie"

Kini jisoo tertunduk dan kembali menitikan air mata nya.ia benar benar gusar.

"Ayolah jisoo..."

"Jangan menangis di depan ku"

"Itu membuat ku ikut sakit"

Namun jisoo semakin menangis,karena selama ini jungkook lah yang selalu ada untuk dirinya.

Tidak terasa kini tangan jungkook merangkul di punggung jisoo,jungkook sedikit menggeser posisi duduk nya ke dekat jisoo.lalu mengusapi bahu teman nya itu dengan lembut.

"Sudah...lupakan saja taehyung,kamu juga berhak bahagia" ucap jungkook dengan nada lembut.

"Tidak jung,,,aku merasa bahagia bersama taehyung" nada jisoo terdengar memaksa.

Jungkook tak habis pikir.ia merasa jengkel dengan ucapan jisoo.

"Bukan hanya taehyung saja yang bisa membahagiakan kan mu,aku juga bisa" sahut jungkook kesal.

Jisoo terdiam sembari memandangi wajah jungkook.ucapan jungkook sedikit membuat nya terkejut.

"Beda jung!,kamu itu teman ku dan taehyung kekasih ku,jelas sangat berbeda"

Jungkook kesal dan melepas rangkulan nya dari punggung jisoo.

"Hahh...sulit sekali meyakin kan mu, sekarang lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan" jungkook beranjak dari tempat duduk nya karena merasa muak.

"Jung kamu mau kemana?!" Tiba tiba jisoo merengkuh tangan jungkook.

"Mandi" sahut nya singkat.

"Lalu aku bagaimana?,kamu tega meninggalkan ku sendiri disini?"

"Aku masih sedih jung" tatapan jisoo memelas.

"Kalau begitu ayo ikut mandi dengan ku"

"Eoh????" Jisoo terdiam dengan pipi yang memerah.

"Dasar mesum" jisoo marah dan melepas rengkuhan tangan nya.

Kini jungkook geleng geleng kepala melihat tingkah jisoo.

Jungkook sangat lelah menghadapi sikap jisoo dan ia memalingkan badan nya menuju kamar.

"Jangan lama lama ya...aku lapar" ucap jisoo melihati jungkook masuk ke kamar nya.

"Hm..." sahut jungkook.








Beberapa menit kemudian





"Dimana jisoo?" Jungkook heran saat keluar dari dalam kamar nya.ia tidak melihat jisoo ada di sofa.

Sedetik kemudian ia mendengar ada suara suara dari arah dapur,jungkook pun menuju ke dapur.

"Sedang apa?" Kejut jungkook saat jisoo sedang mengiris iris daging.

"Aku ingin makan ramen,perut ku lapar sekali,kebetulan ada daging di dalam kulkas mu dan aku pikir akan lebih enak jika di campur dengan daging ini"

"Sini,biar aku yang mengerjakan nya"

"Tidak apa,aku bisa kok"

"Tidak usah,biar aku saja,aku tidak ingin tangan mu terluka,pisau ku sangat tajam" jungkook mengambil pisau dari tangan jisoo.

Jisoo tersenyum malu,dan menyerahkan pisau nya kepada jungkook.

Kini jisoo hanya memperhatikan jungkook yang sedang memasak.

Setelah ramen nya matang,mereka makan bersama di meja makan.

Jisoo tampak lahap dengan ramen yang di buatkan jungkook.

"Dari sekian banyak penjual ramen hanya ramen buatan mu yang sangat enak" puji jisoo.

"Benarkah?" Tatap jungkook begitu senang melihat wajah bahagia jisoo.

"Hmm...benar,aku tidak bohong"

"Kalau begitu menikah dengan ku maka aku akan membuat kan semua makanan yang enak untuk mu" pungkas jungkook memandangi jisoo.




Bersambung

AFFAIRWhere stories live. Discover now