Prat 1

8 2 0
                                        

Sinar matahari memasuki kamar seorang perempuan cantik yang masih terlelap, mata indah nya bahkan masih tertutup rapat dengan cantik. " ARA! MAU SAMPAI KAPAN KAMU TIDUR" terikan itu menggema di vila dengan nuansa cantik dan tentu saja estetik.

Tok tok tok

Ketukan pintu itu membangun kan ku dari tidur, perlahan mata cantik ku membuka dan sedikit demi sedikit sinar matahari memasuki indra penglihatan ku, aku pun segera bangun dari tempat tidur ku dan membuka kan pintu yang terus menerus di ketuk oleh orang yang berada di luar nya.

" Iya papah ara bangun " ucap aurora sambil menguap dan melihat papah nya malas, padahal kan dia sudah bangun walaupun mata nya masih tertutup pikir arurora sambil melihat papah nya yang sangat kelihatan kesal itu.

" kamu ini anak perawan harus nya bangun pagi, ini lagi kenapa belum siap - siap kita bentar lagi berangkat pulang ke jakarta " ucap papah nya aurora yang bernama Mahardika Smith, kalian tak salah baca marga Smith adalah marga orang yang tidak sembarangan, mereka adalah keluarga pengusaha kaya raya yang memilikin perusahaan di mana - mana.

" Iya papah sayang, ara siap - siap dulu " ucap ara sambil tersenyum ke papah nya.

" papah tunggu di bawah harus sudah siap " ucap papah nya sambil menuruni tangga.

Aurora melakukan ritual mandi nya seperti biasa dan langsung memakai baju kesukaan nya, dress putih pendek selutut dengan balutan cardigan hijau muda yang cantik dan tam lupa sepatu mini malis yang terlihat simpel itu terlihat cantik di pakai aurora.

Aurora turun dan keluar dari rumah dia melihat sang papah yang sudah berada di luar mobil bersama satu laki - laki, bisa di lihat dia seumur dengannya. Aurora tak ingin ambil pusing lalu berjalan mendekati papah nya yang sedang asik mengobrol itu.
" pah " ucap aurora pelan sambil memegang pundak ayah nya untuk menyadarkannya bahwa anak nya sudah turun dan berada di dekatnya, " sudah selesai anak papah " ucap mahardika sang kepala keluarga  dan di balas dengan anggukan dari sang anak.

" oh iya, ara kenalin ini Arshaka Dikta Mahartama anak nya tante Tita " ucap papah nya sambil memperkenalkan anak teman nya itu, aurora tersenyum dan bersalaman " oh hai gue Aurora jingga Smith" Arshaka yang mendengar itu pun tersenyum " salam kenal ara " ucap Arshaka sambil menatap mata cantik Aurora.

Aurora yang mendengar nama sebutan yang hanya di ketahui oleh papah nya dan keluarga nya saja tapi ini orang asing tiba tiba memanggil nya dengan nama spesial nya.

Kerutan di kening Aurura semakin menjadi dan menampakkan jelas dia bertanya kenapa lelaki ini tau nama panggilan nya?

Arshaka tersenyum karena menyadari situasi ini lalu dia berkata " lo lupa sama gua ? Ini gua shaka masa lo lupa " ucap cowo yang bernama Arshaka itu sambil tersenyum.

Aurora hanya dia memandangi wajah yang tak asing di depan nya seperti pernah bertemu tapi di mana, tapi Aurora tidak ingat sama sekali.

Helaan nafas terdengar dari Arshaka
"gapapa kalo lo ga inget" ucap Arshaka langsung masuk ke dalam mobil untuk segera berangkat mengantar mereka ke  kereta.

Sebenernya Arshaka sangat kecewa pasalnya teman masa kecil nya ini tidak mengingat nya sama sekali.

Arshaka kemudian menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran tersebut dia lupa bahwa Aurora  pernah mengalami kecelakaan yang membuatnya hilang ingatan sebagian dan Arshaka memaklumi itu sekarang.




*****
flashback

" Shka liat ituuu Ara mau itu boleh yaa satu aja ko ga banyakk" ucap gadis kecil itu yang bernama Aurora.

"Ya udah Ara tunggu di sini sebentar ya Shka mau ambil uang dulu, jangan kemana mana loh yaa" ucap Arshaka sambil berlari meninggalkan Aurora untuk mengambil uang kepada mamah dan papah nya yang berada di taman.

" isss Shka lama banget tau Ara mau balon ituuu, apa Ara kesana aja duluan ya" pikir Aurora.

" ya udah deh aku kesana aja duluan" ucap Aurora sambil berlari ke sebrang jalan sana tanpa melihat sekeliling dulu.

Arshaka yang telah mengambil uang pun kaget melihat Aurora yang menyebrang jalan raya sendirian, Arshaka terus meneriaki Aurora karena ada sebuah mobil besar yang ingin menabrak Aurora tapi anak kecil itu tidak mendengarkan nya dan alhasil Arshaka berlari untuk menyelamatkan Aurora namun sayang mereka berdua tertabrak truk besar itu dan mereka terpental.

Semua orang yang melihat itu pun langsung memanggil ambulans dan membawa kedua anak tersebut ke rumah sakit, bahkan mamah dan papah nya Arshaka sangat terpuruk atas kejadian itu.

Papah nya Aurora yang mendengar berita anak nya kecelakaan pun langsung bergegas ke rumah sakit untuk menemui putri semata wayangnya.

Akhirnya papah dan mamah nya Arshaka memutuskan untuk membawa Arshaka keluar negri untuk pengobatan nya dan di setujui oleh papah nya Aurora.
******

Dan akhirnya mereka di pertemukan lagi, memang semesta tidak pernah berbohong soal janji yang pernah Arshaka janjikan ke pada Aurora bahwa diri nya takkan pernah pergi jauh lagi.


























_______________

hahahhahaha gimana nih cerita nya bagus ga?

coba dong komen gimana cerita nya, maaf ya kalo ada typo soalnya masih pemula >_<🙏

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 11, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Hari - Hari Yang Indah Kini Telah SirnahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang