pertemuan yang terjadi secara tiba-tiba
membuat jarak semakin menipis diantara kita
renjana yang tak pernah terbayang
tiba-tiba datang dikala senggang
renjana yang kukira hanya singgah
nyatanya belum juga bergerak melangkah
Ia yang membuat jiwa semakin terikat
Ia juga membuat renjana semakin pekat
Renjana yang telah terucap olehnya
menghadirkan canggung diantara dua jiwa
kenyataan bahwa renjana itu digenggam bersama
membuat jiwa terhanyut dalam bahagia semata
asmaraloka yang kuharap berakhir indah
nyatanya menjadi akhir yang tak terduga
Ia yang bersyair dengan sangat indah
nyatanya mampu menyayat dengan buta
akhir yang kuharap tak pernah berakhir
kini berdiri menatap tajam menggenggam syair
syair gulita yang menepis segala rasa
dan Ia tak pernah menyadari bahwa ia menggenggam nya
ketidaksadaran nya mencekik dan mengikat jiwaku
akankah Ia membuka ikatan yang terlilit di jiwaku?
kini sabitah telah menghilang dipenghujung mata
Dan jiwaku masih disini, hidup tercekik dengan derana semata
***
YOU ARE READING
pena lara
RomancePencinta narasi, penggubah romansa, dan penjaga mimpi di antara larik-larik kata
