01.Jebakan

58 8 4
                                        


Sebelumnya, maaf jika ada typo dalam penulisan ku yaa~
Selamat membaca 💗

***

Sinar mentari memancar melalui jendela kamar. Suara kicauan burung yang merdu, semilir angin yang masuk melalui fentilasi kamar, disertai gemerisik dedaunan yang berjatuhan di luar membuat suasana pagi hari itu terasa begitu tenang. Vio tertidur pulas diatas kasur yang lembut bagai sutra.

Tetiba, alarm nya berbunyi menunjukkan waktu pukul 6 pagi.

"Violina ayo bangun nak!" suara lembut bunda Vio mencoba membangunkan putri nya.

Sejatinya dia adalah gadis berusia 24 tahun yang tidak bisa bangun tidur sendiri.

Vio pun segera beranjak dari tempat tidur dan langsung bersiap hendak menuju rumah sakit tanpa sarapan terlebih dahulu, kebiasaan itulah yang  selalu membuat bundanya marah.

"Vio ayo sarapan dulu! Bibi udah siapin makanan di meja makan,"

"Nggak usah bunda..aku langsung berangkat aja." sahut nya sambil mengenakan sepatu.

"Tunggu, ini bawa bekal aja, nanti dimakan yaa," ujar bunda.

Bagaimanapun cara Vio untuk menolak, namun bunda nya tetap tidak akan membiarkan putrinya itu pergi dengan perut kosong.

"Iya deh Bun, dadah aku pergi dulu ya" ucapnya sambil melambaikan tangan.

"Iya nak, hati—hati ya," sahut bunda Vio sambil mengantarkan nya didepan pagar rumah.

Sesampainya di rumah sakit...

Banyak pasien berdatangan sehingga jadwal Vio hari itu terasa begitu padat.

Huh.. jadwal kali ini sangat padat, rasanya aku ingin segera pulang.

Di sela-sela kesibukannya ia menyempatkan untuk makan bekal yang dibawakan oleh bundanya. seperti biasa, seolah bundanya sudah hafal makanan favorit Vio yaitu spaghetti bolognese, hingga ia dibawakan bekal itu dan bersemangat untuk menyantapnya.

Dari saku celana terdengar suara ponsel Vio berdering.

Setelah melihat layar ponsel ternyata itu adalah panggilan suara masuk dari salah satu temannya yang dulu satu fakultas kedokteran, saat mereka masih berkuliah di universitas ezdecia. Ia bernama Annaya putri bimantara, Vio sering memanggil nya 'Naya'.

Tanpa berpikir panjang langsung  diterima panggilan dari Naya itu.

"Hallo dokter vio, gimana kabarnya?,udah lama nih nggak ketemu" candaan Naya dengan suara yang excited di ponsel.

"Hallo juga Bu dokter Naya, kabarku baik, kamu sendiri gimana?"

"Kabarku juga baik kok hehehe," jawaban dari Naya itu membuat hati Vio terasa lega.

"Ada apa nihh kok tumben telfon aku?"Vio bertanya penasaran.

"Emm..nanti malam free nggak?"

"Iya free kok Nay, kenapa? tanya Vio.

"Wahh kebetulan nih, ayo nanti 8 malam kita ke star cafe!," ajak Naya.

"Boleh nih,udah lama juga kan kita nggak ketemu," ucap Vio.

"Sharelock Nay, Nanti aku minta antar supirku,"

Seketika jawaban dari Vio itu membuat Naya berpikir sejenak.

Waduh, kalo Vio pergi sama supirnya bisa gagal rencana ku, batin Naya.

"Halo Nay.. kok diem aja"

FAILED EVIL INTENTIONS Where stories live. Discover now