prolog

161 18 3
                                        

Allesha adalah seorang gadis yang cenderung pendiam dan enggan berinteraksi dengan orang lain. Setiap harinya, dia lebih memilih untuk berbaring di rumah sambil bermain ponsel. Bahkan, saat di sekolah, yang terlintas di pikirannya hanyalah ingin segera pulang. Orang tuanya pun sudah merasa lelah dengan sikap antisosial yang ditunjukkan oleh anaknya.

"Banyak banget sih!" gerutu Allesha saat dihukum oleh guru untuk membersihkan halaman belakang sekolah yang dipenuhi daun-daun kering.

Pak Anto yang mengawasi dari pinggir halaman berteriak, "Cepat selesaikan hukumanmu dan segera kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran!" Setelah mengatakannya, Pak Anto pun meninggalkan Allesha yang tengah sibuk menyapu halaman.

"Gila! Ternyata gue lemah banget, anjir! Gimana mau jadi istri orang kalau kayak gini," gerutu Allesha kesal sambil merasa frustasi dengan kekuatan fisiknya yang terbatas. Wajah polos khas anak SMA yang belum mengenal produk perawatan kulit itu tampak dipenuhi kekesalan.

"Muka standar cenderung jelek, tapi ngarep jadi istri orang. Orang juga punya kriteria kali. Udah mah muka pas-pasan, dekil, lemah lagi. Mana ada yang mau sama lo?" ucap Riki yang juga dihukum karena terlambat, dengan nada mengejek. Ia memandang Allesha dengan jijik, yang kini hanya terdiam dan terus melanjutkan hukumannya.

Riki yang menyaksikan itu pun terkekeh, "Kenapa diem? Kena mental ya lu?" ejeknya sambil menatap Allesha yang tampak menahan tangis.

Meskipun Allesha terlihat tidak peduli, sebenarnya ia sering terpengaruh oleh kata-kata orang lain. Ucapan dan perlakuan mereka sering membuatnya sadar dan menarik diri dari pergaulan. Dunia Allesha berputar di sekitar rumah, bermain HP atau membaca novel—namun jauh di dalam hatinya, ia berharap ada seseorang yang bisa mencintainya dengan tulus dan menerima dirinya apa adanya.

Sejak SD, Allesha sudah sering dibully oleh anak laki-laki dengan mengolok-olok penampilannya, yang membuatnya semakin tidak percaya diri dan menjadi pendiam. Ia lebih nyaman beraktivitas dan menunjukkan keaktifannya hanya di sekitar orang-orang terdekat.

Allesha juga dikenal sebagai gadis yang anti laki-laki. Setiap kali bertemu atau berpapasan dengan laki-laki, ia akan langsung menundukkan kepala dan menghindari interaksi lebih lanjut. Allesha selalu merasa tidak pantas berada di sekitar mereka.

"Kalau aja gue ada di dunia fantasi jadi putri cantik, pasti gue nggak bakal diperlakukan kayak gini," bisiknya dalam hati sambil memejamkan mata.

Kini, Allesha kembali berbaring nyaman di atas kasurnya dan membuka aplikasi TikTok. Aktivitas scroll-nya terhenti ketika sebuah video muncul, mempromosikan sebuah novel fantasi yang langsung menarik perhatiannya.

Keesokan harinya, Allesha langsung menuju Gramedia untuk membeli novel fantasi yang ia lihat di TikTok semalam. Ia sangat penasaran dengan cerita dalam novel berjudul *In the King's Grip*. Genre fantasi seperti itu memang sangat ia sukai, jadi tanpa banyak berpikir, ia memutuskan untuk membeli novel tersebut.

Sesampainya di Gramedia, Allesha langsung menuju rak-rak yang berisi novel dan mencari yang ia inginkan, lalu membayarnya dengan cepat. Tanpa membuang waktu, ia langsung membuka halaman terakhir novel tersebut, sesuai kebiasaannya yang suka mengecek ending cerita terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membacanya dari awal.

"Dan akhirnya, Aureline mati di tangan Lucian karena keegoisannya sendiri," baca Allesha dengan serius, lalu melanjutkan, "Kehancuran terjadi di mana-mana setelah kematian Aureline. Wilayah kerajaan bagaikan danau darah yang haus akan nyawa."

Saat membaca dialog terakhir dari Lucian, Allesha tak sanggup melanjutkan. Ia menutup buku itu dengan kasar.

"Anjing! Sad ending," keluh Allesha, merasa kecewa. Ceritanya bagus, tapi berakhir tragis, yang tidak ia harapkan.

"Udah lah, gak jadi baca. Gue nggak mau cari penyakit," katanya lagi, memutuskan untuk memasukkan novel itu ke dalam tas. Ia lalu memasang headset dan keluar dengan langkah cepat.

Tiba-tiba, terdengar suara klakson mobil yang semakin mendekat. *Tin... tin... tinnnn!*

Namun, sebelum Allesha bisa menghindar, sebuah tabrakan keras terjadi. "Brukkk!" dan kemudian suara benturan yang mengerikan.

"Braakkkhhh..."

Allesha terjatuh dan mendengar banyak langkah kaki mendekat ke arahnya, suara mereka semakin jelas, namun ia tidak mampu bergerak. Sebelum akhirnya, ia menutup matanya dengan air mata yang mengalir, merasakan dunia semakin gelap di sekelilingnya.

.
.
.
.
.

lanjut chapter satu gak guys?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

lanjut chapter satu gak guys?

The Monarch's PuppetTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang