Do Eunho tidak suka menari, ia bahkan benci melakukan hal itu.
Dan dengan polosnya ia mengatakan semua itu di hadapan wajah Hamin, yang merupakan seorang koreografer. Sekaligus menjadi satu-satunya anggota yang selalu sabar mengajarkannya menari.
Tidak seperti Bamby yang selalu tersulut emosi, apalagi jika yang di ajarkan nya adalah seorang Do Eunho.
Sudah di pastikan mereka hanya akan terus bertengkar, bukannya belajar mendalami koreografi.
“Haah, aku lelah sekali. Bisakah kita sudahi latihan hari ini?” Keluh Eunho dengan tubuh yang telah di banjiri oleh keringat, karena hampir seharian ini ia bersama teman-temannya terus berlatih koreografi untuk persiapan album comeback mereka.
“Jika memang Eunho hyung sudah terlampau lelah, mari kita akhiri latihan hari ini.” Hamin berujar dengan nada malas, wajahnya yang terlihat datar sama sekali tak menoleh untuk menatap Eunho yang beristirahat di samping Yejun.
Ketika Noah baru saja akan menanggapi penuturan Hamin, pria jangkung berkulit tan itu sudah terlebih dahulu melenggang pergi meninggalkan ruang latihan. Tanpa sepatah kata pun.
Hal itu membuat teman-teman nya mengangkat sebelah alis mereka kompak, bingung dengan sikap Hamin yang tiba-tiba pendiam.
Bahkan selama mereka latihan hari ini, Hamin menunjukkan wajah datar tanpa minat. Dan enggan untuk berbaur bersama teman-temannya yang lain.
Itu benar-benar tidak seperti anggota termuda mereka yang selalu gembira, ceria dan berisik.
“Ah, sepertinya bayi besar kita sedang dalam suasana hati yang buruk.” Gumam Yejun menatap kepergian Hamin yang bahkan sudah tidak terlihat lagi.
“Apa telah terjadi sesuatu pada nya?” Tanya Eunho sedikit khawatir dengan suasana hati sang anggota termuda.
Kurang dari sepuluh detik setelah mengatakan itu, sebuah botol air mineral melayang menghantam kening mulus Eunho. Membuat nya meringis kesakitan.
“Bamby hyung! Apa yang kau lakukan? Ini menyakitkan,” Keluhnya pada sang pelaku. Yang tak lain dan tak bukan adalah Bamby.
Pria bersurai merah muda itu mendengus kesal, bersedekap santai. Seakan tak melakukan apapun.
“Asal kau tau, Hamin menjadi seperti itu karena ulah mu!” Ketus Bamby berjalan keluar dari ruang latihan.
Tanpa menanggapi teriakan Eunho yang meminta penjelasan pada nya, tentang apa yang baru saja di tuturkan.
“Hyung, apa benar Hamin seperti itu karena ulah ku? Tapi aku tidak ingat telah berlaku buruk padanya,” Eunho bertanya. Sembari terus mengingat-ingat, apa ia pernah memperlakukan Hamin secara buruk. Sehingga bayi besar itu mendapatkan suasana hati yang jauh lebih berantakan.
Dan Eunho mengingat betul, bahwa ia tidak pernah melakukan hal tersebut. Ia bahkan selalu berusaha untuk membuat Hamin bahagia saat berada di sekitar nya.
Sementara itu Yejun dan Noah diam-diam saling melirik satu sama lain, kemudian mengangkat bahu mereka kompak.
“Eunho-ya, sebaiknya pikirkan dengan benar apa yang telah kau lakukan pada Hamin. Sebab kami tidak pasti apa yang membuat Hamin mendapatkan suasana hati yang buruk seperti itu,” Gumam Yejun dengan nada teramat tenang. Ia menyempatkan diri untuk memberikan beberapa tepukan lembut di bahu Eunho.
Noah pun tak tinggal diam, ia memberikan semangat kepada Eunho. Dengan beberapa penuturan yang di selingi oleh beberapa candaan khas nya.
Kedua anggota yang lebih tua juga meminta Eunho untuk memikirkan nya secara perlahan, tanpa terburu-buru. Agar Eunho tetap dapat menjaga fokus dan keadaannya sendiri.
YOU ARE READING
classic romance ☆ hamgeung
Action⌗ 함긍 ✶ 𝗅𝗈𝗏𝖾 𝗌𝗍𝗈𝗋𝗂𝖾𝗌 𝗉𝖺𝗂𝗇𝗍𝖾𝖽 𝗐𝗂𝗍𝗁 𝖺 𝗉𝖺𝗅𝖾𝗍𝗍𝖾 𝗈𝖿 𝖾𝗆𝗈𝗍𝗂𝗈𝗇𝗌.
