Terdengar langkah kaki berderap masuk.
Seorang pria berucap, "Mbak, minta menu."
Pengunjung baru.
Kusodorkan buku menu dan kukatakan, "Silakan duduk."
Sapuan kedua mataku menerka.
Wujudnya bak orang "berada" yang diberi kuasa.
Ternyata masih ada ya,
"Si Kaya" yang datang ke tempat sederhana.
"Mbak, ada rekomendasi?"
Tentu ada, bapak.
Kami punya paket hemat yang mahal dan isinya tak banyak.
Semua diefisiensi.
"Ada lagi?"
Tentu sajalah.
Kami punya paket sehat yang rasanya hambar dan mentah.
Hasil memangkas brankas demi suapan ironi "bergizi."
Kami punya paket melarat yang jarang disajikan karena langka.
Langkah sulit dan hasilnya sungguh nestapa.
Sedangkan dia si buah hati papa,
Dengan entengnya dicarikan kerja bahkan takhta?
Tunggu.
Masih ada rekomendasi lainnya lagi.
Mengapa pria itu pergi?
Tampaknya ia tak suka rekomendasi dariku.
YOU ARE READING
[ID] Warung Rasa
PoetryHalo, selamat datang di Warung Rasa. Kami menyediakan berbagai rasa dan cerita. Rasa bahagia menghabiskan waktu dengan keluarga inti, Rasa sedih karena kurangnya jumlah hasil menghitung bati, Rasa takut, kecewa, atau sakit hati, Bahkan rasa marah la...
![[ID] Warung Rasa](https://img.wattpad.com/cover/384465976-64-k361917.jpg)