Rose Thorns

49 3 0
                                        

Rayna merasa belakangan ini suaminya berubah. Haga.. Dia dulu sangat menyayanginya dan putra mereka, Hiro. Tapi setelah Hiro masuk TK semuanya berubah. Bahkan jauh sebelum itu, semenjak Hiro lahir pun Haga sudah mulai sedikit berbeda tapi Rayna tak menyadari itu.

Puncaknya adalah saat Hiro baru pulang sekolah, Rayna sempat melihat seorang pria pakai topi dan masker mirip dengan suaminya baru saja keluar dari lobi hotel merangkul wanita muda.

Rayna langsung menghubungi suaminya untuk memastikan. Bisa aja dia salah lihat. Dia menunggu Haga menjawab, beberapa saat Haga mengangkat telponnya.

"Hallo, ada apa?" ucap Haga diseberang sana.

"Sayang, kau dimana? Masih diluar kota?" Tanya Rayna

"Iya, aku masih ada kerjaan di sini. Kenapa?" Ucap Haga

"Gapapa, aku hanya khawatir.. Hiro merindukan mu." Ucap Rayna

Haga terkekeh diseberang sana, "oh bocah itu, nanti aku pulang besok. Tapi belum tentu juga, bisa jadi diundur jadi lusa pulangnya." Ucap Haga

"Yaudah, gapapa.. jangan lupa makan, sayang.." ucap Rayna.

"Iya sayang.. udah dulu ya, aku masih ada meeting sebentar lagi. See you, i love you.." ucap Haga

"See you.." ucap Rayna.

Rayna menutup telponnya dan matanya berkaca-kaca menatap tajam pada pria di sebrang sana. Benar aja, pria yang keluar dari lobi hotel adalah suaminya. Pria itu menutup telpon dari Rayna dan kembali merangkul pinggang wanita muda. Lalu mereka masuk kedalam mobil.

Hiro menatap ibunya dan menggoyangkan tangan ibunya,
"Mama.. kenapa?" Tanya bocah polos itu

"Mama gapapa sayang, Hiro tadi mau beli apa?"

"Mau beli burger sama ice cream." Ucap bocah itu antusias

Rayna tersenyum dan mengelus rambut putranya meskipun hatinya terasa sesak dia harus tegar dihadapan putra nya.

"Ayo kita beli burger dan ice cream..." Rayna memegang tangan putranya berjalan menjauh dari depan hotel yang dia lihat.

Setelah beli burger dan ice cream mereka pulang ke rumah. Hiro duduk di sofa sambil makan burger dan ice cream sedangkan Rayna pergi ke kamar untuk mencari bukti lainnya bahwa suaminya sudah mengkhianati cintanya.

Rayna mengobrak-abrik lemari pakaian dan beberapa kertas jatuh kelantai. Itu kertas check in hotel dan struk pembelian tas branded mahal. Dia mengingat kembali apa dia punya tas yang di struk pembelian itu, tapi saat diperiksa di lemari nya tak ada. Haga ga pernah memberikan tas padanya. Bahkan dihari ulang tahunnya Haga hanya memberi perhiasan, seperti kalung dan gelang.

Rayna membuka ruang kerja Haga berharap menemukan sesuatu. Dia menyalakan komputer Haga dan melihat semua email serta website chat yang terhubung ke komputer. Tapi nihil. Dia ga menemukan apapun lagi.

Hari ini sudah cukup bagi Rayna untuk mengobrak-abrik lemari dan ruang kerja Haga. Karena dia tak menemukan apapun lagi.

Keesokan harinya Haga pulang larut malam. Dan langsung pergi ke kamar. Dia melihat istrinya sedang tertidur pulas di kasur memeluk putra mereka.

Rayna terbangun dan melihat Haga pulang, "Haga?" Ucap Rayna

"Iya, ini aku. Tidur lagi aja." Ucap Haga sambil melepaskan semua pakaian nya dan berganti baju.

"Kenapa pulang larut malam?"

"Tadinya aku mau pulang besok pagi. Tapi kangen Hiro."

Haga langsung berbaring di samping Hiro dan memeluk putra nya.

REGRET || HARUTO Where stories live. Discover now