Saat ini. Saya tersadar dari pingsan saya. Saya berada di rumahsakit tanpa ada siapapun di sisi saya. Saya duduk dan merenungi nasib. Saya keluar dari rumah sakit dan bertanya tanya. Masih pantaskah aku hidup. Apa arti nyawaku ini. Berjuta juta penyesalan sedang saya rasakan.
Berjalan tanpa tau arah. Tanpa uang tanpa tujuan, hanya baju celana dan sandal yang aku miliki. Kakiku mengajak aku berbelok ke arah kiri setelah berjalan beberapa langkah hati ini bimbang. Saya berputar arah dan berjalan ke arah kanan. Namun, itu adalah arah yang tak akan mungkin mampu aku lalui. Terpaksa saya berputar arah dan kembali berjalan, berkali kali saya menyetop mobil namun tak kunjung berhenti. saya menyetop mobil losbak yang lewat dan iapun berhenti saya pun menaikinya di belakang. Terlihat berserakan sisa sisa sayuran. Sayapun terpaksa memakannya, karena perut saya belum terisi apa apa. Semua berawal dari rasa penasaranku bersama pacarku. 2 bulan yang lalu kami bermain ranjang bersama seolah tak berdosa kami menikmati suasana namun naasnya kamu terlalu menikmatinya sampai tak kuasa menahan guncangan. Saya mengeluarkannya dari dalam. Nina pacarku menangis ketakutan. Knalin nama gua Dion. Di sanalah hidup gua tanpa menemukan ketenangan berawal.. setelah satu bulan lebih, Nina memberi kabar yang sangat mencengangkan. Ya, dia hamil. Nina dan gua baru menginjak masa SMA klas 3. Gua berusaha menenangkan dia, gua bilang gua bakalan tanggung jawab namun keadaan berkata lain. Ayah Nina tak mahu menerima kehadiran saya didalam keluarganya. Ya gua anak orang miskin yang kurang terhormat dalam segi sosial. Sedangkan Nina dia anak orang yang berkecukupan. Saya berusaha membuktikan kelakian saya dengan ingin menikahi Nina namun ayahnya bersih keras akan menggugurkan janin yang ada di perut Nina. Nina adalah anak satu satunya mereka. Nina harus terus belajar sampai dia sukses. Ayahnya tidak mahu Nina anaknya berhenti bersekolah. Setelah saya memohon dengan paksa dengan berkata.
..". Jika janin didalam perut Nina diangkat, bapk tidak akan pernah memiliki cucu ataupun keturunan selamanya... Gua yang ga mau anak gua harus berakhir dengan naas. Namun pak tito ayahnya. Memukuli saya dengan kejam. Saya hanya bisa diam tanpa perlawanan. Saya terus berusaha meyakinkannya saya berdiri dijatuhkan kembali berdiri lagi dijatuhkan lagi saya terus berusaha berdiri sampai saya tak sadarkan diri. Ayah saya yang kecewa terhadap saya, mengusir saya sebelum kejadian. Gua udah ga ada lagi ibu kandung. Hanya ayah dan adik perempuan yang saya miliki. Ibu tiri gua ga pernah ada untuk gua.
Rasa hancur ini membuat jiwa ini serasa hilang. Saya bersorak keras di atas mobil bak. hari berlalu. Malampun tiba, saya terbangun. Dibangun kan oleh pemilik mobil. Saya tidak tahu ada di mana. Satu tempat yang tidak saya kenali. Sayapun bertanya...
.."saya dimana pak...
.."kamu ada di kp, Babakan. Kamu mau kemana nak...
.."..emm. tidak tahu pak. Saya tidak tahu kudu kemana.
...".Yaudah nginep aja dulu disini.
..".serius pak..?.
..".. ya saya serius. Saya lihat kamu anak baik baik. Dari mana kamu.
..". Emm, makasih pak. Nama saya Dion dari BuBulak..
Kami punya masuk ke dalam rumah pak Deni.
..". Knalin nama saya Deni..
Sambil membawakan saya segelas air putih.
..". Kamu mau ngopi apa teh...?. Tanya pak Deni
..". Ga apa apa pak makasih. Saya rasa sudah cukup.
..". Gausah malu malu. Kamu ngerokok..?.
..". Saya ngerokok sih pak.
..". Yaudah isap sajah.
Sayapun mengisap rokok Suryanya pak deni.
..". Saya isap pak.
Setelah kami ngobrol panjang. Saya yang menceritakan apa yang saya alami. Saya memasrahkan pada pak Deni.
..". Mungkin bapak akan mengusir saya saya ikhlas. Saya sudah tidak ada lagi tujuan ataupun harapan. Namun saya tidak mahu mati konyol. Saya tidak akan bisa mengubah masalalu, tapi saya akan berjuang untuk masadepan.. walaupun saya belum tahu kemana arah yang harus saya lalui.
..". Yaudah besok nanti kamu mahu jadi kendek saya. Mengantarkan sayuran ke kota.
..". Mahu pak. Apapun saya mahu.
..". Yaudah ini kamar kamu buat beberapa waktu. Itu sepiring nasi, makanlah seadanya.
..". Makasih pak.
Saya pun makan dan tidur. Saya mendengar di malam hari pak Deni mengaji Qur'an.
Pagi di hari Senin ini saya di bangunkan oleh pak Deni. Saya di beri handuk buat mandi. Selepas mandi saya berbincang bersama pak Deni di teras rumah sambil memanaskan mobilnya.
Saya tidak menyangka di rumah sederhana, tuhan menempatkan malaikatnya untuk menyelamatkan hidup saya. Dalam hati saya, saya berjanji akan membayar jasa kebaikan yang tak munkin bisa dibayar dengan apapun ini.
..". Pak, Airin berangkat sekolah dulu..
Seorang wanita cantik manis dengan rambut berkuncir belakang. Bersalaman kepada pak Deni, sebelumnya saya sudah tahu jika pak Deni memiliki anak satu satunya bernama Airin. Namun kali ini saya baru pertama kali melihatnya. Saya tertungkul tak kuat melihat tatapan matanya.
Saya bersama pak deni berangkat menghantar sayuran ke kota. Berbagai macam jenis sayuran bayam labuh wortel dll. Saya mengisi penuh bak mobil dengan semua sayuran. Sambil di ajarkan cara menempatkan sayuran dengan benar oleh pak Deni.
Setiap waktu solat iya berhenti untuk melaksanakan solat di mesjid manapun di perjalanan.
Sebenarnya saya tidak rajin. Namun pada akhirnya sayapun ikut solat bersama pak Deni.
Waktu berlalu, saya di beri upah 200rbu dari penat naik turun barang. Sayapun memutuskan untuk mencari kontrakan terdekat.
YOU ARE READING
Dion
Teen FictionMenceritakan kisah hidup seorang pemuda yang berusaha tetap hidup.. dan tak mahu mati konyol
