1

5.7K 239 23
                                        

'Yaampun kepalaku sakit sekali.' Rintihnya sembari mengusap belakang kepalanya pelan.

Ia, Akaze Dinora, adalah seorang mahasiswa jurusan psikologi. Ia mati tertabrak mobil ketika akan berangkat kekampus. Bukannya pergi kealam baka, ia entah berada dimana sekarang.

'Dimana ini?'  ia mulai mengelilingi setiap sudut ruangan, sampai ia berhenti disebuah cermin full body yang ada dikamar ini.

"Siapa ini?" Ia terkejut. Bayangan itu mengikuti gerakannya dengan selaras.

"Bagaimana mungkin, hal seperti ini hanya ada didongeng. Tapi aku-" ucapannya terpotong oleh suara ketukan pintu.

"Tuan, apa anda sudah siap?"

"Ya, Tunggulah." Balasnya dengan linglung.

'Jadi aku... bertransmigrasi. Mungkin aku bisa menanyakan tentang tubuh ini pada orang yang ada didepan tadi. Aku merasa kalau pria ini lebih pendek dariku.' Ia berjalan membuka pintu dan melihat seorang pria paruh baya didepannya.

"Silahkan tuan, Rion sudah menunggu anda." Akaze hanya mengangguk sebagai jawaban.

Sampai dibawah. Akaze melihat seorang lelaki berdiri tidak jauh dari mereka yang ia yakini adalah Rion, berjalan kearah mereka.

"Mari tuan."  Ucapnya sembari tersenyum ramah, pria ini terlihat cukup ramah.

'mungkin aku bisa menanyakan soal tubuh ini kepadanya.' Batin Akaze sembari melirik Rion.

"Rion." ia menoleh dan berjalan mendekat kearah Akaze agar dapat mendengar lebih jelas.

"Ya tuanku." Sembari membungkukkan badannya sedikit.

"Bisa beritahu namaku dan keluargaku?" bisa Akaze lihat ekspresi Rion yang menegang.

'Apa aku terlalu blak-blakan?' Sembari terus menatap lekat Rion.

Tidak lama ekspresinya kembali seperti semula.

(Pov on)

"Tentu, nama anda Kavisha Zirova Vuenus, anak pertama dari 3 bersaudara, memiliki 4 anak. Anda adalah pemilik jayz corp. Apa ada lagi tuanku?"

"Siapa nama anak-anak ku?" Tanyaku sambil mengernyitkan dahi.

"Sulung Agisha Aurora Vuenus, kedua Zivaron Vuenus, ketiga Luois Anoah Vuenus, terakhir Ranum Lyneta Vuenus." Aku terdiam sejenak. Ternyata benar itu mereka. Kurasa akan ada hal yang perlu aku rubah.

"Ayo kita pergi." Perintahku.
 
(Pov off)
                                ***

Ini pertama kalinya Akaze menginjakkan kaki ditempat para model, melihat pria atau wanita dengan pakaian yang mengesankan, dan tubuh yang indah.

'Ku rasa Kavi bukan lelaki yang berotot dan berbadan besar, juga bukan yang terlalu ramping dan kecil seperti wanita. Ini tubuh yang pas.' Batinnya, sembari melihat-lihat sekeliling.

"Kita sudah sampai." Ujar Rion, sepertinya Akaze terlalu asik melamun.

Kita dapat melihat pintu yang bertulisan 'ruang manager'.

"Silahkan masuk." Kami berjalan masuk, dapat ia lihat seorang wanita duduk disana dengan banyaknya tumpukan kertas.

Wanita itu membungkukkan badannya sedikit kearah Akaze.

KAVISHA (ON GOING)Where stories live. Discover now