"Namaku Kiyu, aku bersekolah di SMA 3 Badung yang lumayan terkenal, sekarang aku berada di kelas 3 dan sebentar lagi akan lulus, namun sekitar 1 semester lalu, semua orang tak pernah menganggap ku, entahlah? Aku pun tak tahu awal dari kejadian ini, sebulan pertama aku sangat sedih karena bahkan keluarga ku tak pernah berbicara sedikitpun padaku, awalnya aku hanya mengira mereka mengisengi ku tapi ini menurutku sangat berlebihan
Aku juga sudah selalu mencoba berbicara pada semua orang yang kukenal tapi semuanya tak pernah menghiraukan diriku, sekalinya mereka berbicara pasti mereka akan mengatakan hal yang menyakitkan seperti " PERGI KAU DARI SINI! JANGAN PERNAH KEMBALI!"
Dan ini membuatku tak berbicara pada seorang pun lagi.
Tapi di sisi lain aku juga merasa senang, karena aku bebas melakukan apapun tanpa dianggap mereka, seperti mengatakan kata kasar, keluar kelas tanpa izin, atau bahkan ke toilet wanita, tapi itu semua tak berarti bagiku yang merasa kesepian karena mereka menjauhi ku..."
.
.
.
.
Hari ini, Langit begitu mendung dan angin berhembus kencang, aku pun membawa payung untuk berjaga-jaga, seperti biasa tak ada yang menyiapkan sarapan untuk diriku jadi aku langsung mengambil roti dari meja makan Dan tak ada seorangpun menghiraukannya, jadi aku langsung mengambil tas ku dan berangkat ke sekolah.
Aku terus berjalan melihat beberapa murid yang mengobrol bersama teman-temannya, terasa sedikit iri di hatiku karena aku selalu dijauhi dan tak dianggap, namun aku terus berjalan saja... Lalu aku sampai di dekat parkiran dan melihat kucing hitam yang duduk sendiri disana, aku pun ingin menghampirinya karena merasa nasib kita sedikit sama dan sekalian aku memberikan isi daging di rotiku untuknya, namun kucing hitam itu kabur, seketika aku mengikutinya, dia berlari cukup jauh, dia melewati hutan yang lebat dan sampai di sebuah bangunan kuil, kucing itu menaiki tangga kuil yang tinggi aku pun mengikutinya dari belakang namun aku merasa mual-mual dan segera turun, lalu seketika mual-mual ku hilang setelah aku menuruni tangga.
Aku pun menyerah dan ingin segera ke sekolah, aku benar-benar tak menghiraukan jam yang sudah menunjukkan pukul 8.00 pagi yang artinya aku telat masuk sekolah tapi aku tak begitu khawatir karena aku berfikir toh mereka tak akan menganggap ku lagi...
KAMU SEDANG MEMBACA
But We Are Different (End)
ParanormalMengisahkan seorang siswa SMA kelas 3 bernama Kiyu yang tak pernah dianggap oleh seorang pun sejak 8 bulan lalu, namun suatu hari ia bertemu seorang gadis dari kelas 2 SMA yang berbicara padanya, dan ini pertama kalinya Kiyu bisa mengobrol dengan se...
