Siang ini Feli sedikit kewalahan menghadapi para pelanggan, selain karena ramainya pelanggan, beberapa hari ini Feli merasakan sakit di payudaranya.
Feli melayani pelanggan sambil sesekali meringis kesakitan, ditambah pemilik toko yang biasanya membantu dibagian kasir sedang pergi menservis motor.
"Mbak, kopi ABC mocca 2 renteng, Masako ayam 1 renteng, santan Kara 2, sama Ladaku 1 renteng."
Setelah mengambil barang-barang yang disebutkan pelangganya, segera Feli menghitung semuanya.
"48.500, Bu totalnya."
"Tambah asem 1 aja deh kalau gitu, biar pas 50.000," pelanggan itu mengambil asem yang digantung di depannya.
Setelah ibu itu pergi Feli bisa bernapas lega karena ibu itu menjadi pelanggan terakhir yang mengantri.
Feli merasakan payudaranya semakin sakit, "gak beres nih. Kok tambah nyeri sih," batinnya.
Feli yang tak kuasa menahan sakit langsung duduk di lantai bersandar pada etalase sembari memegang payudaranya, tanpa sadar Feli tertidur disana.
• • •
Tora tiba di tokonya seusai dari bengkel. Celingak- celinguk mencari kemana karyawannya karena dia tidak melihat siapa-siapa, toko kosong tidak ada yang menjaga.
"Pulang kok gak ditutup tokonya, kalau ada yang nyolong gimana? Waduh kacau tuh anak, toko ditinggal kebuka begini," monolog Tora.
Tora segera menutup toko dari dalam ketika melihat jam sudah menunjukan pukul 6 sore. Tora sengaja menutup dari dalam karena dia berencana untuk tidur di sana.
Tora sering tidur di tokonya karena dia malas jika bolak-balik rumah ke toko, toh di toko fasilitas seperti TV, kasur, kipas angin, dan kamar mandi ada di sana.
Melewati samping etalase, Tora melihat seperti ada seseorang yang sedang tertidur. Ketika didekati ternyata itu adalah Feli.
"Fel, kamu ngapain kok tidur di sini?" Tora berjongkok di depan Feli dengan tangan yang menepuk pelan wajah Feli.
Perlahan mata Feli terbuka dan sedikit terkejut melihat bosnya dengan jarak yang sangat dekat.
"Maaf, Bang Feli ketiduran."
"Yaudah ayok Abang antar pulang," Tora mencoba menarik Feli dari duduknya, tetapi Feli malah menunjukan wajah kesakitan.
"Kamu kenapa, Fel? Sakit?" Feli hanya menjawab dengan gelengan. Mau jujur bagaimana yang ada dia malu duluan.
Keheningan menyelimuti keduanya, mata Tora sedikit terbuka lebar melihat pemandangan di depannya. Tora melihat baju Feli pada bagian payudaranya basah.
"Fel..... payudara kamu kok basah?" Ucap Tora lirih.
Mendengar bosnya berkata seperti itu segera membuat Feli menundukan kepalanya dan melihat ke area payudaranya, benar saja bagian payudaranya basah benar-benar basah seperti terguyur air.
Feli menutup bagian payudaranya dengan tangan dan mendongakan kepalanya, dengan mata berkaca-kaca menatap Tora. Tora yang ditatap seperti itu jelas saja kelimpungan tidak tahu harus berbuat apa.
"Udah jangan nangis, Fel. Kamu ganti aja ke kamar mandi, di sebelahnya ada baju Abang. Kamu pakai baju Abang dulu ya."
Feli mengangguk lalu berdiri, dengan jalan cepat Feli pergi ke kamar mandi setelah mengambil baju Tora. Tora duduk di kasur kecil di depan TV yang hanya bisa menampung satu orang saja.
Sambil termenung Tora teringat, kepalanya merekam jelas bagaimana basahnya payudara Feli, sontak saja membuatnya mengumpat.
"Anjing kok ngaceng bangsat."
YOU ARE READING
ONE SHOOT STORY🔥
Short Storyulpoad lagii karena yang waktu itu hilang😬 semogaa kalian masih enjoy dengan ceritaku🙇♀️
