.
.
.
.
Segala puji hanyalah milik Allah SWT.
Yang menciptakan segalanya dan tidak ada duanya, Allah yang Esa.
Cita-cita dan Cinta beriringan dengan takdir-Nya. Mengikuti, menjalankan, menapaki dengan ikhlas dan sabar adalah kewajiban setiap hamba.
Elina Alzaelani, putri ketiga dari pasangan bunda Aliah Addailami dan ayah Wildan Alzaelani. Putra Pertama, ada Abang Wahid dan Putri kedua ada Teteh Amaliah, yang kini keduanya Alhamdulillah telah mempunyai keluarga kecil yang berbahagia ✨ Sehingga kini hanya Elina seoranglah yang belum menemukan jodohnya.
.
.
.
Selepas Lulus MAN, Elina melanjutkan pendidikan nya ke jenjang yang sering banget orang-orang menyebutnya dengan "perguruan tinggi". Dan sebutan untuk pelajarnya bukan lagi siswa, tapi Mahasiswa "siswa tertinggi", kenapa? katanya sih karena orang-orangnya itu sudah menempuh 3 pendidikan: Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta Sekolah Menengah Atas (SMA). Bahkan Ada juga yang sekolah dari Taman Kanak-kanak bukan? sebelum ia masuk ke SD. Tinggi bukan?
"Semoga bukan hanya tinggi tingkatannya, tapipun bisa mengamalkan ilmu yang telah didapatnya" Elina Alzaelani.
Elina sangat suka pada anak-anak, bahkan tak jarang dia pun masih tetap bermain dengan anak-anak yang jika dilihat dari usia, mereka terpaut sangatlah jauh. Selain dari itu, Elina juga merupakan anak terakhir dan ia sangat menginginkan adik. Akan tetapi, sampai saat inipun Allah belum memberikan takdir kepada Bundanya untuk mengandung lagi, bahkan Bundanya justru berkata "Nanti saja sekalian kamu yang mengandung anakmu, jangan bunda lagi Bunda kan sudah sepuh Lin".
Padahal dekat dengan lelaki saja Elina sangat terpaksa, jika bukan karena alasan akademik dan itupun di hadapan banyak orang.
Selain itu, Elina juga sangat memperhatikan pendidikan, baik untuk diri sendiri ataupun yang lain. Karena ia tahu pendidikan itu merupakan hak semua orang, tanpa terkecuali dengan anak berkebutuhan khusus sekalipun. Bahkan banyak hadits-hadits Nabi pun yang menjelaskan tentang pentingnya menuntut Ilmu, selagi tetap dalam jalan Kebaikan.
Maka dari itu, kuliahpun Elina lebih tertarik dengan prodi PGSD pada salah satu Universitas negeri di kotanya, Universitas Samudra Jaya. Dan kini, ia sedang menempuh tugas PLP Integratif bersama 11 mahasiswa lainnya di MIN Syiekh Zayed.
Alasan Elina memilih Madrasah tersebut karena jaraknya yang tak jauh dari rumah, juga karena ia merasa tak enak hati jika harus satu kostan dengan teman mahasiswa yang laki-laki.
Bukan Elina tak mengajak untuk menginap dirumahnya, apalagi pada teman-teman perempuan, tidak, justru Elina sudah mengajaknya. Tetapi memang itulah rencana mereka dari awal ingin kost bersama. Kalau kata Udin sih "biar vibes KKN nya terasa gitu". Selain itu, jarak Kost yang dekat dengan MIN juga memang dirasa tidak akan menghabiskan waktu tempuh yang lama.
.
.
.
__
"Tenang, lagian kita kan beda kamar, persiapan jika ada hal-hal darurat juga Lin, khawatir dipanggil ke MIN dadakan. Insyaallah gapapa, kita bisa jaga diri juga insyaallah" Ucap ketua saat kita diskusi bersama setelah menemukan kostan yang cocok untuk ditempati bersama.
"Sesekali tiap Jum'at ngeliwet mah gapapa kan?" sambung Beby dengan mengedipkan satu matanya pada Elina.
"Boleh dong beb, seru juga. Biar kekeluargaan kita makin sweet dan terjalin dengan baik kan.." balas Elina.
"Juga jangan sungkan ya Lin, boleh ko kapan-kapan menginap di kostan. Pintu kostan terbuka lebar untukmu Sayang!" ucap Cecilia yang disepakati oleh semua.
"Thats true, tenang guys Chef Salma siap membuatkan masakan apapun khusus untuk kalian semua" ujar Salma dengan penuh antusias dan rasa bangga yang justru membuat semua tersenyum. Bahkan Udin sampai tertawa terbahak-bahak. Bagaimana tidak? ternyata Udin tahu bahwa nyatanya Salma tak pandai memasak, sekecil memasak airpun nyatanya sampai kosong tak tersisa hanya kegosongan panci yang membekas. Akan tetapi, dibalik semua itu ternyata Salma sangat lihai dan Ahli dalam makeup, tak payah diapun suka menjadi MUA dadakan.
Salma yang hanya ikut tertawa pun membenarkan apa yang diucapkan oleh Udin.
"Udin, buka kartu aja ih ya ampun haha, tapi itu memang bener ya guys"
"Real fact no hoax" sahut Udin yang masih tertawa.
"Gapapa ah, lagian kamu juga hebat Sal bisa buat Alis serapih itu tanpa alat bantu" sambung Putri sambil melihat alis Salma yang bagaikan baju selesai disetrika itu.
"Real, sepuhhh inimah Salma gue" balas Beby
"Barakallahu fiik Sal, lagian juga kan setiap kekurangan pasti ada kelebihan ya, begitupun sebaliknya. Gapapa, jalanin aja" balas Elina
"Semangat calon ibu-ibu hebat, calon madrasah pertama.. masyaallah" ucap Jihan sambil melihat keatas seperti sedang membayangkan sesuatu.
"Iya guys, tenang santai aman sama Salma mah, kita ini kan keluarga jadi bercanda dikit mah ngga waruhhh wirr haha" jawab Salma diiringi gelak tawa semua.
🎙️🎙️
"Allahu Akbar.. Allahu Akbar.." suara adzan berkumandang.
__
"Sudah-sudah, cape saya ketawa terus. Kita Sholat berjamaah dulu. Nanti lanjut beres-beres kostan" perintah ketua yang langsung dilaksanakan Elina dan teman-temannya.
-skip-
Sholat Dzuhur berjamaah ✅
Beres-beres Kostan✅
__
"Alhamdulillah, selesai juga" ujar Jihan.
"Iyaps, Alhamdulillah Cape juga" ucap Cecilia
"Iya ey, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing banget ini tuh" sambung Beby.
"Bersatu kita teguh, bercerai kita cari lagi yang baru haha" ucap Udin yang disambut gelak tawa semua.
"Hidup Udin, Hidup" sambung Sunandar dengan mengangkat tangan terkepalnya ke atas.
"Hiduplah woi, gue lagi duduk dimari pan Sunandar bin bapa Adrai" jawab Udin dengan isengnya.
"Sudah, sudah. Lin jadinya kamu mau menginap atau pulang?" Tanya Putri.
"Menginap saja Lin, sudah hampir sore, bentar lagi ashar" balas Salma.
"Tak apa, Aku pulang saja dulu untuk hari ini. Tapi maaf, boleh ga Nas Aku sholat ashar disini?" Ucap Elina.
"Loh loh sudah pasti boleh dong Lin, iya kan Nas?" sambung Salma.
"Boleh, kita jama'ah lagi ya semuanya" jawab Anas yang disepakati oleh anggotanya
_
_
_
Usai sholat ashar berjamaah, Elina pamit untuk pulang ke rumah. Satu demi satu tawaran untuk mengantarkan pun berdatangan. Namun tetap saja Elina menolaknya, karena ia bisa pulang sendiri dan tak mau merepotkan orang lain.
"Selagi masih bisa dilakukan sendiri, kenapa harus meminta bantuan oranglain" -Elina Alzaelani
.
.
.
🌷🌻
Thanks sudah bersedia membaca ceritaku yang pertama ini.
Jangan lupa vote dan coment untuk saran yang mendukung, serta share sebanyak-banyaknya agar cerita ini bisa menghibur dan memberikan manfaat pada orang lain bukan hanya stop pada kamu.
Barakallahu fiik💙
YOU ARE READING
Alunan Cinta
Random. . . Cinta tak harus melulu pada pasangan halal, dan cinta pun bermakna banyak. Cinta adalah fitrah semua hamba yang ada dimuka bumi, dari belahan manapun. Cinta tertinggi haruslah pada sang pencipta diri dan alam semesta ini, Allah yang Esa. Cinta...
