Duhai ratna pakajaku,
Saat ini ku mulai merindui kidummu yang membuatku afsun sentiasa itu,
Tetapi asmaraloka kita telah berakhir disini,
Dan kidummu yang membuatku afsun itu bukan lagi untukku,
Puspita juita ditelinga mu itu membuatmu terlihat seperti sahmura kirana di atas ancala,
Yang boleh kulihat meskipun jauh jaraknya,
Bumantara menjadi saksi betapa masyhgulnya diriku saat ini,
Saat aku harus menerima takdir yang perit ini,
Tetapi ku percaya terdapat bianglala yang bahari,
Sedang menantiku diakhir nnti.
