Chapter 1

15 2 0
                                        


Aku tidak sadarkan diri setelah melakukan teknik penyatuan dengan alam, sihir teratai, kubah bunga teratai. Awalnya, sebelum aku melakukan teknik tersebut, aku tidak mempercayai perkataan bapak tua penjaga bukit tersebut (tuan she-lang), aku meragukan nya. Tetapi, setelah beberapa detik, atau menit, atau jam, atau bahkan mungkin hari setelah itu aku merasa diriku masih hidup.

"Tuan muda..., bangun tuan muda..." Seorang lelaki yang sedang terlelap diatas kasur, kini dibangunkan oleh seorang pelayan istana.

"Mmm..., iya, iya..., ini mau bangun juga kok". Lelaki tersebut mengucek-ngucek mata, dan berusaha untuk menyadarkan diri.

"Tuan muda, sepuluh menit lagi semua keluarga kerajaan akan sarapan bersama, bersiaplah, karena yang mulia raja tidak suka menunggu lama". Ia menyampaikan dengan sedikit membungkukkan tubuh dan menundukkan kepala, bermaksut untuk memberi penghormatan.

"Tunggu sebentar, sekarang aku lagi dimana?".Si lelaki bertanya kepada pelayan nya.

"Tuan muda saat ini berada di kerajaan Ershi, lebih tepatnya dikamar anda tuan". Sang pelayan memberikan informasi dengan detail.

Hah!, aku sekarang siapa?, kenapa aku berbeda dari yang sebelumnya?, sepertinya jiwa ku telah terlempar ruang dan waktu akibat ledakan energi spritual yang begitu dasyat, sehingga jiwaku kini  telah menetap di tubuh ini, tubuh yang belum aku ketahui asal-usulnya. Si lelaki tersebut bergumam dalam hatinya.

"Tuan muda..., kenapa?". Ia bertanya kebingungan.

"Tidak apa-apa, saya akan bersiap-siap, terima kasih atas informasinya, silahkan lanjutkan pekerjaan mu". Lamunannya terbuyarkan karena sang pelayan memanggil dirinya.

"Baik tuan muda, dengan senang hati, saya pamit". Sang pelayan membungkukkan tubuh nya bermaksut memberikan tanda penghormatan dan berbalik badan meninggalkan ruangan.

Ketika sang pelayan tidak terlihat lagi oleh mata si lelaki, kemudian ia melihat-lihat ruangan sekitar yang kini ditempatinya, berjalan sana sini, memperhatikan setiap sudut ruangan yang megah itu, kini telah didapati foto dirinya terpampang dengan sebuah bingkai yang dihiasi berlian permata, dan disudut kanan bawah foto tersebut tertuliskan sebuah nama 'Mizuki Aizen'. Beberapa meter tak jauh dari foto yang dirasa itu adalah foto dirinya saat ini, terlihat foto yang lebih besar dari sebelumnya, terdapat tiga orang dalam foto tersebut, tertuliskan raja Zoutian, ratu Yingji, pangeran Mizuki. Setelah apa yang dilihatnya, kini ia menyimpulkan.

"Aku adalah seorang pangeran dari kerajaan Ershi, anak dari yang mulia raja Zoutian dan yang mulia ratu Yingji!!". Ia hampir berteriak histeris karena saking terkejutnya. "Sekarang aku bukan Shuota lagi, tetapi Mizuki, pangeran Mizuki Aizen". Seketika matanya membulat lebar, tak menyangka kini dirinya adalah seorang pangeran dari sebuah kerajaan.

"Baiklah, aku akan bersiap-siap sekarang". Mizuki yang saat ini  telah mengetahui identitasnya secara logika, bergegas berjalan menuju lemari pakaian. "Oalah...!!, banyak banget pakaian dilemari ku..., yang mana harus ku pakai...?". Bingung melanda pikirannya, hanya untuk memilih pakaian.

                                                                                               ***

Berjalan menuruni anak tangga, dengan wibawanya, ia menebar pesona disetiap penjuru istana, dibawah sana terlihat keramaian yang telah menunggu kedatangan sang pangeran kerajaan, Mizuki mencoba untuk tetap tenang dan rileks, karena semua orang telah menunggu kedatangan dirinya, ia bergegas menuju ketempat perkumpulan keluarga istana.

"Abam...". Seorang gadis kecil berlari ke arah Mizuki dan memeluk tubuhnya. "Abam, ayok sarapan, yang lain udah pada nungguin tuh...". Gadis kecil itu menunjuk kearah ruang makan kerajaan dan menarik lengan kanan Mizuki.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 30, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

wonders of the pastStories to obsess over. Discover now