malam yang begitu dingin, di sebuah kota yang cukup ramai, kini motor sport berwarna hitam dan sedikit corak biru tua sedang melaju, lengkap dengan pakaiannya yang berwarna hitam.
kini sang pengendara memasuki halaman rumahnya, yang terdapat cukup mewah dengan nuansa abu-abu putih
helm full face berwarna hitam itu perlahan terbuka, memperlihatkan wajah yang sangat tampan di sana, seperti biasanya sang pengendara memperbaiki rambutnya, dan turun dari motornya sambil bersiul, seolah olah hari ini hatinya sedang sangat bahagian.
kini ia berjalan memasuki rumah yang cukup mewah tersebut, tanpa mengetuk pintu dan salam, dirinya langsung saja masuk, karna berpikir tidak ada orang tuanya.
ya, memang kebetulan sudah 4 hari orang tuanya tidak ada di rumah, membuat dirinya lebih leluasa melakukan apa yang dia mau, orang tuanya memang sering melakukan perjalanan bisnis, entah itu keluar kota, atau ke luar negri
"dari mana kamu jeandra "
JAENDRA ABIAM ADGARMADA
putra tunggal dari arfan adgarmada dan gina syalama
" hah? mereka udah pulang?, tumben banget cepet gini, pasti ada sesuatu" duganya karna memang biasanya seperti itu
ya kini orang tuanya sudah berada di rumah, dan sedang duduk di sofa sambil menunggu putra tunggalnya itu pulang, mereka sudah yakin pasti putranya ini sedang bermain sampai tidak ingat pulang.
mentang-mentang orang tuanya tidak mengawasinya, jadi dia seenaknya saja pulang ke rumah kapan saja, tapi tanpa dia sadari selalu ada orang suruhan arfan yang mengawasi putranya di saat mereka sedang pergi perjalanan bisinis.
"jey jawab papa dong sayang, jangan cuman diam aja " ucap sang mama, sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya, yang sama seperti papanya dulu.
keduanya bener-bener tidak ada bedanya, seperti buah jatuh sepohon-pohonya, ini tidak perlu tes DNA, saat melihat tingkah mereka saja sudah sangat kelihatan!
"habis main tadi pa"
jawab sang empuh dengan santai, sambil menyalim ke dua orangtuanya.
" JAM SEGINI??!!, kamu baru pulang jam segini?!!"
tanya arfan dengan suara yang sedikit meninggi
jeandra hanya menganguk dengan pelan, tanpa rasa takut dan bersalah sama sekali, membuat arfan geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya itu
"biasa pa, anak muda"
jawabnya santai sambil berjalan perlahan menaiki tangga, cukup lelah hari ini, jadi ia ingin buru-buru mandi dan istirahat, tapi gerakannya berhenti saat suara arfan terdengar kambali di telinganya
"siapa yang suruh kamu pergi, sini duduk sebentar papa mau ngomong sasuatu"
ucap arfan lalu duduk kembali, menunggu jey untuk berbalik dan berjalan menuju sofa
"nanti aja deh pa, jey mau mandi dulu gerah"
ucapnya ingin pergi kembali
"jey, duduk dulu gih, papa mau ngomong penting, ga boleh gitu" saut gina lembut
gina memiliki sifat yang sangat sabar dan lembut, bener-bener lembut, jey sampai merasa binggung papanya menemukan wanita yang seperti gina ini di mana?
