Semuanya, terima kasih sudah sabar menunggu.
Side story ORV akhirnya dimulai.
Aku seharusnya sudah lama memulainya, tapi sejujurnya aku tidak tahu apa yang harus aku tulis. Karena sebenarnya side story bukanlah sesuatu yang harus kau pikirkan sedalam itu.
Selama aku hiatus, aku membaca komentar-komentar kalian, dan aku benar-benar terkejut.
Kalian memang jenius.
Dibandingkan itu, aku bingung. Sangat bingung... bahkan aku belum menentukan protagonisnya.
Saat aku menulis ORV, semuanya mengalir begitu saja. Tapi sekarang kepalaku kosong seolah seseorang memukul kepala belakangku.
Meski begitu, aku menulis pemberitahuan seperti ini karena setidaknya aku harus membuat pengumuman.
.
.
.
Aku berhenti mengetik dan menekan hapus.
Sial, apa yang aku lakukan? Tidak peduli sesulit apa situasinya, ini bukanlah kata-kata yang pantai dipakai oleh penulis profesional.
Aku menggigit ujung jariku dan mulai menulis kalimat baru.
Bagaimana kalau begini.
.
.
.
Sekarang setelah aku pikir-pikir lagi, aku belum memperkenalkan diriku. Aku muncul di ORV chapter 549, tapi aku yakin kalian semua sudah lupa.
Kalau menggunakan kata-kata Kim Dokja, kurang lebih seperti ini.
Lee Hakhyun.
Ayahku ingin aku terbang seperti bangau, dan membayar seharga 300.000 won pada dukun untuk membuatkan nama untukku.
'Hak' yang berarti bangau dan 'hyun' yang artinya terbang.
Dukun yang membuatkan nama untukku tak lama kemudian bangkrut, dan setelah itu ayahku mengetahui arti lain dari istilah 'terbang' yang menjadi arti hyun.
Terbang (hyun)
1. (agak) terbang.
Singkatnya, aku adalah orang seperti ini.
Lee Hakhyun, 33 tahun.
1. (agak) terkenal sebagai penulis webnovel.
Sekedar memberi tahu, nama karya terkenalku hanyalah:
+
Omniscient Reader's Viewpoint - 551 chapter
Author: Lee Hakhyun
+
Novel fantasi dengan 551 chapter, "Omniscient Reader's Viewpoint".
Singkatnya, "ORV"
Aku menulis novel ini selama dua tahun, dari akhir 20 sampai awal 30 tahun, selama itu......
.
.
.
Aku menulis sejauh itu dan menekan hapus.
Itu hanya biodata. Benar-benar buruk. Aku bahkan bukan pemeran utama, jadi untuk apa aku memperkenalkan diriku?
Bzzz
Itu bukan suara percikan probabilitas, itu adalah suara ponselku.
Aku menekan tombol terima, sama seriusnya seperti Kim Dokja yang bersiap untuk badai probabilitas. Lalu aku mendengar suara Dokkaebi di seberang sana.
YOU ARE READING
ORV Side Story (Bahasa Indonesia) [chapter 552-751]
FantasyBUKAN FANFICTION. Side Story resmi ORV (ongoing). Diterjemahkan secara manual dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia, jadi mohon maaf jika ada kesalahan. Cerita asli ditulis oleh SingSong. Terbit setiap jam 5 sore, enjoyyy
![ORV Side Story (Bahasa Indonesia) [chapter 552-751]](https://img.wattpad.com/cover/376677553-64-k442868.jpg)