Chapter 1
Siang ini begitu terik sampai sampai sinar matahari menusuk tajam di sela sela rambut gua. Tampak anak anak SMA yang berkumpul melihat list nama pembagian kelas. Ya, saat itu baru masuk tahun ajaran baru.
"haduh yang penting naik kelas dan sekelas sama cewe cewe cakep". Pikir gua saat pusing melihat keramaian seperti lele yang ingin ditebar pelet oleh pemiliknya
"ANDRE KITA SEKELAS!" Toa mobil sayur teriak. Mata gua melihat teman gua yang sedang berlari saat itu,ghea.
"Aduh sekelas sama tukang sedot tinja" gurau gua. "Lah, kang badut sulap" sindirian Ghea menimpali.
Ngeliat keramean yang gajelas gini emang ga enak. Gua lebih suka di kelas sambil wifi'an. Walau terkadang gua suka tidur sampe dibangunin guru ekonomi. Meskipun seperti itu setidaknya gua paham materi pelajarannya, walaupun sedikit. Yah, masa masa SMA terlalu sayang kalau di ambil seriusnya doang.
Tiba tiba sms dateng 6x tentang info rapat.
Hamzah
Assalamualaikum. Diberitahukan kepada anggota osis dan mpk sman9 diharapkan berkumpul di kelas samping ruang osis sehabis jam istirahat untuk rapat mopdb dan barang bawaan mos. #share
Gua ini anak osis yang masuk cuman buat nge show off diri gua biar terkenal, memang terdengar ga baik, tapi menjadi orang yang jujur dengan pilihan sendiri jauh lebih baik.
Setelah melihat sms tersebut, gua langsung bergegas ke ruang osis bareng temen gua denis. Dia yang ngajakin gua buat masuk osis waktu kelas 10. Meskipun dia masuknya Mpk(majelis permusyawaratan kelas) tapi gua selalu bareng sama dia.
"Aduh males banget gua rapat siang siang. Gua cabut rapat lah" kata denis sambil mengucek matanya. "Lu pk bego wajib rapat. Kalo males rapat mending gausah masuk organisasi dari awal" kata gua yang begitu kerennya. Denis hanya diem dengan tampang kesel gatau mau bales perkataan gua tadi.
Akhirnya gua sampe ruangan rapat setelah menaiki anak tangga yang lumayan banyak.
"Ayo buka catetan kalian kita mulai dari sieksi acara untuk maju mempresentasikan tugas kalian" kata ketua pelaksana yang begitu lantang.
Memang membosankan rapat dan hanya membahas hal yang itu itu aja. Gua cuman jadi pk ga maju sama sekali karna gua beranggapan tugas ini gampang.
"Oiya buat pk ayo kalian maju. Simulasi untuk nanti hari H" hentakan suara maut ketupel masuk ke lubang telinga gua.
"Hadeh gimana gua gatau mau ngapain. Begitu begonya diri gua" hati gua berbicara seperti itu. Apa gua pura pura ke toilet aja ketika dipanggil? Apa gua bohong izin ada acara? Apa pakai rok mini jadi alasan, asik asik joss.
"Ya sepuluh empat maju andre,erissa,rikoy"
Dan fak momentnya adalah pk 10.4 hanya gua yang hadir,yeah. Gua terpaksa maju dengan dengkul gua yang bergetar gatau mau ngomong apa.
"Kenalkan nama kaka Andre Valentino" dengan percaya dirinya gua sok kenal.
Dan satu kelas menjawab "hai ka Andre. Kaka ganteng banget"
Ya emang saat itu muka sepantaran gua emang udah masuk kategori ganteng, sudah di uji di ITB dan IPB,oke.
Akhirnya bagian gua maju selesai. Tampak wajah tentara 45 gua sudah lega. Sisanya, gua menunggu rapat ini selesai, bosan.
Adudu dan Cihuahua
"Woi Pk siap siap perkenalan. Jangan gabut. Selalu fokus dan terus semangat mopdb" seru ketupel menyemangatkan anggotanya.
Hari mos yang ditunggu sudah tiba. Gua dan denis berjaga di keluruhan dekat sekolah. Bermaksud memberhentikan bocah bocah mos yang ingusan untuk di kelurahan dan berjalan kaki ke sekolah. Tampak seperti romusa.
"Ayo udah kumpul semua kita berangkat ke lapangan" kata gua kepada ade ade kelas yang ingusan. Rasa senioritas gua masih tampak jelas. Bisa kalian bayangkan betapa jahatnya gua waktu itu.
Drama sekali.
Lapangan sekolah banjir dengan topi toga berwarna merah dan kuning. Wajah lucu bertebaran dimana mana.
"Ndre taruhan ayo yang dapetin surat cinta paling banyak dapet 20ribu, gimana?" Suara denis si anak taruhan memang terdengar beda. Karna gua punya wajah yang ga beda seperti Andrew Garfield, jadi gua membalasnya "ayo"
Taruhanpun dimulai saat itu, saat hari pertama mos.
Adudu dan Cihuahua
"Ka minta tanda tangannya dong"
Ya hari ketiga mos, saat saatnya para lelaki caper seperti gua dan denis melakukan aksinya. 3 cewe gua palakin surat cintanya, itu trik licik gua biar memenangkan taruhan ini.
"Wuhuuu.. Say hay to my surat cinta" teriak gua pamer ke denis dengan surat cinta menumpuk di maroon jacket gua.
Oiya, Maroon jacket adalah sebutan almamater osis di sekolah gua karna berhasil masuk seleksi osis.
Dengan tampang melas dan memegang beberapa surat dia hanya murung.
Memang bahagia melihat teman kalah tarohan, ya gua licik.
"Anjir gua kalah" denis menarik senyum tipis yang palsu. "Jadi siap ga nih duit 20ribunya?" Gua nyindir denis dengan bahagianya.
"Yaudah besok aja elah" ya denis memang susah kalo kalah taruhan untuk bayar, sucks.
Lalu waktu mos pun selesai.
Lembaran baru, bersama adik adik baru, dan kisah baru pun tiba, disitulah kisah mereka.
YOU ARE READING
Adudu and Cihuahua
Teen FictionSeragam putih abu abu dan dasi yang mengikat kerah mereka. Dua orang bodoh yang hanya tau bahagia. Sampai sampai bisa saja mereka tercebur akibat tak tahu caranya terjatuh. Ini kisah mereka dalam secarik kertas dan tinta hitam.
