Zack's Story : Rising Zordon
Chapter 1 - Golden Expanse of Dunes : Part 1
Hamparan pasir membentang sejauh mata memandang. Angin-angin bertiup pelan mendorong gulma menggelinding searah dengan angin. Suara yang hening karena angin tiba-tiba pecah akibat suara pedang yang saling menebas dan bergesekkan.
"Heh, kau bersemangat sekali!" seorang ksatria bernama Mordred berusaha menahan serangan lawannya, Zordon, menggunakan pedangnya.
"Tidak, kau menghalangiku jadi pergilah!" jawab Zordon.
"Serius? Kalau begitu..." Mordred langsung mengambil langkah mundur dengan cepat dan mengambil posisi kuda-kuda yang benar. "Kau ingin cepat selesai kan? Ambil ini!" Mordred menyerang menggunakan sihir, membentuk sebuah kristal runcing lalu menembaknya ke arah Zordon.
Zordon langsung menangkis serangan itu menggunakan katana. Satu per satu serangan itu di tangkis dengan cepat dan lincah, namun satu serangan terakhir hampir saja ia lengah. Mordred kembali maju menyerang dan akan menusuk Zordon menggunakan pedangnya. "Kena kau!" dengan reflek yang bagus, Zordon menahan serangan dari Mordred dengan menangkap mata pedang itu dengan tangan kanannya saja.
"Kau meremehkan lawanmu!" Ucap Zordon dengan nada pelan. Terlihat seluruh tangan dan lengan sebelah kanan adalah artificial, sebelumnya Zordon sudah buntung dan dipasangkan lengan mekanik sebagai penggantinya. "Trik seperti ini tidak akan bisa membunuhku!" Zordon memukul wajah Mordred dengan tangan kirinya hingga terdorong agak jauh.
Mordred tersungkur. "Ughh... mungkin kau benar. tapi ingat, Aku belum selesai denganmu. Aku akan kembali lagi, Zordon." Dia perlahan menghilang bersamaan dengan bertiupnya angin membawanya seperti debu-debu yang berterbangan.
Zordon memperhatikan Mordred perlahan menghilang dan setelah itu terdengar teriakan seorang gadis dari kejauhan. "KYAAAA TOLONG AKUU!!!" seorang gadis dengan tas besar yang ia sandang di belakang sedang dikejar oleh sesosok yang besar seolah-olah sedang berenang dalam lautan pasir.
Zordon berlari menuju ke arah gadis itu. "To-tolong aku! Tolong aku tidak mau mati!" kata si gadis. "Berlindung di belakangku." Zordon bersiap untuk menyerang dengan menarik katana-nya kemudian dari dalam pasir itu muncul cacing raksasa dengan mulut terbuka yang penuh dengan gigi-gigi tajam. Zordon yang tidak menduga akan hal tersebut langsung menghindar bersama dengan si gadis.
"Apa-apaan itu!?"
"Itu adalah cacing gurun raksasa, seharusnya mereka tidak menyerang manusia tetapi entah kenapa cacing itu mengejarku!"
Cacing itu mulai bergerak memutari mereka, Zordon memikirkan cara untuk menyingkirkan cacing itu. "Di-dia mendekat!"
"Berlindung!" ucap Zordon kemudian dia mengambil ancang-ancang untuk memukul. "Beri dia satu pukulan ledak tetapi akan berbahaya jika radiasinya terlalu besar! Kalau begitu...." Cacing itu langsung muncul di depan mereka dengan mulut terbuka, Zordon melayangkan pukulan keras ke arah cacing itu hingga terpental agak jauh dan membuat cacing itu kabur.
"Luar biasa... sungguh kekuatan yang luar biasa! Terima kasih banyak tuan!"
"Seharusnya kau tidak akan diganggu untuk saat ini."
"hei hei apa kamu seorang petualang juga?"
"Hmm tidak." Jawab Zordon.
"Eeh? Kamu ini gimana sih..."
"Yang paling penting kemana kau akan pergi?" tanya Zordon.
"Kota Seth, seharusnya aku sudah dekat dengan tujuan..."
BINABASA MO ANG
Zack's Story : Rising Zordon - Chapter 1
FantasyZack's Story : Rising Zordon Chapter 1 - Golden Expanse of Dunes Mengisahkan perjalanan Zordon, seorang pemuda berusia 18 tahun dengan kekuatan luar biasa dari dirinya namun tanpa kemampuan sihir. dirinya tiba di sebuah kota di tengah-tengah padang...
