"Uncle? R u ok?" Tanya Giselle menghampiri Jeonghan yg berdiri menahan badannya pada dinding dekat dapur "Uncle!" Paniknya saat melihat Jeonghan penuh dengan keringat dan sangat pucat. Ia langsung membantu Jeonghan untuk berjalan, dan ia dudukan pada sofa. Tangannya begitu cepat bekerja untuk menelfon ambulance.
"Hai.. Tasukete ne.."
"Giselle... sepertinya suda waktunya.. awhss.."
"Tunggu sebentar ya Uncle. Aku telfom Mom dulu.."
"Gisellesssgh.. sakithhss.."
"Aku disini, Uncle." Giselle menggenggam tangan Jeonghan, yg semakin mencengkeram erat. "Uncle.." gumam Giselle, Gadis itu sungguh tidak tega melihat Unclenya kesakitan seperti ini. Ia rapalkan doa meminta agar uncel nya bisa tetap kuat dan bertahan sampai akhir. Hingga ia dengar suara sirene didepan rumahnya dan perugas bergegas membawa Jeonghan. Giselle tidak melepas tangannya. Ia ingin membantu memberi kekuatan kepada Jeonghan.
.
.
.
.
"Giselle!"
"Mom!" Giselle langsung memeluk ibundanya begitu datang.
"Uncle gimana?"
"Mom, aku ga dibolehim masuk.. Uncle didalem sendirian! Mom Hiks.."
Ibunda Giselle segera memeluk Putrinya "it's okay. You did great, baby girl.. uncle will be fine."
Proses operasi persalinan yg dilakukan untuk Jeonghan cukup mengkhawatirkan. Lebih dari waktu normal. Bahkan sudah satu jam tidak ada suara tangisan bayi.
Ada apa yg terjadi didalam?
"Jeonghan.." gumam Sang Kakak nelihat bagaimana ruang operasi itu kedatangan dua dokter dan masuk dengan terburu.
"Mom.. uncle? Uncle kenapa?!"
"Yoon Jeonghan.. pls bertahan.. pls.. untuk anak kamu.. untuk Gohan.."
Giselle mendengar itu menutup wajahnya untuk menahan tangisan nya. Ia juga kembali merapalkan doa untuk uncle dan keponakannya.
"........ Tuhan, aku mohon.. untuk Uncle Jeongh---" doa Giselle terhenti begitu ia mendengar bayi yg sangat kencang. "Gohan.." Gumamnya. Ia sedikit lega, ponakannya lahir selamat. Dan menit berikutnya, pintu operasi terbuka dan terlihat dokter membawa incubator dan bayi didalamnya dan itu sudah pasti Gohan yg akan dibawa ke ruang NICU
"Kenapa? Kenapa harus dibawa ke sana? Gohan lahir dengan selamat. Dia nangis! Tapi kenapa harus dibawa ke sana?! Kenapa!!"
Gohan, bayi laki laki dengan berat badan 2.5kg itu telahir lemah yg mengharuskan dibawa untuk diperiksa lebih dalam di rumah NICU.
Selanjutnya, pintu terbuka dan memperlihatkan Yoon Jeonghan dengan selang oksigen dimulut nya dan dua monitor disamping nya.
"Uncle!"
"Tuan Jeonghan berhasil melewati masa kritisnya, tetapi masih berada dalam keadaan lemah, saya harap dalam enam jam kedepan beliau bisa bangun. Saya sudah berusaha yg terbaik untuk keduanya. Permisi"
"tunggu, kalo dalam enam jam adik saya belom bangun, apa yg terjadi?"
"kemungkinan terbaik, beliau mengalami koma."
"APA?"
terbaik?
koma?
Yoon Jeonghan terlalu lelah kah sampai harus membutuhkan waktu lama untuk beristirahat?
Kedua kaki Giselle dan Ibundanya rapuh mendengar penjelasan dokter. Tidak, Jeonghan tidak boleh tidur selama itu. Selelah apapun itu, dia tidak boleh tidur. Yoon Jeonghan harus bangun untuk melihat anaknya.
Kenapa? Kenapa Yoon Jeonghan harus menjalani hal sulit terus menerus?
.
.
.
Gadis dengan Campuran Jepang itu memandangi bayi mungil dalam box kaca di ruang khusus dengan sendu, hingga ia tidak sadar ada beberapa notifikasi masuk pada ponselnya. panggilan masuk dari ibunya yg menyadarkan diri dari lamunannya.
"ok, mom" jawabnya singkat setelah menerima perintah.
keningnya berkerut saat membaca bebrapa notifikasi itu. membuka lalu membaca beberapa pesan tersebut, ia nimang mau bagaimana ia membalas pesan itu. ia sangat menyayangi Uncle nya, ia ingin uncle nya mendapat banyak dukungan supaya cepat pulih dan kembali bersama dengan Gohan.
Dan setelah beberapa saat berfikir... "i'm so sorry Uncle. ." gumamnya lalu membalas pesan itu dengan memberi tau dimana dan keadaan Jeonghan saat ini.
.
.
.
YOU ARE READING
RED LIGHT
FanfictionSpin Off Parent Trap - Tragedy • Choi Seungcheol ,Yoon Jeonghan & Their Baby
