Lee Haechan, ia adalah pemuda yang memiliki kulit berwarna tan, tinggi badannya 174cm, wajahnya terlihat sangatlah tampan dengan rahang tegasnya itu, dan jari-jari tangannya pun terlihat lentik membuat.
Dari visualnya saja semua orang sudah terkagum-kagum dengan seorang Lee Haechan. Belum lagi dengan bakat yang pemuda tan itu miliki, seperti bermain basket, bermain beberapa alat musik, kemudian suaranya yang sangat sopan menyapa telinga.
Haechan merupakan mahasiswa Ilkom semester 3 di salah satu kampus ternama disana.
Meskipun ia mahasiswa Ilkom, tapi hobinya sangat jauh dari prodi yang kini ia ambil. Sebab Haechan sering mendaki gunung untuk sekedar mencari foto-foto yang indah.
"Chan, besok muncak lagi ga?" Tanya sahabatnya yang bernama Mark.
"Boleh lah, ni laporannya akhiran aja." Sahut Haechan.
"Temen gua sama pacarnya mau ikut, gapapa?" Tanya Mark lagi.
"Si Jeno itu?"
"Yoiii,"
"Boleh lah, besok samperin gua ya? Btw jam berapa?"
"Jam 5 gua otw ke rumah lo,"
"Oke dah, ayo balik. Udah kelar juga kan ni matkulnya?"
"Gass!"
Keduanya membawa tas mereka dan bergegas menuju parkiran untuk pulang.
Haechan dan Mark sebenarnya sudah sering mendapatkan ajakan untuk mengikuti organisasi, hanya saja keduanya menolak karena tidak mau hobi mereka terhenti karena organisasi.
Sekitar pukul 2 siang, Haechan sudah sampai rumahnya dan ia langsung berbaring di sofa yang ada di ruang tengah.
Seharusnya ia belanja untuk beberapa kebutuhan memuncaknya yang sudah habis, tapi ia terlalu malas karena suhu diluar sangatlah panas.
Sehingga Haechan memutuskan untuk tidur terlebih dahulu, dan sore atau malam nanti ia baru akan pergi berbelanja.
🐻Fox🦊
Haechan terbangun sekitar pukul 7 malam, kemudian ia bergegas mencuci mukanya dan langsung pergi ke supermarket untuk berbelanja.
"Anying, niatnya tidur bentar kok malah sampe jam segini."
Pemuda tan itu melajukan motornya menuju supermarket yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya. Namun suasana malam yang tidak terlalu ramai itu membuatnya melambatkan kecepatan motornya.
Haechan melihat beberapa orang yang sedang bersantai di taman sambil membawa hewan peliharaan mereka. Dari situ Haechan berpikir untuk memiliki peliharaan.
Karena Haechan hidup sendiri, ia sering merasa kesepian. Saat semester 1 dulu Mark sering datang ke rumahnya, namun sekarang sudah sangat jarang karena sahabatnya itu bekerja.
"Tapi melihara apa? Kucing gua alergi, kalo anjing ntar dia berisik, burung berisik juga... hamster? eh, gua suka gerak tiba-tiba, ntar kalo mati gara-gara kaget liat gua ga lucu."
Haechan kembali menambah kecepatan motornya agar segera sampai ke supermarket.
Sesampainya di supermarket, Haechan melihat motor Mark yang terparkir disana. Lalu Haechan berjalan lebih cepat untuk mencari keberadaan Mark.
Setelah beberapa menit berkeliling, ternyata Mark ada di rak yang menyediakan makanan instan.
"Melk,"
YOU ARE READING
Fox? (Hyuckren) [END]
General Fiction"Hah? Emang rubah hidup di daerah beginian?" #hyuckren #bxb
![Fox? (Hyuckren) [END]](https://img.wattpad.com/cover/375868277-64-k38539.jpg)